Pages

Minggu, 12 Juli 2015

0 Ini Suku di Indonesia yang Belum Tersentuh Modernitas


Suku di Papua yang masih terasing. Foto
BeritaU - Modernitas memang telah mengubah berbagai cara kita hidup, mulai dari lebih dimanjakannya oleeh teknologi, makanan berkalori tinggi dan tidak menyehatkan, bahkan gaya hidup yang serba instan dan cepat.


Namun ternyata, tidak semua tempat di dunia ini sudah terjamah oleh moderintas, masih ada beberapa tempat di dunia ini yang masih mempertahankan gaya hidup tradisional, bahkan nomaden menyesuaikan iklim yang terjadi.

Salah satunya ada di Indonesia, hal ini diperkuat oleh foto-foto yang berhasil diabadikan oleh seorang fotografer asal Italia, yang telah bertemu dengan suku di Indonesia yang berlum tersentuh oleh dunia modern, tetapnya di dataran tinggi Papua.

Roberto Pazzi, dari Treviglio, Italia, bertemu orang-orang Dani, yang tinggal di gubuk bambu, berburu dengan tombak dan menggunakan babgi sebagai pengorbanan untuk merayakan pernikahan. 
Suku di Papua yang masih terasing.
Fotografer berumur 42 tahun ini berjalan kaki ke pulau Lembah Baliem dan mengunjungi beberapa desa, di mana di sana ada suku yang hidup sederhana yang jauh dari 'teriakan' dunia Barat.

"Ini menarik untuk dipikirkan bahwa, orang Dani masih hidup dalam kondisi yang primitif, sementara kita memiliki internet, mobil dan pusat perbelanjaan," kata Roberto yang kami kutip dari Mail Online.

Orang-orang dari suku Dani ini ditemukan pertama kali pada tahun 1938, setelah seorang pilot pada penerbangan pengintaian udara melihat tanda-tanda peradaban di Lembah Baliem. 
Suku di Papua yang masih terasing.
Ada sekitar 300 suku Dani dan mereka tinggal di desa-desa kecil di seluruh Lembah Baliem, dengan beberapa suku yang terdiri dari hanya tiga atau empat anggota keluarga.

"Orang-orang Dani umumnya sangat pemalu, namun mereka sangat penasaran. Ketika saya pertama kali tiba di desa mereka, saya kagum dengan cara mereka berkomunikasi, mereka sering berjalan dan bergandengan tangan," tambahnya.

Anak-anak di sana penuh energi dan semangat untuk belajar tentang dunia barat.

Makanan pokok mereka adalah ubi jalar, yang tumbuh berlimpah dalam kondisi lembab di dataran tinggi. Ubi jalar akan dibungkus kulit pisang dan diletakkan di atas batu-batu panas di atas api, untuk mematangkannya.

Ia menggunakan barang-barang yang telah dipersiapkannya untuk melakukan barter, danmendapatkan kebutuhan dasar seperti air bersih dan sebuah pondok untuk bermalam, yang mereka sebut 'honai'.

Bahasa yang digunakan oleh orang-orang Dani masih belum diketahui. Namun, ia berpikir bahwa setidaknya ada empat bahasa yang mereka digunakan dalam komunitas di beberapa bagian yang berbeda dari Lembah Baliem.

0 Syahidnya Panglima Romawi Gergorius Teodorus Dalam Perang Yarmuk


Pertempuran Yarmuk (معركة اليرموك) adalah perang antara pasukan Muslim dibawah komando Panglima Khalid bin Walid melawan Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 636 M/13 Hijriyah. Terjadi pada masa akhir Khalifah Abu Bakar. Saat pertempuran Yarmuk berlangsung Khalifah Abu Bakar wafat di Madinah dan digantikan Khalifah Umar.

Pertempuran ini, oleh beberapa sejarawan, dipertimbangkan sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, karena dia menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke wilayah Syam (Palestina, Suriah) yang rakyatnya menganut agama Kristen. Pertempuran ini merupakan salah satu kemenangan Khalid bin Walid yang paling gemilang, dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu komandan militer dan kavaleri paling brilian di zaman Pertengahan.

