Pages

Sabtu, 09 Juni 2012

0 Berniat Membunuh Musuh, Berarti Jiwa Kita Juga Terancam

Di zaman dahulu kala terdapat seorang raja yang memiliki banyak budak. Pada suatu malam, salah satu budak yang menentang kekejaman sang raja, melarikan diri dari istana dan bersembunyi dari kejaran tentara kerajaan. Ketika mendengar berita ini, sang raja sangat murka dan memerintahkan pengawalnya mencari budak tersebut. Perdana Menteri yang sebelumnya memiliki dendam kesumat dengan sang budak memimpin pencarian ini. Ia membagi pasukannya menjadi empat kelompok dan masing-masing dikirim ke setiap sudut kota untuk mencari budak pelarian.

Sang menteri memahami dengan betul jika berhasil menemukan budak ini maka ia akan dengan mudah membujuk raja untuk membunuh budak pelarian ini. Sementara itu, semua orang sejak lama mengetahui bahwa mereka yang mengabdi kepada raja kemudian melarikan diri maka hukuman mati adalah balasannya. Sang menteri sangat gembira ketika mendengar budak tersebut melarikan diri. Pasalnya sang budak sangat cerdik dan ketika berdekatan dengan raja ia selalu dapat menyelesaikan permasalahan rumit di saat sang menteri tidak mampu menyelesaikannya. Perdana menteri pun menelan hinaan di hadapan raja karena ketidakmampuannya itu.

Di sisi lain, sang budak semakin tinggi posisinya dihadapan raja. Oleh karena itu, tak heran jika menteri ini sangat mendendam budak ini dan senantiasa mengharap kematiannya. Akhirnya setelah melakukan pencarian secara teliti, menteri ini berhasil juga menemukan budak pelarian dari istana. Dengan gembira, menteri membawa budak ini kehadapan raja. Raja yang sejak lama mengetahui permusuhan menterinya dengan budak ini bertanya, "Wahai menteriku! Menurutmu apa yang harus kita lakukan terhadap budak ini? Apakah ia akan kita bebaskan karena kecerdikannya atau kita serahkan kepada algojo untuk dipenggal kepalanya?

Dengan gembira menteri berkata, "Selain kematian, balasan apa yang pantas untuk budak yang tak tahu diri ini ? Wahai raja, sebelumnya anda telah mengumumkan bahwa budak yang berani melarikan diri dari istana maka kematian adalah hukumannya. Jika anda menjatuhkan hukuman mati kepadanya maka budak-budak yang lain akan mendapat pelajaran dan kemudian hari peristiwa ini tidak akan terulang kembali."

Sementara itu, sang raja yang mengetahui kecerdikan budak ini dan tidak berniat menghukum mati terhadapnya, maka terpaksa ia memerintahkan hukuman mati kepada sang budak karena menuruti nasehat menterinya. Namun demikian raja sebenarnya memiliki tujuan lain, yaitu ingin mengetahui reaksi budak yang terkenal cerdik ini. Apakah kecerdikan sang budak akan menolongnya dari kematian atau tidak. Budak ketika mendengar perintah raja, di bibirnya tersungging senyum yang mengejek dan pandangan penuh kecerdikan ditujukan kepada menteri yang dungu ini.

Ketika itu, sang budak maju menghadap raja dan berkata, "Wahai junjunganku! Anda yang membesarkan hamba. Hamba tidak ingin darahku tumpah tanpa sebab dan di akhirat nanti anda akan mendapat siksaan Tuhan. Mengapa kamu membunuh orang yang tak berdosa?"

Dengah takjub raja bertanya, "Kamu tidak berdosa?

Budak berkata, "Iya, saya benar-benar tidak berdosa. Tak ada keraguan dalam hal ini."

Raja berkata, "Dosa apa yang lebih besar dari meninggalkan pengabdian kepada raja."

Budak menjawab, "Benar, ini adalah dosa besar, dosa yang tak terampuni. Dalam pandangan anda dan menteri ini, hamba adalah orang yang berdosa, namun di sisi Tuhan hamba adalah orang yang tidak berdosa. Hamba tidak mengerjakan perbuatan yang membuat Tuhan murka. Hamba lari demi meraih kebebasan dan ini bukan suatu dosa dalam pandangan Tuhan. Menurut hamba juga ini bukan suatu perbuatan dosa. Jika anda membunuh hamba maka anda menanggung darah hamba dan nanti di akhirat anda harus memberikan pertanggung jawaban atas tindakan tuan ini."

Raja yang menyadari kecerdikan budaknya ini berusaha membawanya ke arah yang dituju budak cerdik ini. Oleh karena itu, ia berkata, "Baiklah jika kamu merasa benar. Namun sebagai raja, aku pun berhak menghukum mereka yang bersalah dan melanggar peraturanku. Dan menurutku, kamu bersalah telah melarikan diri dari istana. Kamu mengetahui dengan jelas peraturanku bahwa setiap budak yang melarikan diri dari istana maka hukumannya adalah mati."

Dengan tenang budak itu berkata, "Benar. Hamba mengetahui peraturan ini dan hamba tidak berharap anda menyalahi peraturan yang anda buat. Ini adalah hak anda, namun anda harus memiliki dalil kuat untuk menghukum mati hamba. Sebuah alasan yang membuat Tuhan rela atas hukuman mati ini dan begitu juga hamba."

Dengan takjub raja bertanya, "Sebuah dalil yang masuk akal? Menurutmu sendiri, dalil apa yang membuat diriku mampu membunuhmu dan dosanya tidak menjadi tanggung jawabku nantinya?"

Budak berkata, "Tak jadi masalah. Serahkan saja hal ini kepada hamba. Hamba sendiri akan mencari dalil yang masuk akan untuk hal ini. Sebuah alasan yang paling bagus dan semua orang akan puas dengan kematian diri hamba."

Dengan kemarahan yang dibuat-buat, raja berkata, "Jangan ngelantur. Cepat katakan alasan apa yang membuat diriku mampu membunuhmu?"

Budak berkata, "Wahai raja yang bijaksana! Ijinkan diriku membunuh menterimu ini!"

Dengan takjub raja bertanya, "Kamu akan membunuh perdana menteriku? Untuk apa?"

Perdana Menteri yang mendengar hal ini dengan marah memandang sang budak. Kemarahannya yang memuncak membuatnya tidak bisa berkata dan hanya menggigit bibirnya.

Budak berkata, "Ketika hamba membunuh menteri anda ini maka hamba menjadi pembunuh dan ketika itulah hamba berhak untuk dipenggal sebagai hukuman qisas."

Ketika itu, dengan tertawa raja memandang perdana menterinya dan berkata, "Bagaimana pendapatmu?"

