Pages

Kamis, 27 Februari 2014

0 Pengertian Perang ARMAGEDDON di Akhir Zaman


Armageddon, berasal dari bahasa Ibrani Ar-Ma-Ged-Don, yang artinya “Puncak dari Megido”. Sedang arti Megido adalah “Tempat PemusatanBala Tentara”. Jadi, arti Armageddon adalah “Puncak dari Pemusatan Bala Tentara”. Berarti, Armageddon punya tiga arti yang saling berkaitan.

Pertama, berbicara tentang tempat atau lokasi, yatu di Megido. Kedua, Armageddon juga berarti situasi kondisi (sikon). Ketiga, yang mirip dan berkaitan dengan yang kedua tadi, yaitu peristiwa, yang dinubuatkan akan terjadi di ujung Akhir Zaman.

Jadi, dengan kata lain, arti yang tersirat di balik nama Armageddon adalah : Perang besar-besaran yang akan terjadi di Ujung Akhir Zaman, yang melibatkan banyak negara / bangsa dalam rangka menghabisi Israel, di mana pemusatan pasukan itu akan terjadi di Megido.


Pemusatan Bala Tentara dari banyak negara dan bangsa merupakan suatu peristiwa yang luar biasa dan menimbulkan situasi-kondisi (sikon) yang menegangkan, khususnya / terutama bagi bangsa Israel.

SEJARAH DAN LETAK MEGIDO.

Dulu kala, Megido adalah sebuah kerajaan kecil di tanah Kanaan. Nama Megido adalah nama raja / kerajaan dan juga nama kota, bukit, serta lembah.

Ketika bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua memasuki Tanah Perjanjian, mereka menaklukkan 31 raja / kerajaan. Salah satunya adalah Megido. Dalam pembagian wilayah dari suku-suku Israel, Megido akhirnya menjadi milik bani Manasye, dari suku / keturunan Yusuf.

Sejarah terus berjalan. Orang Megido akhirnya dijadikan pekerja rodi oleh suku Manasye.

Thothmes III adalah seorang peneliti kerajaan-kerajaan kuno. Ia berkata : “Megido adalah seharga ribuan kota.” Lembah Megido juga disebut lembah Yosafat.

Quote:
Secara harfiah, arti Yosafat adalah : yang dihukum oleh Yehova ! Secara geografis, Megido terletak (±) 10 km di selatan gunung Karmel, 15 km di sebelah timur Laut Tengah dan 50 km di utara kota Yerusalem. Sisa-sisa / reruntuhan kota Megido masih ada sampai hari ini, walau sudah ribuan tahun berlalu !
AWAL BENCANA.

Di ujung Akhir Zaman, kita tahu kapan tepatnya akan terjadi, mungkin di awal atau bulan muda tahun 2014, para pemimpin Israel akan dipaksa untuk mau duduk di meja perundingan dengan Palestina. Hampir semua butir-butir keputusan dari Perjanjian Damai itu lebih menguntungkan pihak Palestina.


Masalah Israel dengan Palestina yang terutama adalah batas wilayah negara. Palestina misalnya, menuntut bahwa Yerusalem timur menjadi ibukota mereka. Lalu batas kekuasaan atas laut di tepi barat negara. Juga penguasaan sumber air, seperti danau Galilea dan sungai Yordan. Kemudian bahan mineral yang terdapat dalam kandungan air asin dari (danau) Laut Mati, yang kini dikelola secara damai antara Israel di sisi barat dan Yordania di sisi timur. Berikutnya adalah Kota Tua Yerusalem dan Dataran Tinggi Golan, dll.

Menurut hasil survey atau jajak pendapat, 52% rakyat Israel lebih condong taat kepada Obama. Hanya 47% masih mau dengar PM mereka, Benyamin “Bibi” Netanyahu. Sedang 1%nya abstain.

Di samping itu, satu-satunya pendukung Israel, yaitu Amerika Serikat, sudah berbalik arah. Sedangkan Eropa dan Uni Eropa (27 Negara) sudah lebih dahulu telah menyatakan, bahwa mereka tidak mendukung Israel.

Artinya, Israel di masa itu hanya berdiri seorang diri. Just alone ! Dengan kata lain, tekanan politik bagi para pemimpin Israel amat berat. Akhirnya, mereka “terpaksa” menutupi dengan dusta, atau yang sering disebut dengan pembohongan publik.

Itulah awal dari bencana. Karena tidak bersandar pada perlindungan Allah, tapi lebih memilih berlindung di balik Perjanjian Damai.

Namun suatu hari nanti, Israel akan dikhianati ! Perjanjian Damai yang sudah cukup memberatkan bangsa Israel itu dilanggar secara sepihak dan semena-mena.

Kita tidak tahu apa sebenarnya yang telah dirundingkan di balik layar, atau di kantor / ruang tertutup antara Antikris dengan pihak pemimpin Palestina. Namun yang tampil di permukaan, Perjanjian Damai itu dilanggar.

Akibatnya, Israel marah besar ! Israel mengamuk ! Israel lalu mengadakan serangan balasan secara lebih besar dan dengan kekuatan senjata mutakhir. Hal ini membuat banyak bangsa di dunia marah.

Hingga dengan mudah Antikris berhasil mengkoordinir banyak negara untuk mengepung dan “menghukum” Israel

search

YANG NYASAR DI BLOG