Saat itu wilayah yang disebut Syam (Palestina dan Suriah) dibawah kekuasaan Kekaisaran Romawi. Kota Yarmuk saat ini masuk wilayah Suriah (Syria).

Jumlah pasukan Islam yang dikirim Khalifah Abu Bakar sebanyak 40.000 personil yang dipimpin Panglima Tertinggi Khalid bin Walid (yang dijuluki Saifullah/Pedang Allah) dengan dibantu 4 Panglima: Abu Ubaidah bin Jarrah, Yazid bin Abi Sufyan, Syurahbil bin Hasanah, Amru bin Ash.

Mendengar kabar pasukan Islam yang hendak masuk ke wilayah Syam, Kaisar Heraklius segera mengumpulkan pasukan Romawi sebanyak 240.000 personil. Sebanyak 80.000 pasukan infantri, 80.000 pasukan penunggang kuda, dan 80.000 pasukan yang diikat dengan rantai besi agar tidak melarikan diri saat berkecamuk perang.

“Demi Tuhan, kita akan sibukkan (khalifah) Abu Bakar sehingga ia tidak akan pernah berpikir lagi untuk mengirim kuda-kudanya ke daerah kita,” ucap Kaisar Heraklius.

"Demi Allah, aku akan sibukkan pasukan Nasrani dengan mengutus Khalid bin Walid," ujar Khalifah Abu Bakar.

Pasukan Romawi dipimpin Panglima Tertinggi Theodore dengan beberapa panglima yang membantu: Panglima Caicarius Nastus,Panglima Dracus, dan Panglima Gergorius Teodorus.

PERISTIWA GERGORIUS TEODORUS

Panglima Gergorius Teodorus itu dipanggil di dalam literatur Arab dengan Jirji Tudur/Jarajah. Pada suatu hari iapun keluar dari perkemahan pasukan Romawi dengan peralatan perangnya, turun dari kudanya dan menancapkan panji-panjinya ditengah medan, lalu menyerukan Panglima Besar Khalid supaya keluar untuk menghadapinya.

Panglima Gergorius itu ikut dalam perang Romawi-Persia yang belasan tahun lamanya dan karena senantiasa bergaul dengan lapisan bangsawan sukubesar Ghassani dalam medan-medan pertempuran itu maka lambat laun menguasai bahasa Arab dialek Syam (Palestina/Syiria). Gergorius juga sudah mendengar kabar 'kesaktian' Khalid bin Walid yang dijuluki 'Pedang Tuhan'. Gergorius menantang Khalid karena penasaran apa hebatnya Khalid sehingga kabar tentang sosok Khalid tersiar dimana-mana. Khalid sosok panglima paling ditakuti saat itu karena tersiar kabar tak ada yang bisa mengalahkan Khalid, tak ada pasukan manapun yang tak bisa dikalahkan pasukan Khalid bin Walid. Kabar tersiar bahwa kehebatan Khalid karena dia memilik 'Pedang' yang langsung turun dari langit pemberian Allah sehingga dijuluki 'Pedang Allah'.

Tantangan Panglima Gergorius itu diterima oleh Panglima Khalid dan lalu maju ketengah medan mengendarai kudanya.

Perang tanding itu berlangsung beberapa jurus lamanya. Tombak Panglima Gergorius itu akhirnya patah dua ditabas khanjar Panglima Khalid dan segera diganti dengan pedang berat.

Pada suatu kali, sewaktu pedang bersilang dan kuda bersisi-sisian dan saling tolak menolakkan pedang  bagaikan penca-jari diatas meja, maka ahli sejarah sehabis pertempuran Yarmuk yang terkenal itu, mencatat percakapan yang berlangsung diantara keduanya berbunyi sebagai berikut:

“Hai Khalid! Coba katakan dengan benar dan jangan bohongi saya. Seorang merdeka tidak layak berbohong. Dan jangan tipu saya. Seorang mulia tidak layak menipu. Coba katakan: Apakah betul Allah telah turun kepada Nabimu membawa pedang dari Langit dan lalu menyerahkannya kepada Anda sehingga anda beroleh panggilan Pedang Allah. Setiap Anda mencabut pedang itu maka tidak ada lawan yang tidak tunduk!?”