Perdana Menteri menundukkan kepalanya karena malu dan berkata, "Selama ia tidak membahayakan diriku maka bebaskanlah dirinya karena keridhaan Tuhan. Yang berdosa adalah diriku karena memusuhinya dan hamba lalai dengan petuah para cendikiawan, "Ketika kamu berniat membunuh musuhmu maka ketahuilah kamu juga terancam".
source: (IRIB Indonesia)

Kamis, 07 Juni 2012

0 19 Tahun Dikubur, Jasad Pejuang Palestina Masih Utuh

19 Tahun Dikubur, Jasad Pejuang Palestina Masih Utuh
Jenazah warga Palestina yang diserahkan Israel.
Israel menyerahkan 91 jenazah para pejuang Muslim kepada Palestina, termasuk 20 teroris yang melakukan aksi bunuh diri pada serangan di periode 1995-2006, di kota-kota Israel dan membunuh lebih dari 200 orang. Yang menakjubkan, dari puluhan jasad tersebut, ada satu jenazah yang masih utuh meski sudah 19 tahun dikuburkan. Subhanallah.

Islammemo melaporkan, tubuh jenazah yang diketahui bernama Syahib Ahmad Muhammad itu terlihat seperti baru beberapa menit saja meninggal. Padahal, jenazah Syahib Ahmad itu telah dikebumikan pada 19 tahun silam di Tel Aviv.

Seorang pemuda yang ikut mengurus para puluhan jenazah tersebut mengungkapkan, ketika membuka tutup peti jenazah, ia menemukan tubuh jenazah Syahib Ahmad masih utuh tanpa kekurangan satu apapun.

Sekedar informasi, Syahib Ahmad meregang nyawa pada 24 April 1993 silam. Ia menningga dalam sebuah operasi perlawanan milieter di Kota Eilat yang dijajah Israel.

Jenazah-jenazah Palestina ini dikubur di makam militer di Tepi Barat Sungai Yordan yang diduduki Israel, di bagian khusus untuk pejuang musuh. Jenazah telah dikembalikan ke Ramallah dan Gaza, di mana Palestina akan kembali memakamkan 'orang-orang sahid'.
source:republika

0 Percakapan Bush dan Blair Jelang Serang Irak

Percakapan Bush dan Blair Jelang Serang Irak
George W Bush dan Tony Blair

Baru-baru ini, sebuah pengadilan di Inggris meminta agar perbincangan telepon Mantan PM Inggris Tony Blair dan Mantan Presiden AS George W Bush dibeberkan.

Obrolan mereka berlangsung pada 2003, hanya dua hari sebelum invasi terhadap Irak. Perbincangan ini juga disinyalir sebagai keputusan resmi yang mereka ambil untuk menghancurkan Timur Tengah dengan menyerang Saddam Hussein.

Pengadilan meyakinkan bahwa akuntabilitas dari keputusan untuk memakai aksi militer terhadap negara lain ini sangat penting. Dengan kata lain, kita harus mendengarkan percakapan antara Tony dan George.

Beruntungnya, Albawaba karena kami bisa mendapatkan transkripnya dari Gedung Putih. (Kami memeras Gedung Putih dengan mengirimkan foto Presiden Obama yang tengah menghisap shisa).

Investigasi yang dilakukan oleh seorang mahasiswa kelas Pembelajaran Sosial di North Dakota mengungkapkan bahwa sebenarnya percakapan ini dilakukan secara langsung.
Percakapan terjadi atas permintaan Bush di Sizzler, sebuah restoran di Texas, pada 17 Maret. (Ia memilih Senin malam karena ketika itu setiap malam Senin Sizzler mengadakan All You Can Eat Udang).
Hati-hati, percakapan ini mungkin tidak sesuai bagi beberapa orang dewasa karena kontennya yang kekanak-kanakan.

(Secret Service memakai kode bagi kedua orang tersebut: Bush adalah Chuck Norris dan Blair adalah seseorang dari Inggris. Kami telah mengubah nama mereka menjadi nama aslinya).

Bush: Hai kau si keras kepala! (Sambil meng-headlock kepala PM dan mengacak-acak rambutnya dengan jemarinya). HaHaHa, ternyata banyak yang sepertinya! (Ia melepaskannya) bagaimana kabarmu, anak mama? (Mama mengacu pada Ratu)

Blair: (membetulkan rambutnya dan tertawa kikuk) Aku baik-baik saja. Aku harap tadi kamu tak melakukan hal seperti itu, tapi itu lebih baik daripada the wedgie yang kau berikan pada David. Oh iya, ucapkan terimakasih pada Richard karena telah menjemputku di bandara menggunakan pick-up.

Bush: Oh jadi karena itu kau sekarang berbau Marlboro Lights dan taco! Aku benci bermobil dengannya! (Wakil Presiden Dick Cheney) ia merokok seperti cerobong asap. Dasar si pemarah tua itu. Baiklah, ayo kita membicarakan bisnis.

Blair: Bagus

Bush: Ini rencananya. Bagaimana kalau kita ke salad bar dulu, lalu mengambil steak dan menutupnya dengan segunung udang! Sebagai informasi, makanan laut membuatku sering kentut.

Blair: Oh. Aku sudah makan di pesawat. Bukankah tempat ini hanya sebagai samaran? Maksudku, ini sangat cerdas. Siapa yang mengira kepala negara bakal datang kemari? (Bush menyimpan kembali piringnya ke meja, lalu duduk. Tetapi ia masih melihat bar udang) Sepertinya kita tidak memiliki hal yang bagus untuk melawan Saddam. Teori Senjata Penghancur ini telah benar-benar gagal.

Bush: Sekarang dengarkan aku. Orang ini mencoba untuk membunuh ayahku. Selain itu, si tua Wolfy (Paul Wolfowitz) berkata jika kita menjadikan Irak sebagai pangkalan strategis, begini temanku, kita akan mandi menggunakan minyak dan mengisi bensin pakai air.
Blair: aku tak tahu apa artinya itu, tapi aku menyukainya! Ayo kita tangkap dia! Kau tahu tidak, aku sepertinya akan makan. Aku selalu kelaparan setelah mengambil keputusan besar.

Bush: Anak yang baik, Tony! Ngomong-ngomong, makanannya aku yang bayar tapi minumannya kamu bayar sendiri.

Blair: Bagus sekali. Aku akan mengambil.. (Mencium bau) tunggu, bau apa ini..

Bush: Hehe, maaf teman. Tadi aku makan beberapa udang ketika aku menunggu pantat Inggrismu tiba. Sekarang, ayo kita berlari ke tempat sup!

Keterangan:
headlock: gerakan mencekik leher orng lain dibawah ketiak
Wedgie: menarik celana dalam seseorang dari belakang

source: republika

0 Di Balik Kehadiran 60 Persen Armada AL Amerika di Samudera Pasifik

Manuver gabungan angkatan laut Jepang, Amerika Serikat dan Australia telah dimulai.Manuver angkatan laut AS, Jepang dan Australia selama tiga hari telah dimulai Rabu (6/6) di perairan Kyushu di tenggara negara ini. Manuver selama tiga hari ini melibatkan kapal perang, pesawat tempur dan kapal selam ketiga negara. Ini merupakan latihan militer gabungan kelima ketiga negara sejak 2007. Selain itu, media massa Jepang juga melaporkan tibanya empat kapal perang India ke perairan negara ini untuk melakukan latihan perang bersama Jepang.

