Pages

Kamis, 11 April 2013

0 Jet-Jet Tempur Siluman Di Dunia

Ketika kita mendengar kata "jet tempur siluman". Orientasi kita biasanya langsung tertuju mungkin pada F-22 Raptor yang digunakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat. F-22 Raptor memang dianggap sebagai jet tempur siluman terbaik saat ini, tapi sulit untuk diproduksi banyak karena biayanya terlalu mahal. F-22 Raptor merupakan produk unggul dalam teknologi jet tempur tapi juga merupakan pemborosan besar bagi keuangan Amerika serikat. Negara-negara lain pun kurang meminatinya karena harganya yang selangit. F-22 raptor dapat digunakan untuk menguasai pertempuran di udara, namun juga dapat digunakan untuk menyerang target darat dan melakukan kegiatan intelijen.


F-22 Raptor
F-35 mengisi bahan bakar di udara
AS sebenarnya masih memiliki proyek lain yang masih berjalan yaitu F-35. Merupakan proyek gabungan dari beberapa negara anggota NATO dengan versi yang berbeda-beda tergantung minat anggota proyek mereka. Jet tempur siluman F-35 bukan hanya sebagai jet fighter tapi juga sebagai pesawat pengebom (bomber). Ada juga versi dari F-35 yang dapat take off dan mendarat secara vertikal, jadi tidak memerlukan landasan pacu. Apabila sudah diproduksi penuh, jet tempur ini mungkin menjadi jet tempur yang paling berharga di planet ini. --berharga mahalnya hehe...--

Chengdu J-20 Cina
Cina juga memiliki Chengdu J-20 yang masih dalam pengembangan. Chengdu memiliki karateristik siluman yang canggih yang untuk saat ini masih dalam tahap pengujian. Chengdu J-20 pertama kali terbang adalah pada 2011. Jet tempur siluman ini diawaki oleh 1 pilot dan bermesin kembar.

Sukhoi PAK FA T-50
Sukhoi PAK FA T-50 merupakan satu lagi pesawat yang masih diuji saat ini, jet tempur ini dibuat oleh Rusia. Setelah mulai diproduksi penuh, PAK FA T-50 akan menjadi solusi terbaik bagi pengganti Mig-29, SU-27 dan SU-30. Rusia mengembangkan jet tempur ini bersama dengan India (India hanya pada bagian elektronik), masing-masing akan memperoleh 200 pesawat nantinya.

Mitsubishi ATD-X Shinsin Jepang
Jepang juga memiliki proyek jet tempur siluman yang masih berjalan, model ini disebut ATD-X Shinshin dari Mitsubishi. Penerbangan pertama dijadwalkan pada 2014 nanti. Untuk saat ini, proyek untuk membuat tipe jet tempur siluman yang berbeda dari yang lainnya memang merupakan proyek jangka panjang. Hasilnya tidak dapat dinikmati secara instan. Dibutuhkan dana yang besar dan sumber daya manusia yang mumpuni dan harus siap dengan resiko merugi bila proyek tersebut gagal. Tapi akan sangat menguntungkan bila jet tempur yang diproduksi tersebut diminati oleh pasar pertahanan dunia.

KFX Indonesia Korsel
Untuk saat ini, Angkatan Udara AS jelas memiliki keunggulan karena F-22 Raptor mereka sudah siap pakai disamping F-35 yang sudah dalam tahap perampungan. Sekedar informasi, saat ini Indonesia juga bekerjasama dengan Korea Selatan untuk membuat jet tempur siluman masa depan. Proyek Indonesia-Korsel ini memiliki persentase keberhasilan yang cukup tinggi. Untuk saat ini, jet tempur Indonesia Korsel ini disebut dengan KFX.

0 F-35 Mengisi Bahan Bakar di Udara (Foto)

Mengisi bahan bakar di udara

Gambar keren dari F-35 Joint Strike Fighter (JSF). Menunjukkan F-35 JSF sedang dalam usaha mengisi bahan bakar dari cantelan sayap sebuah pesawat KC-10 Extender penyuplai bahan bakar. Gambar ini diambil pada 21 April lalu di AS.