“Bukan!”

“Lantas kenapa Anda dipanggilkan Pedang Allah.”

Panglima Khalid menatap lawannya itu, dan bagaikan timbul saling pengertian, lantas keduanya menghentikan saling adu tenaga itu dan Panglima Gergorius minta  dijawab pertanyaannnya itu.

“Allah Maha Agung dan Maha Mulia mengutus seorang Nabi kepada kami. Bermula kami menantangnya dan memusuhinya. Sebagian diantara kami beriman dan mengikutinya. Aku termasuk pihak yang mendustakannya, memusuhinya dan memeranginya. Akan tetapi Allah kemudian menurunkan hidayah kedalam hatiku dan akupun beriman dan menjadi pengikutnya. Nabi Muhammad lalu berkata kepadaku: Engkau sebuah pedang diantara sekian banyak pedang Allah, terhunus bagi menghadapi kaum Musyrik. Ia mendoakan aku supaya tetap menang. Tersebab itulah aku dipanggilkan Pedang Allah.”

“Saya dapat menerima keterangan Anda itu daripada mendengarkan dongengan tentang diri Anda” ujar Gergorius. Iapun menyusuli lagi dengan sebuah pertanyaan: “Didalam menjalankan tugas anda itu, maka seruan (dakwah) apakah yang Anda ajukan?”

“Mengakui bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan mengakui bahwa Muhammad itu Rasul Allah”

“Jika tidak bersedia menerimanya?”

“Membayar Jizyah, mengakui kekuasaan Islam, dan kami berkewajiban menjamin hak-hak miliknya dan nyawanya dan keyakinan yang dianutnya.”

“Jika tetap tidak bersedia menerimanya?”

“Pilihan lainnya adalah perang dan kami siap untuk perang.”

“Bagaimana kedudukan (al-Manzilat) dari seseorang yang masuk ke dalam lingkungan kamu dan menerima pilihan pertama (masuk Islam) itu pada hari ini, apakah sama kedudukannya dengan yang lainnya (yang duluan masuk Islam) dalam segala hal?”

“Ya, benar.”

“Kenapa bisa sama dengan kamu, sedangkan kamu sudah lebih duluan dari padanya?”

“Kami memeluk Islam dan mengikat bai’at terhadap Nabi Muhammad. Ia hidup bersama kami, dan kami menyaksikan kebesarannya dan mukjizat-mukjizat bagi pertandaan kebenarannya. Sedangkan yang sekarang masuk Islam, orang itu tidak pernah berjumpa dengan Nabi Muhammad dan tidak pernah menyaksikan mukjizat dan kebesarannya itu, tetapi ia membenarkannya. Jikalau masuk Islamnya itu jujur dan niatnya jujur maka sebetulnya dia lebih mulia daripada kami.”

“Keterangan Anda bersifat benar, tidak menipu, tidak membujuk. Demi Allah, saya terima ajakan yang pertama itu (masuk Islam)”

Sejarah mencatat bahwa Panglima Gergorius Teodorus itu melemparkan perisainya dan lalu berangkat bersama Khalid ke dalam perkemahan pasukan Islam. Khalid menyediakan satu bejana air lalu menyuruhnya mandi, kemudian shalat bersamanya dua rakaat. 

Sejarah mencatat bahwa pada saat pecah Pertempuran Yarmuk yang terkenal itu, Gergorius Teodorus bahu membahu dengan Panglima Khalid dan Syahid dalam pertempuran.

***


Pertempuran Yarmuk akhirnya dimenangkan pasukan Islam. Allah SWT mengkaruniakan kemenangan kepada pasukan Khalid bin Walid. Dari pihak Romawi jumlah korban terbunuh total sebanyak 120.000 orang. Sedang gugur sebagai syahid dari pihak kaum muslimin kurang lebih 3.000 Mujahid.

