Pages

Kamis, 05 Februari 2015

0 Cara Praktis Mengetahui Keaslian Batu Akik

Cara mengatahui keaslian batu akik (agate) menjadi penting seiring dengan popularitasnya yang semakin meningkat. Jika dahulu penggemar batu akik terbatas pada orang-orang tua, sekarang tidak lagi. Demam akik telah melanda segala usia, mulai dari remaja seusia SMP hingga kakek-kakek. Penggemar batu akik pun datang dari berbagai macam profesi: pelajar, mahasiswa, karyawan, pengusaha, politikus, bahkan juga para artis papan atas.

Permintaan batu akik di pasaranpun otomatis semakin melonjak pula. Akibatnya di pasaran tidak saja dibanjiri batu akik asli, tetapi juga produk batu tiruan yang menyerupai akik. Bagi para penggemar batu berpengalaman, tentu saja sangat mudah membedakan mana batu asli dan mana yang imitasi atau tiruan. Namun bagi kita masyarakat awam, yang baru mulai menyukai batu akik, sering kesulitan mengidentifikasi keasliannya. Karena batu-batu imitasi (bukan natural stone) sangat mirip dengan akik asli, bahkan sering terlihat lebih cemerlang dibanding batu asli.
Menguji keaslian batu akik dengan smartphone
Menguji keaslian batu akik dengan smartphone
Uji keaslian batu akik dengan smartphone
Caranya sangat sederhana dan mudah dilakukan oleh siapapun. Alat ujinya menggunakan smartphone layar sentuh yang pasti telah anda miliki. Tidak perlu menginstal software apapun pada smartphone anda, karena yang digunakan untuk mendeteksi keaslian batu akik adalah sensor sentuh yang ada di permukaan layar smartphone.
Bagaimana caranya?
    1. Aktifkan smartphone anda.
    2. Kemudian gosokkan dengan lembut batu akik yang diuji di permukaan layar sentuh.
Jika itu batuan asli maka akan ada respon pada layar sentuh. Batu akik asli berfungsi laiknya sebuah stylus pen pada smartphone layar sentuh. Sedangkan akik imitasi tidak menimbulkan reaksi apapun pada layaursentuh.
Bagaimana hal itu bisa terjadi?
Akik adalah salah satu batuan alam yang terbentuk dari berbagai macam mineral alam termasuk pula mineral-mineral logam yang bersifat kapasitif. Demikian pula sebuah stylus pen, dibuat dari campuran karet dan mineral logam yang bersifat kapasitif. Sehingga ketika disentuhkan  pada permukaan touch screen, batu akik akan bereaksi sama seperti halnya stylus. Sedangkan batu imitasi atau tiruan umumnya terbuat dari bahan semacam kaca atai zircon yang tidak bersifat kapasitif.
Saya mencoba menguji berbagai macam jenis akik koleksi sendiri dengan cara ini. Batu akik seperti pancawarna, kecubung, sulaiman (kalsedon Pacitan) bahkan juga opal sudan (sejenis kalimaya), hasilnya semua bereaksi seperti sebuah stylus pen. Sedangkan macam-macam batu imitasi seperti zircon (american diamond) tidak bereaksi apapun terhadap touch screen.
Untuk batu akik yang telah diemban menjadi cincin atau perhiasan lain, cara mengujinya juga sama. Namun anda harus lebih berhati-hati jangan sampai metal embannya (cincinnya) ikut menyentuh touch screen, karena akan menyebabkan proses pengujian menjadi tidak akurat. Emban cincin umumnya terbuat dari logam seperti emas, perak dan stainless stell pada umumnya bersifat kapasitif yang akan bereaksi di atas touch sceen. Sehingga jika batu dan embannya menyentuh maka reaksi touch screen terjadi karena bergesekan dengan emban, bukan batu yang diuji.
Apakah cara pengujian ini 100% akurat?
Tentu saja tidak. Sebagian besar batu akik bisa diidentifikasi keasliannya dengan cara ini. Tetapi belum tentu untuk jenis-jenis batu mulia lain.
Saya mencoba pula menguji black saphire dan topaz (keduanya bukan termasuk akik atau agate), hasilnya negatif tidak ada reaksi apapun pada touch screen. Tetapi saya tidak tahu persis apakah black saphire maupun topaz tidak bersifat kapasitif atau karena batu-batu saya tersebut bukan natural stone karena memang tidak disertai sertifikat hasil pengujian laboratorium. Hanya berdasar klaim dari penjualnya (dari Thailand) dan dilihat kasat mata terlihat asli.
Adakah sahabat yang tahu tentang ini? Sharing info ya!
Jadi pengujian batu akik dengan smartphone layar sentuh ini sebaiknya dipakai untuk deteksi awal saja, atau untuk batu-batu yang tidak bernilai sangat tinggi. Untuk batu-batu akik yang bernilai sangat tinggi, sebaiknya dilakukan pengujian yang lebih komprehensif, biasanya dilakukan di Laboratorium Gemologi yang memiliki peralatan khusus untuk mengukur berbagai parameter batu secara ilmiah. Mereka biasanya juga menerbitkan sertifikat yang menerangkan spesifikasi batu yang telah diuji.