0 Senjata Anti Satelit China Ancam GPS Amerika


Senjata anti satelit China

ARTILERI - China saat ini dikabarkan sedang bersiap untuk melakukan lagi sebuah uji senjata anti-satelit (anti-satellite weapons test/ASAT) yang menempatkan Global Positioning System (GPS) milik AS dalam resiko. Media pemerintah China saat ini menegaskan bahwa Beijing juga memiliki hak untuk melaksanakan tes tersebut dan sebagai "kartu truf" untuk menghadapi Washington.
Menurut sebuah media di Amerika Serikat, China akan melakukan tes ASAT kontroversialnya pada bulan ini, mungkin 1 atau 2 minggu kedepan. Pada tahun 2007 dan 2010, China melakukan tes serupa. Rumor yang beredar selama beberapa bulan terakhir menunjukkan bahwa pejabat-pejabat pertahanan dan komunitas intelijen AS meyakini saat China sedang mempersiapkan untuk melakukan tes lain ASAT.
Tes ASAT China sebelumnya menimbulkan kekhawatiran bagi India, hal ini dinyatakan oleh pejabat pertahanan India dengan mengatakan bahwa New Delhi juga harus memiliki teknologi seperti itu - jika bukan karena bantuan Rusia, rasanya tidak mungkin saat ini India bisa mengembangkan teknologi semacam itu-.
"Tepat sebelum Natal, seorang pejabat tinggi di pertahanan AS mengatakan bahwa pemerintahan Obama sangat prihatin dengan tes ASAT yang akan dilakukan China," Gregory Kulacki, analis senior untuk China mengatakan dua hari lalu.
"Mengingat kekhawatiran dan praktek China di masa lalu, tampaknya kuat dugaan China akan melakukan tes ASAT dalam beberapa minggu ke depan. Jenis tes dan apa yang menjadi target belum diketahui," tulis Kulacki dalam laporannya. Bereaksi terhadap laporan tersebut, sebuah editorial Global Times mengatakan bahwa kekhawatiran akan tes ASAT China yang menempatkan satelit strategis AS dalam resiko hanya dibesar-besarkan saja.
"China dilaporkan melakukan tes anti-satelit pada awal tahun 2007, yang menyebabkan perbincangan dunia. Beberapa analis mengatakan bahwa bahkan jika China benar-benar sekali lagi meluncurkan tes ASAT, itu tidak akan menjatuhkan satelit," lanjut Kulacki tanpa menyatakan jenis tes apa yang akan dilakukan China.
"Apakah China kembali akan meluncurkan test ASAT masih belum diketahui. Namun China harus melanjutkan penelitian substantif pada striking satellites. Di masa mendatang, kesenjangan teknologi antara China dan Amerika Serikat tidak dapat dibiaskan dengan pembangunan senjata ruang angkasa China, "kata editorial itu. "Keunggulan AS sangat banyak. Sebelum ketidakpastian strategis antara China dan AS dapat hilang, China harus memiliki kartu truf untuk program luar angkasa," katanya.
Kebijakan publik China adalah misi damai program ruang angkasa, yang memang menjadi keinginan nyata China. Terlepas dari china memiliki kepentingan skala besar untuk berlomba dengan program ruang angkasa AS, China dan Rusia sebelumnya memang sudah bersama-sama memulai program untuk menghindari perlombaan senjata di luar angkasa pada tahun 2008 lalu, namun usulan ini ditolak oleh AS.
"Dari latar belakang ini, maka perlu bagi China untuk memiliki kemampuan guna menyerang satelit AS. Jera ini dapat memberikan perlindungan strategis untuk satelit China dan keamanan nasional seluruh negeri itu ", katanya.
AS akan terus mengganggu dan bahkan menghalangi China mengembangkan kemampuan ruang angkasanya. China harus melakukan penyesuaian taktis untuk mengurangi masalah ini. Ini adalah kunci bagi China untuk memiliki kemampuan pembalasan strategis. Ini adalah perlindungan bagi China untuk mencegah AS dari mengambil tindakan berisiko terhadap China dalam masa transisi yang besar.
Tes yang direncanakan oleh China di latar belakangi dari peluncuran GPS China sendiri yang disebut Beidou Navigation Satellite System (BDS) yang saat ini sedang digunakan oleh militer dan sejumlah badan-badan resmi china.