Panglima angkatan laut Jepang menilai latihan perang ini sebagai kesempatan yang tepat untuk menggalang kerjasama antara Tokyo dan sekutunya di kawasan. Ia berharap manuver ini dapat mengokohkan kerjasama bilateral kedua negara.

Meningkatnya manuver perang di wilayah Barat Samudera Pasifik dan di dekat perairan Cina terjadi di saat Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta di safarinya ke  Asia menegaskan bahwa Washington di seluruh kawasan Lautan Teduh memiliki kepentingan yang sangat urgen. Oleh karena itu, ia mengkonfirmasikan rencana Pentagon untuk menempatkan 60 persen armada lautnya di Samudera Pasifik. Ia menambahkan bahwa Washington berencana menggelar latihan perang secara periodik dengan Jepang, Korea Selatan, Thailand, Filipina dan Australia di kawasan ini untuk menjaga kepentingannya.

Bersamaan dengan berbagai manuver perang gabungan dengan negara kawasan, AS juga menempatkan militernya di pangkalannya di negara kawasan dengan berbagai dalih seperti bantuan kemanusiaan. Kebijakan ini sepertinya lebih ditujukan untuk membuat kondisi di kawasan semakin tak aman. Oleh karena itu, eskalasi pergerakan militer AS di kawasan dan upayanya untuk menggandeng negara-negara penting regional kian menambah kekhawatiran yang ada.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov saat diwawancarai mengutuk kebijakan AS memperluas kehadiran militer dan penempatan sistem anti rudal Washington. Sikap AS ini menurut Lavrov bertentangan dengan keinginan mayoritas negara untuk menciptakan multi kutub di pentas internasional.

Tak hanya Rusia, Cina pun mereaksi keras keputusan AS untuk menempatkan lebih banyak lagi armada lautnya di Samudera Pasifik. Menurut para pengamat, AS berusaha menguasai perairan penting dunia untuk mensukseskan ambisinya menguasai dunia. Selain ingin menguasai Samudera Pasifik, Amerika juga berangan-angan menguasai Selat Malaka. Mengingat posisi strategis selat ini di mana separuh perdagangan dunia melalui Selat Malaka maka keamanan kawasan ini menjadi isu paling hangat di kawasan.

Di sisi lain, Gedung Putih memanfaatkan kekhawatiran ini dengan membujuk negara kawasan guna menggelar manuver perang gabungan dengan Washington demi mengontrol kondisi di kawasan sesuai dengan keinginan Amerika Serikat.
source: irib.indonesia

0 KEUTAMAAN BULAN RAJAB

Jauhnya sebagian umat Islam dari ajaran agamanya mengakibatkan mereka tak mampu membedakan antara ajaran agama atau bukan. Sesuatu yang merupakan ajaran agama terkadang dipandang bukan ajaran agama. Sebaliknya, sesuatu yang bukan ajaran agama justru dipandang sebagai ajaran agama.
Di sinilah peran ilmu syar’i sangat penting dan menentukan, sehingga seseorang tak salah dalam mengklasifikasikan suatu persoalan, ushuliyah kah (pokok/prinsip) atau tergolong masalah furu’iyah (cabang) yang di dalamnya terbuka pintu ijtihad dan perbedaan pendapat.
Di sisi lain, ada beberapa persoalan yang secara jelas termasuk yang diada-adakan dalam agama ini yang seharusnya ditinggalkan karena tidak berdasarkan dalil yang jelas dan tegas, tetapi diamalkan oleh sebagian besar umat Islam.
Untuk mengetahui dan menimbang dengan adil permasalahan ini, maka marilah kita menyimak artikel-artikel di bawah ini dengan harapan semoga bermanfa’at.

Jawabnya, mari kita simak apa yang dituturkan oleh Ibnu Hajar, “Tidak terdapat hadits shahih yang layak untuk dijadikan hujjah mengenai keutamaan bulan Rajab, berpuasa padanya, berpuasa dengan sesuatu tertentu (hari-hari tertentu) darinya ataupun melakukan shalat malam secara khusus padanya. Sudah ada orang yang terlebih dahulu memastikan akan hal ini dari padaku, yaitu Imam Abu Isma’il al-Harawy, al-Hâfizh. Kami meriwayatkan darinya dengan sanad yang shahih, demikian juga riwayat dari ulama selainnya.” (Lihat kitab Tabyin al-‘Ajab Fî Mâ Warada Fî Fadlli Rajab karya Ibn Hajar, h.6; as-Sunan wal al-Mubtada’ât karya asy-Syuqairy, h.125)

Beliau juga berkata, “Sedangkan mengenai hadits-hadits yang berbicara tentang keutamaan bulan Rajab, keutamaan berpuasa padanya atau berpuasa dengan sesuatu darinya secara jelas, maka dapat dikategorikan kepada dua jenis; hadits-hadits yang lemah (Dla’îf) dan hadits-hadits palsu (Mawdlû’). Kami memaparkan hadits-hadits yang lemah tersebut dan kami isyarakan juga kepada hadits-hadits yang palsunya…”(Lihat Tabyîn, Ibid., h.8). Lalu beliau memaparkan satu per satu hadits-hadits tersebut)

Seputar Shalat Raghâ`ib

Pertama, sifatnya (spesifikasinya).
Mengenai sifat/spesifikasinya terdapat hadits yang palsu (Maudlû’) dari Anas, dari Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam., bahwa beliau bersabda,
“Tidaklah seseorang yang berpuasa pada hari Kamis (Kamis pertama dalam bulan Rajab), kemudian dia melakukan shalat antara ‘Isya dan tengah malam, yakni pada malam Jum’at sebanyak 12 raka’at, dengan membaca pada setiap raka’atnya surat al-Fatihah satu kali dan surat ‘Innâ Anzalnâhu..(al-Qadr)’ sebanyak tiga kali, dan ‘Qul huwallâhu Ahad’ sebanyak 12 kali, antara setiap dua rak’at dipisahkan oleh satu salam, setelah menyelesaikan shalatnya, dia membaca shalawat kepadaku sebanyak 70 kali, mengucapkan ‘Subbûhun Quddûsun Rabbul Malâ`ikati War Rûh’ di dalam sujudnya sebanyak 70 kali, kemudian mengangkat kepalanya (I’tidal) seraya mengucapkan ‘Rabbighfir warham wa tajâwaz ‘amma ta’lam, innaka antal ‘azîzul a’zham’ sebanyak 70 kali, lalu mengucapkan bacaan yang sama seperti pada sujud pertama, kemudian memintakan hajatnya kepada Allah ; maka sesungguhnya ia pasti akan dikabulkan.” …Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, bersabda, “Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada seorang hamba laki dan wanita pun yang melakukan shalat ini kecuali akan diampuni Allah seluruh dosanya sekalipun sebanyak buih di lautan, sebanyak bilangan pasir, seberat gunung-gemunung dan sebanyak daun-daun pepohonan. Sebanyak 700 orang dari anggota keluarganya akan diberi syafa’at pada hari Kiamat sekalipun mereka itu orang-orang yang dipastikan masuk neraka.” (Lihat, Ihyâ` ‘Ulûm ad-Dîn karya al-Ghazaly, Jld.I, h.202; Tabyîn, Ibid.,h.22-24)

Kedua, Ucapan Para Ulama Mengenainya.

