Pages

Kamis, 13 Desember 2012

0 Dua Jurnalis Reuters Dihajar Tentara Israel


Tentara Israel menghajar dua kamerawan Reuters, ditelanjangi dan lalu ditembaki dengan gas air mata. Akibatnya, salah satu dari jurnalis ini harus mendapatkan perawatan rumah sakit.

Militer Israel menyatakan akan merespons kasus ini secepatnya. Namun, tak memberikan penjelasan mengapa peristiwa ini terjadi di Hebron, pada Rabu malam, 12 Desember 2012 itu. "Komandan brigade daerah akan melakukan penyelidikan," kata Juru Bicara Angkatan Bersenjata Israel, Avital Leibovich melalui e-mail.

Dua jurnalis itu, Yousri Al Jamal dan Ma'amoun Wazwaz, menyatakan, patroli berjalan kaki menghentikan mereka saat berkendara dekat titik pemeriksaan, di mana seorang remaja Palestina sebelumnya ditembak mati oleh penjaga perbatasan Israel. Mobil mereka jelas ditandai dengan tulisan "TV" dan mereka berdua mengenakan jaket biru bertuliskan "Press" di bagian depan.

Namun, para tentara itu memaksa mereka keluar dari kendaraan dan memukulnya, mendorong dengan bokong senjata. Menurut kamerawan Reuters, mereka menuduh para jurnalis bekerja untuk sebuah lembaga swadaya masyarakat Israel, B'Tselem, yang mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di Tepi Barat.

Para tentara ini tidak membiarkan dua jurnalis ini mengeluarkan kartu pengenal resmi mereka, malah menelanjanginya hingga hanya memakai celana dalam, duduk di jalanan dengan kedua tangan di kepala. Dua jurnalis Palestina lainnya yang salah satunya bekerja untuk stasiun televisi yang berafiliasi dengan Hamas juga diperlakukan sama.

Salah satu tentara lalu menembakkan gas air mata ke arah para jurnalis. Jelas saja, para jurnalis berhamburan lari, Jamal dan Wazwaz  pergi ke kendaraan mereka yang seketika penuh dengan gas air mata. Mereka mencoba mengemudi, namun 200 meter kemudian harus berhenti, karena mulai keracunan gas. Wazwaz kemudian harus dilarikan ke rumah sakit.

Tentara Israel lalu mengambil dua kedok gas air mata dan satu kamera video dari dalam mobil. Kamera ini kemudian ditemukan diabaikan di pinggir jalan.

Pemimpin Redaksi Reuters, Stephen J Adler, menyatakan mengutuk perlakuan buruk atas jurnalis-jurnalisnya. Reuters mendaftarkan gugatan kepada otoritas militer Israel.

Ketegangan berulang-ulang terjadi di Hebron, karena hasil dari lemparan batu anak-anak muda. Muhammad al-Salameh, 17 tahun, ditembak mati di dekat rumahnya karena dituduh Israel menggunakan senapan yang belakangan diketahui ternyata senapan mainan. (IRIB Indonesia / Vivanews / SL)

search

YANG NYASAR DI BLOG