Rencana China Luncurkan Lebih dari 20 Satelit

Beberapa pejabat AS menduga China ingin mencapai hasil yang lebih baik ketimbang hasil yang dicapai pada 2007 atau 2010, menargetkan 12.000 mil objek atau lebih di atas permukaan bumi. Kemampuan untuk mencapai Medium-Earth Orbit (MEO) secara teoritis bisa menempatkan konstelasi satelit navigasi GPS AS beresiko, sebuah laporan di Space.Com mengatakan.
"Tetapi ada alasan yang baik bagi China untuk tidak menghancurkan satelit di orbit ini, termasuk bahwa China berencana untuk menggunakan ini bagian program ruang angkasnya," tulis Kulacki. "Menciptakan puing-puing di luar angkasa, akan mengancam satelit mereka sendiri. Selama beberapa tahun berikutnya, China berencana untuk menempatkan lebih dari 20 satelit navigasi baru di MEO, "tulisnya.
Kulacki mendesak pemerintahan Obama untuk mencoba menghalangi China dari melakukan setiap tes ASAT yang merusak/beresiko. Baik Amerika Serikat dan Uni Soviet telah meninggalkan tes semacam ini karena program antariksa mereka sudah matang, ia menambahkan.
"Mudah-mudahan, China akan memiliki kesimpulan yang sama," tulis Kulacki dengan menambahkan bahwa "memulai dialog bilateral yang penting bagi keamanan ruang antara Amerika Serikat dan China bisa menyelesaikan masalah ini." (artileri.org)

Selasa, 09 April 2013

0 Kekuatan Militer Korut VS Korsel

Tentara Korea Utara
Militer Korea Utara mengatakan telah menyetujui rencana untuk melakukan serangan nuklir terhadap sasaran-sasaran AS. Ini merupakan ancaman terbaru Korea Utara dari serangkaian ancaman apokaliptik yang telah meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea.

Banyak analis mengatakan bahwa retorika Korea Utara itu adalah untuk konsumsi internal yang dimaksudkan untuk meningkatkan otoritas pemimpin muda Kim Jong-Un atas militernya yang kuat. Namun, para analis itu juga melihat kemungkinan situasi ini bisa lepas kendali, dengan provokasi di perbatasan akan memicu konflik yang lebih luas, bahkan perang yang sesungguhnya.

Berikut adalah beberapa fakta tentang kemampuan dari persenjataan konvensional dan nuklir dari kedua militer Korea di semenanjung Korea dan beberapa skenario kemungkinan konflik.

Kekuatan Militer Korut VS Korsel


Korut memiliki 1,2 juta tentara yang merupakan terbesar kelima di dunia, 4.100 tank, 8.500 artileri dan 5.100 peluncur roket ganda (MRL) dan sekitar 620 pesawat tempur.

Korut juga memiliki 600 rudal Scud yang mampu menghantam sasaran di Korsel, ditambah 200-300 rudal lain yang bisa mencapai Jepang.

Korut memiliki cukup plutonium untuk membuat 4-8 bom nuklir, namun hingga kini belum diketahui secara pasti apakah Korut juga menguasai teknologi untuk menggunakan nuklir sebagai hulu ledak rudal.

Para analis persenjataan juga menilai alutsista Korut sudah banyak yang usang dan tidak dapat beroperasi karena kurangnya bahan bakar dan suku cadang. Namun, artileri dan rudal konvensional Korut masih menjadi hal yang menakutkan, karena bisa menyebabkan banyak korban dan kerusakan parah di Seoul, yang terletak hanya 50 kilometer dari selatan perbatasan.

Korut juga diyakini memiliki hingga 5.000 ton senjata kimia yang didistribusikan dengan menggunakan artileri dan rudal.

Jumlah tentara Korsel adalah 655.000 dan didukung oleh tentara AS yang berbasis di Korsel sejak perang 1950-1953 dan total saat ini berjumlah 28.000 tentara. Korsel memiliki 2.400 tank tempur ditambah 50 tank AS, 5.200 artileri dan 200 roket peluncur ganda.

Korsel memiliki sekitar 460 pesawat tempur ditambah 90 dari AS, namun meskipun jumlahnya lebih sedikit dari Korea Utara, alutsista udara Korsel ini unggul dalam kualitas dibanding milik Korut. Di laut, Korsel mampu menyebarkan 19 kapal tempur utama, dibandingkan Korea Utara yang hanya mampu menyebarkan 3 unit saja.

Bala bantuan besar AS juga akan dikirim ke semenanjung Korea jika perang terjadi, untuk memperkuat pasukan, berbagai jenis alutsista termasuk tank dan artileri sudah dikerahkan di tanah Korsel.

Payung Nuklir AS

Militer AS memang sudah menarik seluruh persenjataan nuklir taktis dari Korsel pada tahun 1991 dan Korea Selatan saat ini tidak memiliki senjata tersebut. Namun AS menjamin "payung nuklir" akan datang bila sekutunya tersebut diserang bom atom.

Kemungkinan Apa yang Akan Terjadi

Sebagian analis menilai kemungkinan yang akan terjadi adalah tidak ada. Namun Korut mungkin saja menggelar provokasi di perbatasan seperti penembakan terhadap pulau Yeonpyeong Korsel pada tahun 2010, yang menewaskan empat orang.