  • Imam an-Nawawy

“Ia (shalat Raghâ`ib) adalah perbuatan bid’ah yang buruk lagi munkar (yang harus diingkari dengan sangat), mengandung beberapa kemungkaran. Karena itu, wajib ‘aib untuk ditinggakan dan tidak melakukannya serta mengingkari pelakunya.”(Lihat, Fâtâwa al-Imâm an-Nawawy, h.57)

  • Ibnu Taimiyyah

Mengatakan, “Adapun shalat Raghâ`ib tersebut tidak ada asalnya sama sekali bahkan ia perbuatna bid’ah, tidak dianjurkan baik melakukannya secara berjama’ah ataupun sendiri-sendiri. Di dalam Shahih Muslim terdapat hadits yang shahih bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, melarang untuk mengkhususkan malam Jum’at dengan shalat malam, atau hari Jum’at dengan berpuasa. Sedangkan atsar (hadits) yang menyebutkan hal itu adalah bohong dan palsu menurut kesepakatan para ulama dan tidak seorang ulama Salaf dan para imam pun yang menyebutkan ada asalnya .”(Lihat,Fatâwa Ibn Taimiyyah, Jld.XXIII, h.132, 134, 135)

Dalam hal ini, ath-Thurthûsyiy telah menjelaskan perihal bagaimana mula terjadinya,“Abu Muhammad al-Maqdisy memberitahukan kepadaku seraya berkata, ‘Kami di Baitul Maqdis (Palestina), tidak mengenal sama sekali apa itu shalat Raghâ`ib yang dikerjakan pada bulan Rajab dan Sya’ban. Awal mula terjadinya di tempat kami, yaitu pada tahun 448 H. Ketika itu, seorang laki-laki yang berasal dari Nables (Tripoli Lebanon) datang ke Baitul Maqdis, ia dikenal dengan nama Ibnu Abi al-Hamrâ` yang suaranya amat bagus. Pada malam Nisfu Sya’ban (pertengahan bulan, tgl 15) dia melakukan shalat malam di Masjid Aqsha….[hingga ke perkataannya: ) “Adapun mengenai shalat Rajab, tidak pernah terjadi pada kami di Baitul Maqdis kecuali setelah tahun 480 H. Kami tidak pernah melihat ataupun mendengar tentangnya sebelum itu.”(Lihat, al-Hawâdits Wa al-Bida’, h.103)

Dan di antara para ulama yang dengan tegas menyatakan kepalsuan hadits mengenai shalat Raghâ`ib tersebut adalah: Ibn al-Jawziy di dalam kitabnya, al-Maudlû’ât, Al-Hâfizh Abu al-Khaththâb dan Abu Syâmmah (lihat, al-Bâ’its ‘Ala Inkâr al-Bida’ Wa al-Hawâdits, h.61-67)

Sedangkan para ulama yang menyatakan secara tegas kebid’ahan perbuatan tersebut adalah: Ibn al-Hâjj (lihat, al-Madkhal, Jld.I, h.211), Ibn Rajab, Abu Ismâ’îl al-Anshâry, Abu Bakar as-Sam’âny, dan Abu al-Fadll bin Nâshir (lihat, Lathâ`if al-Ma’ârif, tahqiq al-Ustadz Yâsîn as-Sawwâs, h.228) Dan lain-lain (lihat, Muqaddimah Musâjalah al-‘Izz bin ‘Abd as-Salam Wa Ibn ash-Shalâh, h.87)

Sebuah Pengakuan Memalukan
Abu Syâmmah berkata, “Betapa banyak imam masjid yang berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya shalat itu tidak dikerjakan kecuali untuk menjaga hati (perasaan) orang-orang awam terhadapnya dan agar tetap berada di masjid karena takut dicopot.!’ Dalam hal ini, mereka telah melakukan shalat tanpa niat yang shahih (benar) dan pelecehan terhadap kondisi berdiri tegak di hadapan Allah Ta’ala. Andaikata hanya dengan alasan ini saja perbuatan ini dianggap sebagai bid’ah, maka tentulah sudah cukup. Jadi, setiap orang yang meyakini disyari’atkannya shalat ini atau menilainya baik, maka faktor utamanya adalah alasan tersebut; tergiur dengan orang awam terhadap apa yang mereka yakini dan berdusta terhadap syari’at karenanya. Andaikata mereka itu diberi pengarahan dan diperkenalkan dengan hal ini setahun demi setahun, tentulah mereka sudah tidak melakukan itu lagi dan membatalkanya akan tetapi karena takut lenyapnya kekuasaan para pencinta bid’ah dan orang-orang yang menghidupkannya. Wallah al-Muwaffiq. Dulu para pemimpin Ahli Kitab tidak mau masuk Islam gara-gara takut kepemimpinan spritual mereka hilang. Karena itu, turunlah terhadap mereka ayat [surat al-Baqarah, ayat 79].” (lihat, al-Bâ’its ‘Ala Inkâr al-Bida’ Wa al-Hawâdits, h.105)

Hal-Hal Lain Yang Berkenaan Dengan Bulan Rajab

Dan banyak lagi hal-hal yang terkait dengan bulan Rajab namun tidak ada landasannya yang kuat, seperti:

  • Peringatan Isra` Mi’raj.

Kita sepakat bahwa peristiwa ini benar terjadi terhadap Rasulullah namun tidak terdapat dalil-dalil yang akurat kapan tepatnya perisitwa ini terjadi. Karena itu, Ibnu Hajar di dalam kitab Fath al-Bâry sampai menyebutkan sepuluhan pendapat.