0 Misteri “Dua Planet Besar” Dibelakang Pluto

Sejak tahun 2006 silam, Pluto telah kehilangan gelarnya sebagai planet di dalam Tata Surya (Solar System) kita dan dikategorikan sebagai “planet katai” atau benda langit berukuran lebih kecil dari planet.

Mengingat hingga kini tidak ada planet besar lain di Tata Surya yang lebih jauh selain planet katai Pluto, maka ilmuwan dunia memutuskan Tata Surya kita hanya mempunyai 8 planet saja. Maka planet Neptunus pun dinobatkan sebagai planet terluar.

Namun, hal itu sepertinya bakal berubah. Usut punya usut, ahli astronomi dari Universitas Cambridge dan Universitas Madrid telah menemukan tanda-tanda dari keberadaan planet lain, di luar Pluto.

Semua itu berawal saat ilmuwan mengetahui pola gerakan aneh pada planet-planet kerdil di sekitar Pluto yang biasa disebut ‘ETNO’. Lintasan planet ETNO baru-baru ini diketahui mempunyai kecenderungan untuk berubah-ubah, layaknya terkena gaya gravitasi sebuah planet besar.


Dua Planet Besar misterius dibelakang Pluto,

“Dari perubahan orbit (lintasan) planet ETNO yang tidak diperkirakan sebelumnya itu, membuat kami yakin ada dorongan dari benda langit lain. Dorongan itu juga mengubah susunan planet ETNO,” ujar Carlos de la Fuente Marcos, ahli astronomi dari Universitas Madrid, (15/01/2015).

Dr. Marcos pun menduga sumber dorongan dahsyat itu berasal dari planet misterius. Bahkan, dia mengatakan bila setidaknya ada lebih dari satu planet misterius yang mampu menyebabkan planet-planet kerdil ETNO berubah lintasannya!

“Jumlah pastinya belum pasti mengingat data masih terbatas, namun perhitungan kami menunjukkan setidaknya ada dua planet baru bahkan lebih di Tata Surya kita,” tambah Dr. Marcos.


New view of the Outer Solar System.

Sebelumnya, ilmuwan memang mempunyai teori bila tidak ada planet yang mampu mempunyai lintasan melingkar di luar planet Neptunus. Lintasan melingkar dikenal sebagai salah satu tanda bahwa planet tersebut mengelilingi matahari dan menjadi bagian Tata Surya kita.

Akan tetapi, kemudian ditemukanlah Pluto yang berhasil membantah teori itu. Meski akhirnya Pluto sendiri dinyatakan tidak lagi memenuhi ‘syarat’ sebagai sebuah planet karena ukurannya terlalu kecil.


Planet-X, Nibiru dan Harcobulus

Bila prediksi ilmuwan akan adanya dua planet lain yang berada dalam Tata Surya kita tenyata benar, sekali lagi teori tak adanya planet besar dibelakang Puto akan terbantahkan. Selain itu, penemuan itu juga akan merubah susunan planet yang ada di Tata Surya saat ini, bukan lagi 8 planet namun 10 planet.