Historians’ History of the World, terbitan Encyclopedia Britannica Co. Ltd, London, volume III (Arabs) halaman 148, menulis tentang kehancuran pasukan Romawi itu dengan segala akibatnya sebagai berikut:

On the second morning they moved forward, ang enganged in all parts with all imaginable vigour. The fight, or rather the slaughter, continued till evening. The Christian army was entirely routed and defeated. The Saracens killed the day fifty thousand men. Those that escape fled, some of them to Caesarea, other to Damascus, and some to Antioch. The Saracens took plunder of inestimable value, and a great banners, and crosses made of gold and silver, precius stones, silver and gold chains, rich clothes, and arms without number; which Khalid said he would not divide until Damascus was taken.

Bermakna:

Mereka (pasukan Islam) itu pada pagi hari kedua bergerak maju, dan seluruh bagiannya terlibat dengan semangat tempur yang dapat dibayangkan. Pertempuran itu, atau lebih tepat disebut dengan penyembelihan besar-besaran itu, berlangsung sampai senja hari. Pasukan Kristen diobrak-abrik seluruhnya dan hancur. Pasukan Islam menewaskan lawannya pada hari itu sejumlah 50.000 orang. Mereka yang sempat meluputkan dirinya segera lari, sebagian menuju Caesarea, yang lain menuju Damaskus, dan sebagian menuju Antiokia. Pasukan Islam beroleh harta rampasan perang yang tidak ternilai: sekian banyak panji-panji, dan salib-salib yang terbikin dari emas dan perak, dan kalung-kalung rantai yang terbikin dari emas dan perak,dan pakaian-pakaian mewah, dan alat persenjataan tanpa terhitung jumlahnya; dan terhadap sekian harta rampasan perang itu, Panglima Besar Khalid berkata, bahwa belum akan dibagikannya kepada seluruh anggota pasukan sebelum Damaskus direbut dan dikuasai. 

Berita kemenangan di Yarmuk itu disampaikan ke Madinah dan disambut oleh Khalifah Umar (yang menggantikan Khalifah Abu Bakar sesudah wafat) beserta penduduk dengan Takbir dan kumandang adzan.

Pasukan Islam berturut-turut kemudian menguasai Damaskus, Levantine, Emessa, Aleppo, Antiokia, Agnadine, dan akhirnya menguasai kota suci Jerussalem, jantung Palestina. Jerussalem akhirnya diserahkan oleh Uskup Agung Sophorius kepada Khalifah Umar yang langsung datang ke Jerussalem.

___
Sumber:
- Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir
- Sejarah Daulat Khulafaur Rasyidin, Joesoef Sou'yb
- Historians' History of The World
- Wikipedia

0 Ternyata Benar, Filter Rokok Memang Mengandung Darah Babi

 Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), DR Hakim Sarimuda Pohan, mengungkapkan bahwa dalam filter rokok yang banyak digunakan di Indonesia terkandung bahan yang berasal dari darah babi.


Hemoglobin atau protein darah babi digunakan dalam filter rokok untuk menyaring racun kimia agar tidak masuk ke dalam paru-paru perokok, kata Hakim saat menjadi pembicara dalam dialog bahaya merokok bagi kehidupan berbangsa di Balaikota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu.

Ia meyakini bahwa filter yang digunakan untuk rokok yang beredar di Indonesia merupakan filter impor yang mengandung komponen dari darah babi. Menurutnya, semua itu diketahui setelah adanya pernyataan yang diungkapkan ahli dari Australia atau Profesor Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sydney, Simon Chapman.
Profesor Simon Chapman menyatakan itu merujuk pada penelitian di Belanda yang mengungkap bahwa 185 perusahaan berbeda menggunakan hemoglobin babi sebagai bahan pembuat filter rokok.
Profesor di Australia memperingatkan kelompok agama tertentu terkait dugaan adanya kandungan sel darah babi pada filter rokok. Profesor Simon Chapman menyatakan itu merujuk pada penelitian di Belanda yang mengungkap bahwa 185 perusahaan berbeda menggunakan hemoglobin babi sebagai bahan pembuat filter rokok.