Mengenai bahwa ia terjadi tanggal 27 Rajab, di sini akan kami sebutkan beberapa perkataan ulama:


  • Ibnu Hajar mengenai Ibnu Duhayyah, “Sebagian para pengarang cerita menyebutkan bahwa isra` terjadi pada bulan Rajab. Dia berkata, ‘hal itu bohong belaka.’ “ (lihat, Tabyîn, Op.cit)
  • Ibnu Rajab berkata, “Diriwayatkan dengan sanad yang tidak shahih, dari al-Qâsim bin Muhammad bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam melakukan isra` pada tanggal 27 Rajab namun hal itu diingkari oleh Ibrahim al-Harby dan ulama selainnya.” (Lihat, Zâd al-Ma’âd, karya Ibnu al-Qayyim, Jld.I, h.275; Fath al-Bâry, karya Ibn Hajar, jld.VII, h.242-243, perbedaan yang terjadi adalah seputar mi’raj (naik ke langit) lalu beliau menjelaskan bahwa ia terjadi pada bulan Rajab, ada yang menyebutkan, pada bulan Rabi’ul Akhir, bulan Ramadlan atau bulan syawwal dan yang benar adalah sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Taimiyyah berikut.
  • Ibn Taimiyyah berkata, “Tidak ada dalil yang dikenal baik mengenai bulannya, pertengahannya ataupun apa hakikatnya bahkan riwayat-riwayat mengenai hal itu terputus dan berbeda-beda, tidak ada satupun yang dapat dipastikan.” (Lihat, Lathâ`if al-Ma’ârif karya Ibn Rajab, h.233)

Jadi, kalaupun penentuan mengenai terjadinya malam isra` mi’raj itu valid, pastilah tidak akan disyari’atkan juga kepada siapapun untuk mengkhususkannya dengan sesuatu karena tidak ada hadits yang shahih dari Nabi ataupun salah seorang shahabat atau tabi’in bahwa mereka menjadikan kekhususan tersendiri bagi malam Isra` dari yang lainnya apalagi sampai mengadakan perayaan untuk memperingatinya, di samping bid’ah-bid’ah dan perbuatan-perbuatan munkar lainnya yang dilakukan pada perayaan itu.”

  • Menyembelih dan semisalnya.

Secara umum, menyembelih karena Allah pada bulan Rajab tidaklah dilarang seperti pada bulan-bulan lainnya, namun Ahli Jahiliyyah selalu menyembelih sembelihan pada bulan Rajab ini, yang disebut dengan ‘Atîrah. Mengenainya terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama, namun pendapat yang rajih (kuat) adalah bahwa pada mulanya ia dibenarkan tetapi kemudian dinasakh (dihapus). (Lihat, Lathâ`if, Op.cit., h.227; al-I’tibâr Fî an-Nâsikh Wa al-Mansûkh Min al-آtsâr karya al-Hâzimy, h.388-390)

Al-Hasan al-Bashry berkata, “Di dalam Islam tidak ada lagi ‘Atîrah sebab ia hanya ada pada masa Jahiliyyah di mana salah seorang mereka (orang-orang Jahiliyyah) berpuasa dan melakukan ritual ‘Atîrah (menyembelih pada bulan Rajab). (Lihat, Lathâ`if, ibid.,)

Ibn Rajab berkata, “Sama hukumnya dengan menyembelih pada bulan Rajab (‘Atîrah), menjadikannya (bulan Rajab) sebagai hari besar (perayaan) seperti makan manisan dsb. (Lihat, Lathâ`if, ibid.,)

  • Mengkhususkan I’tikaf Dan Puasa.

Ibn Rajab berkata, “Tidak ada sesuatupun (hadits ataupun atsar) yang shahih dari Nabi Shallahu ‘Alaihi Wasallam, maupun dari para shahabatnya terkait dengan keutamaan berpuasa pada bulan Rajab secara khusus.” ((Lihat, Lathâ`if, ibid.,h.228)

Ibnu Taimiyyah juga menyebutkan bahwa semua yang terkait dengan puasa pada bulan Rajab secara khusus adalah Dla’îf (lemah) bahkan Mawdlû’ (palsu). Beliau juga menyebutkan bahwa di dalam kitab Sunan Ibn Mâjah terdapat hadits yang menyatakan pelarangan puasa pada bulan Rajab sekalipun sanadnya perlu ditinjau kembali, namun –kata beliau- terdapat Atsar yang shahih dari Umar bin al-Khaththab bahwa dia memukuli tangan orang-orang agar meletakkan makanan pada bulan Rajab (maksudnya, agar makan) seraya berkata, “Jangan samakan ia dengan bulan Ramadlan. ”Sementara mengkhususkan tiga bulan; Rajab, Sya’ban dan Ramadlan untuk melakukan I’tikaf, tidak terdapat juga perintah atas hal itu. Yang semestinya, bahwa siapa saja yang melakukan puasa yang disyari’atkan dan dalam keadaan puasa itu dia ingin beri’tikaf, maka tidak disangkal lagi kebolehannya. (Lihat, Majmû’ al-Fatawa, Op.cit.,Jld.XXV, h.290-292)

Perlu diketahui, bahwa tidak dibolehkannya berpuasa secara khusus pada bulan Ramadlan, bukan berarti tidak boleh berpuasa sunnah padanya seperti dalil-dalil umum yang menganjurkan berpuasa senin-kamis, hari Bîdl (tiga hari dalam setiap bulan hijriah; tgl 13,14,15) dan sehari puasa sehari berbuka.

Menurut ath-Thurthûsyiy, hal itu dinilai makruh hukumnya karena salah satu dari tiga aspek:


  • Bila kaum Muslimin mengkhususkannya pada setiap tahun di mana orang-orang awam dan orang yang tidak mengerti tentang syari’at bahwa ia hukumnya wajib sebagaimana puasa Ramadlan karena kelihatan sekali puasa tersebut (bulan Rajab) dilakukan orang.
  • Meyakini bahwa melakukan puasa Rajab secara khusus itu merupakan sunnah yang valid dari Rasulullah seperti halnya sunnah-sunnah Rawatib.
  • Meyakini bahwa melakukan puasa pada bulan Rajab tersebut memiliki pahala khusus yang melebihi pahala pada bulan lainnya, bahwa ia sama kedudukannya dengan puasa ‘Asyura` dan seperti keutamaan shalat akhir malam atas pangkal malamnya. Jadi, disini dalam rangka keutamaan (Fadlâ`il) bukan sunnah atau fardlu. Ath-Thurthûsyiy mengomentari, “Andaikata memang demikian, tentu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, telah menjelaskanhya ataupun melakukannya sekalipun hanya sekali seumur hidup. Manakala beliau tidak melakukan hal itu, maka tidak benar (batil) bahwa ia memiliki keutamaan yang khusus. (Lihat, al-Bida’ wa al-Hawâdits, h.110-111; Tabyîn, Op.cit., h.37-38)


  • Melakukan Umrah.