Tapi itu pun harus dapat dilihat dulu sebesar apa ukuran planetnya. Apakah keberadaan planet misterius ini yang membuat konspirasi selama ini, mengenai sebuah planet yang tak bernama, lalu dinamakan sebagai “Planet-X”? Banyak konspirasi hingga penamaan Planet-X ini, dan menyebutkannya sebagai Planet Nibiru atau Planet Anunnaki atau Planet Harcobulus.

Entah apa planet-planet itu berbeda atau hanya satu, namun yang jelas banyak peneliti, ilmuwan, astronomis hingga saintis yang menduga bahwa tidak tertutup kemungkinan bahwa keberadaan “Planet Besar” itu bisa jadi memang ada.

Bagi ilmuwan, Planet-X memang banyak menuai kontroversi dan konspirasi selama ini. Planet misterius ini disinyalir memiliki lintasan sangat elips bagaikan lintasan komet. Oleh karenanya, maka ia butuh ribuan tahun untuk kembali lagi mendekati matahari lalu mengelilinginya dan kemudian kembali menjauh.

Planet-X inilah yang dituduh dapat menyebabkan “kiamat kecil” karena terancamnya planet-planet lain di Tata Surya akibat ukurannya yang sangat besar maka gravitasinya juga sangat besar.

Gravitasinya dapat “merusak” jalur planet lain bahkan lintasan dan atmosfir hingga gravitasi planet-planet lain termasuk Bumi jika Planet-X masuk dari luar Pluto untuk kembali lagi mendekati Matahari, setelah ribuan tahun ia menjauh. Mungkinkah dorongan-dorongan gravitasi yang mengubah susunan planet ETNO adalah akibat dari keberadaan Planet-X? Jika benar, selamat datang hari kiamat.

0 Foto: Berang-berang Bantu Nelayan Bangladesh Tangkap Ikan


Berang-berang saat membantu nelayan menangkap ikan.
SAUNG99 - Menangkap ikan bisa dilakukan dengan beragam cara. Baik itu oleh nalayan atau pemancing. Namun ada hal yang unik yang dilakukan oleh nelayan di selatan Bangladesh. Mereka mendapatkan bantuan dari "teman" kecilnya.

Berang-berang telah menjadi teman bagi nelayan di Bangladesh dalam menangkap ikan, mereka membantu menangkap ikan lebih banyak. Dan cara ini telah dilakukan secara turun temurun.

Berang-berang sedang menyisir kepiting.
Nelayan yang terletak sekitar 130 kilometer dari Bangladesh ini, setiap hari pergi ke sungai dengan sebuah kelompok berang-berang, yang akan menggiring ikan ke dalam sebuah perangkap berupa jaring.

Teknik ini telah diwariskan selama berabad-abad, sehingga nelayan sangat bergantung kepada bantuan teman kecil mereka.

"Tugas kita tergantung kepada berang-berang. Mereka melihat ikan di antara tanaman, lalu mengejar dan menggiringnya ke dalam jaring yang telah kami siapkan," ucap Shashudhar Biswas, salah seorang nelayan di sana.

Berang-berang saat membantu nelayan menangkap ikan.
Cara ini bisa meningkatkan hasil tangkapan. Nelayan bisa membawa pulang puluhan kilogram ikan setiap harinya, temasuk udang dan kepiting. Namun cara ini menangkap ikan dengan berang-berang, telah mengalami penurun hingga 90 persen, dalam 50 tahun terakhir.

Selain itu, populasiikan juga kian menurun, diakibatkan meningkatnya polusi di dalam air sendiri, sehingga ikan sangat sulit untuk berkembang biak.

Petani mengangkat ikan yang tertangkap.
Untuk berang-berang itu sendiri, setiap harinya, untuk satu kelompok yang terdiri dari dua dewasa dan 3 anaknya, menghabiskan ikan sekitar 3-4 kilogram perhari.

Cara menangkap ikan menggunakan metode ini diyakini nelayan akan punah, jika populasi ikan kian surut. Terkadang banyak nelayan yang melepaskan berang-berang-nya, untuk meningkatkan populasi berang-berang itu sendiri.


Sumber

search

YANG NYASAR DI BLOG