Menurut Hakim, sudah selayaknya umat Muslim yang mayoritas di Indonesia ini menjauhi barang yang nyata-nyata dilarang agama tersebut. Bukan hanya kaum Muslim, tetapi kaum Yahudi juga melarang pemanfaatan babi untuk keperluan seperti itu, tambahnya dalam dialog dalam rangkaian sosialisasi peraturan daerah (Perda) yang melarang merokok di tempat tertentu.

Dalam dialog yang dihadiri ratusan peserta dari kalangan PNS, pengelola hotel, restoran, dan pengelola tempat-tempat umum tersebut juga dihadiri Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin dengan moderator Kepala Dinas Kesehatan setempat, drg Diah R Praswasti.

Dalam dialog tersebut dilangsungkan dengan tanya jawab yang antara lain disarankan perlunya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan merokok.
Penulis: Joko Winarno
-------------------------------
Baca juga tulisan voa-islam menyoroti hal serupa pada 2010 silam:
Kabar penting ini harus dicamkan bagi para perokok yang alergi terhadap fatwa haram merokok. Sebuah penelitian ilmiah mengungkap, bahwa dari sebuah jasad babi ternyata bisa diolah menjadi 185 produk, di antaranya adalah untuk rokok.

    
Penemuan penggunaan darah babi dalam pembuatan filter rokok ditemukan peneliti Belanda, Christien Meindertsma, secara tak sengaja. Perempuan ini sebenarnya sedang meneliti seekor babi berkode "Pig 05049" di sebuah peternakan di Belanda.

Di laman pribadinya, Meindertsma menyatakan telah meriset selama tiga tahun semua produk yang dihasilkan dari seekor babi tersebut. Hasil riset itu kemudian dibukukan, lengkap dengan grafik dan gambar produk, kemudian dipamerkan dalam sebuah pameran.

Tujuannya sederhana, menunjukkan pada orang bagaimana sebuah produk dibuat dan "dibungkus" dan dari mana dia berasal, sehingga orang bisa tahu. Untuk menunjukkan itu, Meindertsma mendekati subjek ke skala satu ekor binatang yang dalam hal ini seekor babi bernama "Pig 05049." 

------
Ayo kirimkan email anda tentang cerita menggugah dan inspiratif bagi generasi muda Islam ke: Smartteen@Voa-islam.com
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/health/2014/09/03/32329/ternyata-benar-filter-rokok-memang-mengandung-darah-babi/#sthash.ssdSFN6i.dpuf

 (voa-islam.com) -

0 [FIQIH] Mazhab Syafi’i Haramkan Rokok


Hukum Rokok Dalam Islam

Tembakau yang merupakan bahan baku rokok telah dikenal oleh umat Islam pada akhir abad ke-10 Hijriyah, yang dibawa oleh para pedagang Spanyol. Semenjak itulah kaum muslimin mulai mengenal rokok. Sebagian kalangan berpendapat bahwa merokok hukumnya boleh.

Mereka berdalil bahwa segala sesuatu hukum asalnya mubah kecuali terdapat dalil yang melarangnya, berdasarkan firman Allah:

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا

“Dia-lah Allah, yang telah menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.” (QS. Al Baqarah: 29).

Ayat di atas menjelaskan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah di atas bumi ini halal untuk manusia termasuk tembakau yang digunakan untuk bahan baku rokok.

Sanggahan:

Berdalil dengan ayat ini tidak kuat, karena segala sesuatu yang diciptakan Allah hukumnya halal bila tidak mengandung hal-hal yang merusak dan membahayakan tubuh.

Sementara rokok mengandung ribuan racun yang secara kedokteran telah terbukti merusak dan membahayakan kesehatan. Bahkan membunuh penggunanya secara perlahan, padahal Allah telah berfirman:

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisaa: 29).

Lebih dari itu, mengapa tidak ada dalil khusus yang melarang rokok?