Ada sebagian orang yang secara khusus pada bulan Rajab sangat antusias melakukan umrah karena menganggapnya memiliki keutamaan tersendiri. Ini tidak ada landasannya sama sekali. Imam al-Bukhary meriwayatkan dari Ibnu ‘Umar yang berkata, “Sesungguhnya Rasulullah melakukan empat kali umrah salah satunya di bulan Rajab. ‘Aisyah berkata, ‘Semoga Allah merahmati Abu ‘Abdirrahman (Ibn ‘Umar), tidaklah beliau melakukan umrah melainkan dia selalu menyaksikannya padahal beliau tidak pernah melakukan umrah pada bulan Rajab.’” (Lihat, Shahih al-Bukhary, hadtis no.1776)

Ibnu al-‘Aththâr mengatakan bahwa ada kebiasaan penduduk Mekkah melakukan banyak umrah pada bulan Rajab padahal tidak ada landasannya. (Lihat, al-Musâjalah, Op.cit.,h.56; Fatâwa asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahimi, Jld.VI, h.131)

Syaikh Ibnu Bâz juga menyatakan bahwa sebaik-baik waktu untuk melakukan umrah adalah pada bulan Ramadlan berdasarkan sabda Rasulullah, “Umrah pada bulan Ramadlan menyamai pahala haji.” Setelah itu, pada bulan Dzulqa’dah karena semua umrahnya terjadi pada bulan ini, sebagaimana hal ini merupakan pesan dari firman Allah agar kita meneladani Rasulullah. [Q.s.,al-Ahzâb:21]. (Lihat, Fatâwa Islâmiyyah, editor Ust.Muhammad al-Musnid, Jld.II, h.303-304)

  • Mengeluarkan Zakat.

Ada sebagian negara yang biasanya mengeluarkan zakat pada bulan Rajab.
Ibnu Rajab menyatakan bahwa hal ini tidak ada landasannya di dalam as-Sunnah maupun dari pada ulama Salaf. Beliau menegaskan bahwa manakala sudah mencapai nishab dan sudah mencapi haul (putaran setahun penuh) maka wajib zakat. (Lihat, Lathâ`if, Op.cit.,h.231-232)

  • Kritik Terhadap Sebagian Da’i

Ada sebagian da’i yang masih melakukan berbagai macam ritual pada bulan-bulan tertentu, termasuk bulan Rajab padahal mereka yakin sekali hal itu tidak disyari’atkan alias bid’ah namun mereka melakukannya karena alasan khawatir orang-orang hanya sibuk saja tanpa melakukan ibadah apapun bila mereka meninggalkan bid’ah-bid’ah yang biasa mereka lakukan itu.

Di samping bid’ah merupakan dosa yang amat besar setelah kesyirikan, orientasi di dalam berdakwah dan cara merubah yang seperti ini sangatlah berbahaya dan bertentangan dengan petunjuk Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Sewajibnya, orang-orang diajak untuk melakukan murni sunnah yang tidak akan lurus dien ini tanpanya.

Sufyan ats-Tsawry berkata, “Para ulama fiqih sering berkata, ‘tidaklah suatu ucapan mantap (lurus) kecuali diimplementasikan melalui perbuatan dan tidaklah ucapan dan perbuatan itu akan lurus kecuali melalui niat dan tidaklah akan lurus perkataan, perbuatan dan niat itu kecuali dengan melakukannya sesuai dengan sunnah.” (Lihat, al-Ibânah al-Kubra, karya Ibn Baththah, Jld.I, h.333)

Sepatutnya mereka (sebagian da’i) belajar as-Sunnah, mengajarkannya dan mengajak diri mereka dan orang-orang sekitar mereka untuk memperaktikkannya sebab Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam., bersabda, “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan (dalam agama) yang tidak pernah kami lakukan, maka ia tertolak.”

Alangkah indahnya ucapan Abu al-’Aliyah saat berkata kepada sebagian sahabatnya, “Pelajarilah Islam; bila sudah kamu pelajari, maka janganlah kamu benci terhadapnya. Hendaklah kalian berpegang teguh kepada jalan yang lurus (ash-Shirath al-Mustaqim), sebab ia adalah Islam itu sendiri dan janganlah kamu melenceng dari jalan yang lurus itu ke kanan atau ke kiri. Hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnah Nabi kalian dan hati-hatilah terhadap hawa nafsu-hawa nafsu ini yang melemparkan permusuhan dan kebencian di antara para pemiliknya…” (Lihat, Ibid.,h.338)

Sebelumnya, Hudzaifah pernah berkata, “Wahai para Qâri` (penghafal al-Qur’an), luruslah (mantaplah) sebab kalian sudah sekian jauh didahului dan jika kalian mengambil arah kanan atau kiri, maka pastilah kalian akan tersesat dengan sangat jauh sekali.” (Lihat, al-Bida’ Wa an-Nahyu ‘Anha karya Ibn Wadldlâh, h.10-11)

  • Khatimah

Para da’i dan umat saat ini dituntut untuk semata mengikuti Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dalam hal apapun sama persis seratus persen dengan tuntutan agar mereka semata berbuat ikhlash karena Allah Ta’ala bila mereka ingin diri mereka selamat dan agama mereka mendapatkan pertolongan dan berjaya. (Baca firman Allah, QS. al-Kahfi:110; al-Hajj: 40)

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua ke jalan kebaikan sebab Dia-lah Penunjuk jalan kebaikan. (Abu Hafshoh)

(Sumber: Diambil dari artikel berjudul, Fadlâ`il Syahr Rajab Fî al-Mîzân, karya Faishal bin ‘Aly al-Ba’dâny, dengan sedikit perubahan redaksi baik pengurangan atau penambahan)
Sumber : http://www.alsofwa.com

0 Siapakah Sebenarnya 7 Pemuda Dalam Kisah Ashabul Kahfi ?

SIAPA gerangan yang tidak tahu kisah Ashabul Kahfi? Kisah ini sangat terkenal baik bagi penganut agama Islam atau Kristen. Ashabul Kahfi dalam Islam yaitu kisah yang menceritakan 7 pemuda yang mendapat petunjuk dan beriman kepada Allah tertidur lelap dalam gua selama 309 tahun. Mereka melarikan diri dari kekejaman raja Dikyanus. Lokasi Gua : Banyak terjadi perselisihan faham tentang lokasi gua. Ada yang mengatakan berada di Suriah, ada pula yang mengatakan di Turkia, akan tetapi banyak yang berpendapat lokasi gua terdapat di Yordania di perkampungan Al-Rajib atau dalam Al-Quran di sebut Al-Raqim, yang berjarak 1.5 km dari kota Abu A’landa dekat kota Amman- Yordania. Info terakhir yang didapatkan bahwa Raja Abdullah ke 2 (Raja Yordania) telah meresmikan untuk mendirikan di muka gua Ashhabul Kahfi masjid dan ma’had yang diberi nama “Masjid Gua Ahlul Kahfi” dan Ma’had Da’wah dan Dai’. Nama nama Ashhabul Kahfi: Maksalmina, Martinus, Kastunus, Bairunu, Danimus, Yathbunus dan Thamlika adapun anjingnya bernama Kithmir. Sebab turun kisah ini dalam Al-Quran: Kisah dimulai dari seorang kafir datang kepada seorang Yahudi di Madinah. Dia memceritakan kepadanya bahwa Muhammad mengaku dirinya sebagai Nabi dan dia meminta nasehat kepadanya bagaimana caranya untuk membantahnya. Yahudi tadi berkata “Tanya kepada Muhammad tentang kisah Ashhabul Kahfi, jika dia mengetahunya maka ia benar sebagai Nabi”. Lalu orang kafir tadi bertanya kapada Rasulallah saw tantang kisah tersebut. Mereka menyangka beliau tidak mengetahuinya sehingga mereka bisa mengalahkan dan membantah beliau. Tapi apa yang terjadi. Allah perintahkan Jibril as agar segera turun dari langit menceritakan kepada Rasulallah saw kisah trb sebagaiman tertera dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Kahfi. 18:9. Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? 18:10. (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. 18:11. Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu, 18:12. kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah di antara kedua golongan itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal (dalam gua itu). 18:13. Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; 18:14. dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri lalu mereka berkata: “Tuhan kami adalah Tuhan langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran”. 18:15. Kaum kami ini telah menjadikan selain Dia sebagai tuhan-tuhan (untuk di sembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka?) Siapakah yang lebih lalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah? 18:16. Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu. 18:17. Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari itu terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. 18:18. Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka. 18:19. Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun. 18:20. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama-lamanya”. 18:21. Dan demikian (pula) Kami mempertemukan (manusia) dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: “Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka”. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: “Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya”. 18:22. Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) adalah tiga orang yang keempat adalah anjingnya, dan (yang lain) mengatakan: “(Jumlah mereka) adalah lima orang yang keenam adalah anjingnya”, sebagai terkaan terhadap barang yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan: “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya”. Katakanlah: “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit”. Karena itu janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka

