Pages

Jumat, 21 Desember 2012

0 Jejak-jejak Mossad di Irak


Berbagai bukti dan laporan menyebutkan bahwa wilayah Kurdistan Irak berubah menjadi sarang Dinas Intelijen Rezim Zionis Israel (Mossad).

Berbagai media Irak melaporkan kehadiran anasir Dinas Rahasia Israel (Mossad) di wilayah Kurdistan Irak. Al-Alam menukil dari al-Nakheel melaporkan, anasir Mossad di Kurdistan menggunakan kedok sebagai pengusaha guna melancarkan konspirasinya di bidang ekonomi, keamanan dan politik.

Al-Nakheel menulis, anasir Mossad memanfaatkan teknologi canggih guna merekam percakapan para petinggi Irak dan sejumlah anggota Peshmerga Kurdi mereka kirim ke Palestina pendudukan untuk menjalani pelatihan.

Wayne Madsen, wartawan Amerika yang mencermati transformasi di wilayah Kurdistan Irak meyakini bahwa anasir Mossad telah berada di kawasan ini sejak tahun 2005 guna melatih pasukan Peshmerga. Menurutnya, Yahudi Kurdi sejak agresi militer Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 telah aktif membeli tanah di Provinsi Nainawa, karena mereka meyakini provinsi ini termasuk bagian bersejarah Yahudi.

Ia menambahkan, Zionis dengan dalih berziarah ke makam Nabi Yunus dan nabi-nabi lain Bani Israel yang berada di Irak sepanjang tahun berulang kali mengunjungi negara ini.

Binyamin Fuad Ben-Eliezer, mantan menteri peperangan Israel termasuk sosok yang mengawasi perusahaan jasa yang membawa rombongan "peziarah" Israel ke Irak. Di luarnya rombongan ini menampilkan diri sebagai peziarah, namun mereka melakukan kegiatan spionase di Irak.

Sepertinya gerakan Israel di wilayah utara Irak tidak berhenti sampai di sini saja. Agen-agen Mossad melalui perusahaan dagang, kontraktor serta pedagang yang memiliki identitas Arab maupun non Arab berusaha meningkatkan pengaruhnya di Irak dan mengawasi dari dekat setiap perkembangan di negara ini.

Lembaga riset Irak Dar Babil di laporannya menyebutkan, perusahaan BAZAN yang dipimpin oleh Yashar Ben-mordechai menguasai eksplorasi dan kilang minyak di Irak. Tampaknya perusahaan ini melalui sebuah kontrak telah membeli ladang minyak Kirkuk dan wilayah Kurdistan Irak serta mengangkutnya ke Israel melalui Turki dan Yordania.

Selain itu pelatihan milisi Peshmerga Kurdi merupakan strategi lain Mossad di wilayah Kurdi Irak. Kondisi ini tak lepas dari pantauan pemerintah pusat. Baghdad berulang kali memberikan peringatan atas hubungan petinggi Kurdistan dan Israel. Meski petinggi Kurdistan menolak memiliki hubungan dengan Tel Aviv, namun keberadaan perusahaan jasa kontraktor dan perdagangan Israel di kawasan ini sepertinya cukup menjadi dalih berlanjutnya hubungan antara kedua pihak.

Yang pasti jika proses ini terus berjalan, maka Irak sebagai pihak langsung akan terancam dan bahaya ini akan terus merembet ke negara tetangga Baghdad.

Mantan Menteri Keamanan Israel, Avi Dichter seraya mengisyaratkan tujuan strategis Israel untuk mencegah kemajuan peran Arab dan regional Irak di kawasan menyatakan, "Mengingat kelemahan militer negara ini di dua dekade terakhir, Israel berusaha membagi wilayah Irak demi keamanannya." (IRIB Indonesia/MF)

search

YANG NYASAR DI BLOG