Karena rokok baru ada 500 tahun yang lalu, dan tidak dikenal di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, tabiin, tabi’ tabiin, maupun ulama penulis hadis setelahnya. Bagaimana mungkin akan dicari dalil khusus yang melarang rokok?

Sebagian kalangan yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya makruh, karena orang yang merokok mengeluarkan bau tidak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan memakan bawang putih mentah yang mengeluarkan bau yang tidak sedap. Sebagaimana ditunjukkan dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

من أكل البصل والثوم والكراث فلا يقربن مسجدنا، فإن الملائكة تتأذى مما يتأذى منه بنو آدم

“Barang siapa yang memakan bawang merah, bawang putih (mentah) dan karats, maka janganlah dia menghampiri masjid kami, karena para malaikat terganggu dengan hal yang mengganggu manusia (yaitu: bau tidak sedap).” (HR. Muslim).

Sanggahan:

Analogi ini sangat tidak kuat, karena dampak negatif dari rokok bukan hanya sekedar bau tidak sedap. Lebih dari itu menyebabkan berbagai penyakit berbahaya diantaranya kanker paru-paru. Mengingat keterbatasan ulama masa silam dalam memahami dampak kesehatan ketika morokok, mereka hanya melihat bagian luar yang nampak saja. Itulah bau rokok dan bau mulut perokok. Jelas ini adalah tinjauan yang sangat terbatas.

Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa merokok hukumnya haram, pendapat ini ditegaskan oleh Qalyubi (Ulama Mazhab Syafi’i, wafat: 1069 H). Dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh al-Mahalli (jilid I, Hal. 69), beliau mengatakan: “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi, oleh karena itu para ulama kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya”.

Ibnu Allan (ulama Madzhab Syafi’i, wafat: 1057H), as-Sanhury (Mufti Mazhab Maliki di Mesir, wafat 1015 H), al-Buhuty (Ulama Mazhab Hanbali, wafat: 1051 H), as-Surunbulaly (Ulama Madzhab Hanafi, wafat: 1069 H) juga menfatwakan haram hukumnya merokok.

Merokok juga pernah dilarang oleh penguasa khilafah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan.

Para ulama menegaskan haramnya merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu, yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.

Padahal Allah telah mengharamkan seseorang untuk membinasakan dirinya melalui firman-Nya:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al Baqarah: 195).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan.” (HR. Ibnu Majah. Hadis ini di shahihkan oleh Albani).

Hasil penelitian kedokteran di zaman sekarang memperkuat penemuan dunia kedokteran di masa lampau bahwa merokok menyebabkan berbagai jenis penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, juga merusak sistem reproduksi, pendeknya merokok merusak seluruh sistem tubuh.

Oleh karena itu, seluruh negara menetapkan undang-undang yang mewajibkan dicantumkannya peringatan bahwa merokok dapat mebahayakan kesehatan tubuh pada setiap bungkus rokok.

Karena itu, sangat tepat fatwa yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga fatwa di dunia Islam, seperti fatwa MUI yang mengharamkan rokok, begitu juga Dewan Fatwa Arab Saudi yang mengharamkan rokok, melalui fatwa nomor: (4947), yang menyatakan, “Merokok hukumnya haram, menanam bahan bakunya (tembakau) juga haram serta memperdagangkannya juga haram, karena rokok menyebabkan bahaya yang begitu besar”.

Keterangan di atas disadur dari artikel Dr. Erwandi Tarmidzi yang diterbitkan di Majalah Pengusaha Muslim edisi September 2011. Bagi Anda yang berminat mendapatkan rujukan aslinya, Anda bisa mengunjungi : shop.pengusahamuslim.com

Disamping tulisan di atas, terdapat ceramah menarik yang disampaikan Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Ketua PP Muhammadiyah). Anda bisa download di:

http://www.mediafire.com/?395gm22cj0322yx

Allahu a’lam

Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina Konsultasi Syariah

*Sumber: konsultasisyariah.com

search

YANG NYASAR DI BLOG