Rabu, 06 Juni 2012

0 Injil Kuno Yang Kontroversial Siap Diterjemahkan

Image-6798 Sebuah media di Timur Tengah Alarabiya melaporkan bahwa  pemerintah Turki akan menerjemahkan alkitab berusia 1.500 tahun.
Injil kuno yang menyebut kerasulan Muhammad SAW itu memang sempat mengundang perhatian dunia. Selain menyebut akan datangnya Nabi Muhammad, Injil itu juga menyebut bahwa Yesus adalah manusia fana dan tak pernah disalib.
Injil Barnabas yang di percaya para analis sebagai tambahan dari kitab-kitab injil asli seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes menarik perhatian awal tahun ini. Dalam kitab Yesus telah meramalkan kedatangan Nabi Muhammad.
Pada Februari lalu, Vatikan secara resmi telah meminta untuk melihat alkitab yang ditemukan Turki selama operasi penyelundupan pada tahun 2000. Pekan ini kutipan dari dokumen asli tersebut telah di terjemahkan. Dokumen yang ditulis dengan bahasa Syriac dialek Aram tersebut menyangkal Ketuhanan Yesus.
Laporan sebuah majalah online Y-Jesus yang berbasis di Amerika Serikat dalam analisisnya mengenai Injil Barnabas mengungkapkan, teks dokumen secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.
Laporan itu juga menyatakan dalam Injil Barnabas, Yudas Iskariot disebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.
Pernyataan dari laporan kajian terhadap Injil Barnabas tersebut menantang pesan Kristen selama ini. Pesan selama ini, kematian Yesus dikatakan sebagai pengorbanan Juru Selamat bagi dosa-dosa Kristen dan kebangkitanya sebagai harapan kehidupan kekal.
Pernyataan Injil Barnabas mendukung keyakinan Islam bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi.
St Barnabas secara tradisional diidentifikasikan sebagai pendiri Gereja Siprus. Ia adalah orang Kristen pertama yang dianggap sebagai rasul bagi umat Kristen.
Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay, mengatakan, teks dari Injil Barnabas tersebut dilaporkan bernilai sekitar 22 juta dolar.
"Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Ini menolak ide dari tritunggal kudus dan penyaliban. Serta ramalan Yesus akan kedatangan Nabi Muhammad," Kata Gunay seperti dilaporkan dalam salah satu surat kabar setempat.
Saat ini injil dijaga ketat oleh pihak berwenang Turki sebelum diserahkan pada Museum Etnografi Ankara. Rencananya teks asli injil tersebut akan dipamerkan di museum.
source:konspirasi

Minggu, 03 Juni 2012

0 10 Misteri Yang Belum Terpecahkan


Ada kalanya sebuah peristiwa penting dalam sejarah masih terus menjadi misteri yang tidak bisa diungkapkan, dijelaskan bahkan dipecahkan. Meskipun upaya para arkeolog terus mencari jawabannya, apa daya belum terlihat titik terang sedikit pun.
10 misteri di bawah ini membuat banyak orang masih bertanya – tanya karena sampai sekarang belum terjawab, bahkan sebagian besar dari kita melupakannya..
 
1. Rongorongo
Meskipun banyak orang yang tahu tentang Moai di Easter Island, namun tidak banyak yang tahu tentang misteri lainnya berkaitan dengan Easter Island.
Rongorongo’ adalah bahasa tulisan yang sulit dibaca dari para penduduk awal di daerah tersebut. Rongorongo dianggap misterius karena tidak ada tetangga kaum oceania yang menggunakan bahasa tulisan.
Bahasa ini muncul di sekitar tahun 1700an, meskipun sayangnya hilang setelah para penjajah Eropa awal melarangnya disebabkan oleh kaitan-kaitannya dengan akar pagan para penduduk asli di sana.
 
2. Helike Kota yang Hilang
Pada akhir abad kedua Masehi, penulis Yunani, Pausanias menulis sebuah cerita tentang bagaimana (4-500 tahun sebelumnya?) di satu malam ketika gempa kuat menghancurkan kota besar Helike, dengan Tsunami yang menyapu habis apapun yang ada di kota besar yang pernah maju tersebut.
Kota tersebut, ibu kota dari Achaean League, adalah pusat ibadah yang dibaktikan kepada dewa kuno Poseidon, dewa laut. Tidak ada jejak masyarakat legenda yang disebutkan diluar tulisan-tulisan Yunani kuno sampai tahun 1861, ketika seorang arkeolog menemukan uang yang dianggap berasal dari Helike – sebuah koin perunggu dengan kepala Poseidon.
Pada tahun 2001, sepasang arkeolog berusaha menemukan reruntuhan Helike di bawah lumpur dan kerikil-kerikil pesisir tersebut, dan saat ini sedang menggabungkan bangkit dan kejatuhan mendadak dari apa yang telah menjadi Atlantis “sebenarnya.”  
 
3. Mayat Berlumpur
Misteri ini bahkan bisa menjadi sebuah masalah bagi para penyelidik legenda dari CSI dan semacamnya! Mayat-mayat berlumpur ini adalah ratusan mayat kuno yang ditemukan terkubur di sekitar rawa-rawa utara dan lahan-lahan basah di Eropa Utara.
Beberapa mayat ini memiliki tanda penyiksaan dan “kesenangan” abad pertengahan lainnya, yang membuat beberapa peneliti berpendapat bahwa korban-korban yang tidak beruntung ini adalah hasil dari pengorbanan ritual.
 
