Pages

Kamis, 13 Desember 2012

0 Giliran Australia Memboikot Israel


Kampanye sanksi akademik untuk rezim Israel di beberapa negara dunia terus meningkat. Kali ini, Australia menolak untuk melaksanakan program pendidikan bersama dengan Israel.

Canberra memprotes langkah dan politik rasis Israel yang diterapkan rezim itu terhadap bangsa Palestina, dan bergabung dengan sejumlah negara yang lebih dahulu memboikot Zionis.  

Surat kabar Australia seperti dikutip Qodsna Kamis (13/12) melaporkan, pusat-pusat pendidikan Australia memutuskan sementara kerjasamanya dengan Israel sebagai protes atas politik rezim itu terkait warga tertindas Palestina, dan ini sedang mengarah kepada sanksi diplomatik.

Pusat Studi Perdamaian dan Konflik, Sidney menolak permohonan Prof. Dan Avnon untuk mengadakan pengkajian dan pembahasan bersama terkait masalah perdamaian dengan alasan karena ia adalah Zionis, dan pusat pengkajian ini telah menjatuhkan sanksi kepada rezim Israel.

Jake Lynch, Direktur Pusat Studi Perdamaian dan Konflik, Universitas Sidney kepada Prof. Dan Avnon mengatakan, "Kebijakan-kebijakan lembaga kami menuntut saya untuk menolak tawaran anda."

Berdasarkan data yang dipublikasikan Pusat Informasi Palestina, sanksi-sanksi akademik dan budaya yang dijatuhkan kepada lembaga-lembaga politik Israel mengalami peningkatan. Sanksi-sanksi yang ditengarai dapat memperbesar kemungkinan runtuhnya rezim Isreal, benar-benar membuat rezim itu cemas. (IRIB Indonesia/HS)

search

YANG NYASAR DI BLOG