Insiden tersebut meningkat dengan cepat dan militer Korsel berjanji akan membalas apabila terjadi serangan lagi setelah sebelumnya dikritik karena responnya yang lemah atas kejadian tahun 2010. Pakta Korsel-AS yang ditandatangani bulan lalu melegalkan respon militer bersama bahkan untuk provokasi tingkat rendah dari Korut.

Jika Perang Terjadi

Meskipun ancaman Korut mengerikan, banyak analis meyakini Korut tidak akan mengambil risiko pemusnahan dengan meluncurkan serangan nuklir terhadap pasukan AS atau Korsel.

Sebagian besar tentara dan senjata konvensional Korut sudah berbasis di dekat perbatasan dengan Korsel, secara teoritis Korut bisa menginvasi Korsel dengan cepat seperti pada tahun 1950.

Kemungkinan serangan awal Korut adalah serangan artileri yang akan menghancurkan posisi militer Korsel di perbatasan dan di Seoul sendiri.

"Saya yakin kita akan mampu menghentikan serangan (Korut). Namun tetap saja akan ada banyak kehancuran, saya tidak ingin memperkecil kemungkinan ini," kata Jenderal Walter Sharp, yang kemudian menjadi komandan militer di Korea Selatan, saat wawancara dengan Wall Street Journal pada 2011 silam.

Institut Internasional untuk Studi Strategis (IISS) yang berbasis di London mengatakan bahwa kedua belah pihak menghadapi bencana kerugian, tidak ingin berperang karena takut akan konsekuensinya.

"Bahayanya adalah bahwa perang akan dimulai dari perhitungan, mispersepsi dan eskalasi, daripada desain perang itu sendiri," kata IISS[artileri.org]

0 Militer AS Konfirmasikan Penyebab Jatuhnya F-18 di Teluk Persia


Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat mengkonfirmasikan sebab kecelakaan pesawatnya di perairan Teluk Persia, pada hari Senin (8/4) disebabkan oleh masalah pada mesin.

FNA (9/4) melaporkan, televisi Fox News menyebutkan bahwa dua awak pesawat naas milik Armada Kelima Angkatan Laut AS itu telah diselamatkan.

Sebelumnya, media massa Amerika Serikat mengkonfirmasikan jatuhnya pesawat F-18 Super Hornet di dekat kapal induk USS Dwight Eisenhower.(IRIB Indonesia/MZ)

0 Kota Ur Ditemukan, Muasal Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim atau Abraham, dikisahkan dalam kitab-kitab suci samawi diperintahkan untuk hijrah, keluar dari kota kelahirannya oleh Tuhan, Allah SWT.  Ia dijanjikan tanah yang lebih baik untuk kelangsungan kaumnya sebagai penyembah Tuhan yang monolitik.

Menarik, para arkeolog baru-baru ini menemukan sebuah kompleks bangunan dekat kota kuno Ur di Irak selatan, yang menjadi tempat tinggal dari Nabi Ibrahim.
 
Struktur itu diduga menjadi pusat pemerintahan Ur sekitar 4.000 tahun lalu. Menurut Alkitab, masa itu Abraham tinggal di sana sebelum berangkat menuju Kanaan.

Kompleks itu dekat lokasi Ziggurat yang sedang direkonstruksi, atau kuil Sumeria, kata Stuart Campbell dari Departemen Arkeologi Universitas Manchester, yang memimpin penggalian.

"Ini adalah penemuan yang menakjubkan," kata Campbell, Kamis, 4 April 2012. Kompleks itu begitu luas, sekitar ukuran lapangan sepak bola atau sekitar 80 meter di setiap sisi. Para arkeolog mengatakan kompleks seukuran dan seusia itu merupakan hal yang langka.

"Tampaknya itu adalah semacam bangunan publik. Ini mungkin merupakan gedung administrasi, mungkin memiliki hubungan agama atau pengawasan barang ke kota Ur," katanya kepada The Associated Press.

Kompleks ruangan di sekitar halaman besar itu ditemukan 20 kilometer dari Ur, ibu kota terakhir dari dinasti kerajaan Sumeria yang peradabannya berkembang 5.000 tahun yang lalu.

Artefak ditemukan di situs purbakala dekat rumah Nabi Ibrahim.Campbell mengatakan salah satu artefak yang mereka temukan adalah sebuah plakat liat berukuran 9 sentimeter yang menunjukkan seseorang mengenakan jubah panjang mendekati tempat suci.

"Selain artefak, situs itu dapat mengungkapkan kondisi lingkungan dan perekonomian daerah itu melalui analisis sisa-sisa tanaman dan hewan," ujar tim arkeologi.