4. Runtuhnya Kaum Minoan
Kaum Minoan terkenal karena legenda Theseus dan Minotaur, namun faktanya kaum ini merupakan warisan dari peradaban yang pernah besar dan lebih menarik. Meskipun banyak sejarahwan berkonsentrasi pada kejatuhan Kerajaan Roma, runtuhnya kaum Minoan, yang menduduki pulau Crete, adalah sebuah misteri yang sama jika tidak lebih besar.
Tiga setengah tahun lalu, pulau tersebut digoncang oleh sebuah ledakan vulkanik besar di Pulau sebelahnya Thera. Para arkeolog menemukan buku-buku catatan yang menunjukkan bahwa kaum Minoan tetap bertahan selama 50 tahun setelah ledakan tersebut, sebelum akhirnya mereka benar-benar menghilang.
Teori-teori tentang apa yang mengakhiri mereka telah berkembang mulai dari debu vulkanik yang menutupi pulau tersebut dan menghancurkan semua hasil panennya sampai ke masyarakat lemah yang akhirnya tersingkirkan oleh serbuan para kaum Yunani.
 
5. Batu Carnac
Setiap orang pernah mendengar tentang Stonehenge, namun hanya sedikit yang mengetahui Batu Carnac. 3000 batu megalitik ini tersusun dalam barisan yang sempurna sepanjang 12 kilometer di pesisir Brittany di Barat Laut Perancis. Mitologi di sekitar batu-batu tersebut menunjukkan bahwa tiap batu adalah tentara Roma yang diubah menjadi batu oleh Merlin Sang Penyihir.
Usaha-usaha penjelasan ilmiah menunjukkan bahwa batu-batu tersebut bisa jadi merupakan alat deteksi gempa yang rumit. Identitas kaum Neolithic yang membangunnya tidaklah diketahui.
 
6. Robin Hood
Semua orang pasti mengenal tokoh sahabat rakyat jelata ini. Namun kebenaran dari pria pemanah tampan ini masih berupa misteri. Pencarian sejarah perambok legendaris ini telah membesarkan sejumlah nama yang mirip dengannya. Salah satunya adalah seorang buronan Yorkshire bernama Rober Hod, yang juga dikenal sebagai Hobbehod atau Robert Hood dari Wakefield.
Pencarian tersebut menjadi semakin rumit seiring nama Robin Hood menjadi istilah umum bagi seseorang yang berada di luar perlindungan hukum. Ketika literatur mulai menambahkan karakter-karakter baru kepada dongeng tersebut seperti Prince John dan Richard the Lionheart, jejak tersebut semakin kabur. Sampai sekarang, tak seorang pun tahu siapakah sebenarnya tokoh kriminal ini.
 
7. Pasukan Romawi yang Hilang
Setelah pasukan Parthia mengalahkan tentara Jendral Romawi Crassus, legenda mengatakan bahwa sekumpulan kecil Tahanan Perang tersebut berkelana melewati padang pasir dan akhirnya digulung oleh tentara militer Han 17 tahun kemudian.
Sejarawan Cina abad pertama, Ban Gu, menulis sebuah hikayat tentang konfrontasi dengan satu kumpulan pasukan aneh sekitar seratus personil yang berperang dalam “formasi unik berskala-ikan” untuk pasukan Romawi.
Seorang sejarawan Oxford yang membandingkan catatan-catatan kuno mengklaim bahwa pasukan romawi yang hilang tersebut menemukan kota kecil dekat padang pasir Gobi bernama Liqian, yang di dalam bahasa Cina berarti Roma.
Tes DNA sedang dilakukan untuk menjawab klaim tersebut dan semoga dapat menjelaskan beberapa tentara bermata hijau, berrambut pirang, dan menggemari perkelahian melawan banteng tersebut.
 
8. Naskah Voynich
Naskah Voynich yang misterius diduga telah ditulis di ke-15 atau abad ke-16. Penulis, script, dan bahasa naskah tetap tidak diketahui.
Yang tercatat, keberadaan naskah Voynich telah menjadi objek studi intensif oleh banyak profesional dan amatir kriptografer, termasuk beberapa peneliti (pemecah kode) Amerika dan Inggris Perang Dunia II ketenaran (yang semuanya gagal mendekripsi bagian apapun dalam teks).
Saat ini Voynich naskah disimpan dalam Perpustakaan Universitas Yale sebagai item “MS 408″. Edisi faksimili pertama diterbitkan pada tahun 2005
Kesan keseluruhan yang diberikan oleh lembaran-lembaran naskah tersebut menunjukkan bahwa isinya menyangkut farmakope atau membahas topik-topik di dalam pengobatan abad pertengahan atau modern awal. Namun, perincian ilustrasi yang membingungkan tersebut telah memunculkan berbagai teori tentang asal-usul buku tersebut, isi dari tulisan tersebut, dan tujuan naskah itu dibuat.
Dokumen tersebut mengandung ilustrasi-ilustrasi yang menunjukkan bahwa buku tersebut memiliki enam bagian: Herbal, Astronomis, Biologis, Kosmologis, Farmasi, dan resep-resep.
 
9. Mumi Orang Eropa Di Cina
Penemuan menakjubkan mumi-mumi berusia 2000 tahun di lembah sungai Tarim Cina Barat terjadi pada awal tahun 90an. Namun yang lebih menakjubkan dibanding penemuan itu sendiri adalah fakta yang mencengangkan bahwa mumi-mumi tersebut berambut pirang dan berhidung panjang.
Pada tahun 1993, Victor Mayer seorang profesor universitas mengumpulkan DNA dari mumi-mumi tersebut dan tes-tes yang dilakukannya membuktikan bahwa mayat-mayat tersebut memiliki genetik orang Eropa.
Tulisan-tulisan Cina kuno dari milenium pertama SM menyebutkan kelompok-kelompok kaukasus yang berasal dari daerah timur-jauh yang disebut sebagai kaum Bai, Yeuzhi, dan Tocharian.
Meskipun begitu, tak satu pun yang benar-benar menyingkapkan bagaimana atau mengapa orang-orang ini berakhir di Cina.
 
10. Hilangnya Peradaban Lembah Hindus
Kaum Lembah Hindus kuno, peradaban India tertua dan terkenal memiliki sebuah kebudayaan yang merentang dari India Barat sampai Afganistan dan memiliki jumlah penduduk sekitar 5 juta orang.
Le—peradaban tertua India—merupakan sebuah kelompok yang tampak sehat dan mengesankan di zaman perunggu. Keruntuhan mereka yang mengherankan dan mendadak tersebut menyamai keruntuhan kaum Maya.
Kaum Lembah Hindus ini adalah sebuah kebudayaan yang maju secara higienis dengan sistem pembuangan air canggih, dan tempat-tempat mandi yang dibandung secara amat bersih. Sampai saat ini tidak ada keterangan arkeologis tentang tentara, perbudakan, konflik, atau aspek-aspek lain dari masyarakat kuno. Tak seorang pun tahu kemana peradaban ini pergi.
 

search

YANG NYASAR DI BLOG