Penggalian dimulai bulan lalu ketika satu tim Inggris beranggotakan enam orang bekerja sama dengan empat arkeolog Irak memelakukan penggalian di Tell Khaiber, provinsi Thi Qar, sekitar 320 kilometer di selatan Baghdad.

Tim Campbell adalah penggalian arkeologi tim Inggris pertama di Irak selatan sejak tahun 80-an. Penggalian itu juga diarahkan oleh Dr Jane Moon dari Manchester University dan arkeolog independen Robert Killick.

Dekade perang dan kekerasan telah membuat arkeolog internasional menjauh dari Irak, yang menjadi lokasi banyak situs arkeologi yang belum tereksplorasi. Namun, penggalian itu menunjukkan bahwa misi kolaboratif tersebut masih mungkin dilakukan di beberapa bagian Irak yang relatif stabil, seperti yang didominasi Syiah di selatan.

Penemuan-penemuan tersebut semakin mengungkap sejarah manusia berabad lalu, ketika paganisme masih dianut sekian banyak orang, ketika kitab-kitab suci belum lahir di muka bumi.




 
Sumber:
tempo

0 Ini Bukti Reaktor Nuklir Israel Berbahaya

Reaktor Nuklir Israel, Dimona
Seorang ilmuwan nuklir Israel memperingatkan ancaman yang ditimbulkan oleh reaktor nuklir Dimona terhadap lingkungan disebabkan instalasi tersebut telah menua. Profesor Uzi Even, mantan anggota Komisi Energi Atom Israel mengatakan, instalasi nuklir Dimona harus ditutup. Demikian dilaporkan Press TV.
Pada tahun lalu, sekitar 70 pegawai pembangkit Dimona yang menderita kanker mengajukan tuntutan hukum terhadap Komisi Energi Atom Israel atas kurangnya langkah-langkah keamanan yang tepat. Para korban mengatakan bahwa kanker yang mereka derita akibat tingginya radiasi radioaktif yang ditimbulkan oleh instalasi Dimona.
Menurut mereka, para pejabat Tel Aviv telah berjanji akan melindungi mereka dan memantau tingkat radiasi radioaktif yang disebabkan oleh reaktor nuklir dimona, namun hingga sekarang justru sebaliknya yang terjadi. Peningkatan kasus penderita kanker, kemandulan dan kelahiran abnormal di selatan Tepi Barat disinyalir terkait dengan kebocoran uranium di pembangkit listrik tenaga nuklir Dimona.
Reaktor nuklir Dimona telah berumur 48 tahun, di mana para ahli memperingatkan bahwa kebocoran dapat mencapai Yordania, Suriah, Mesir dan bahkan Libya. [republika]

0 Internet Terganggu? Mungkin Karena Letupan ini

Badan Antariksa dan Aeronautika Nasional (NASA) mengungkapkan matahari meletupkan partikel radiasi korona (CME) ke arah bumi pada Jumat (15/3)

"Matahari meletupkan partikel radiasi korona (CME) ke arah bumi dan dampaknya dapat dirasakan pada satu atau tiga hari setelah kejadian tersebut," kata laman resmi NASA www.nasa.gov pada Ahad (17/3).
 
Badan tersebut mengungkapkan, dampak radiasi dapat berupa gangguan kinerja terhadap peralatan elektronik di satelit dan bumi.

Pengamatan dari Badan Pengawas Urusan Terestrial Surya (STEREO) dan Badan Pengawas Heliosfer dan Surya dari NASA menjelaskan kecepatan letupan mencapai sekitar 1.448 kilometer per detik.

"Jika merunut pada sejarah, letupan radiasi matahari dengan kecepatan tersebut menyebabkan dampak menengah hingga berat kepada bumi," kata laman NASA itu.

Selain itu, NASA memberi peringatan kepada operator pesawat antariksa Spitzer dan Messenger bahwa gelombang radiasi badai matahari akan melalui kedua sarana tersebut.

"Kejadian tersebut hanya berdampak kecil pada pesawat antariksa dan perlu diperhatikan oleh operator pesawat karena partikel surya bisa menganggu peralatan elektronik dalam komputer," kata laman NASA.

Badai radiasi korona, yang langsung mengarah ke bumi, dapat menyebabkan fenomena cuaca antariksa, seperti, badai geomagnetis ketika bergesekan dengan selubung magnet bumi, magnetosfer, selama beberapa saat.

Badai radiasi korona adalah fenomena di bintang matahari, yang dapat melepaskan partikel tenaga surya ke ruang angkasa.
Sumber:
Antara - metrotvnews

search

YANG NYASAR DI BLOG