Pages

Senin, 12 November 2012

0 KRI Klewang 625 Terbakar Misterius, Sabotase?

Kapal Perang Canggih Buatan Indonesia KRI Klewang 625, Terbakar Secara Misterius! Mungkinkah di Sabotase?

KRI Klewang-625 merupakan kapal perang TNI AL buatan Indonesia, tipe Kapal Cepat Rudal (KCR) ini yang dipersenjatai rudal C-705 kerjasama antara Indonesia dan Cina, dengan bobot hulu ledak 110 kg, daya jelajah 75 km (170 km dengan tambahan roket pendorong) dan dengan kemampuan daya hancur sebesar 95,7 persen.
Rudal yang digunakan KRI Klewang, Rudal C-705 yang juga buatan Indonesia kerjasama dengan Cina, dengan bobot hulu ledak 110 kg, daya jelajah 75 km (170 km dengan tambahan roket pendorong) dan dengan kemampuan daya hancur sebesar 95,7 persen.
Kapal ini juga dilengkapi sistem Sewaco modern, diproyeksikan akan menjadi kekuatan pemukul TNI AL yang handal dan menakutkan di lautan, karena mampu menginduksi panas dan sulit dideteksi radar lawan.
Namun aneh, akhirnya KRI Klewang-625 yang baru tersebut, terbakar secara misterius tak lama setelah lulus uji mesin di Pangkalan TNI-AL di Banyuwangi, Selat Bali, Jumat (28/9/2012) pukul 15.00.
Padahal menurut rencana tiga hari lagi, pada hari Senin 1 Oktober kapal ini akan diserahkan ke TNI-AL setelah lulus diuji coba pada hari sebelumnya. Kapal tersebut dipesan TNI AL dari PT PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, Jawa Timur, seharga Rp 114 miliar.
Spesifikasi
Kapal berbahan dasar komposit serat karbon yang tercatat lebih ringan, dan 20 kali lebih kuat dari baja ini memiliki panjang 60,7 meter serta digerakkan oleh empat unit mesin penggerak utama.
Kapal didesain sebagai kapal siluman (stealth) canggih yang dapat melaju dengan kecepatan tinggi serta mampu menembus ombak setinggi enam meter.
Kapal ini diharapkan akan memperkuat jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) TNI AL yang sudah ada.
Spesifikasi dasar dari kapal antara lain :
Panjang keseluruhan (length overall) 63 meter. Panjang kapal di permukaan air (lenght on waterline) 61 meter sedangkan panjang totalnya 63 meter. Water draft 1,2 meter. Beam overall 16 meter, bobot 219 ton. Berat bobot mati (GT) 53,1 GT. Kecepatan maksimum 35 knot Jangkauan (range) 2000 nm (mill laut). Mesin utama 4x MAN 1800 marine diesel engine nominal 1.800 PK + 4x waterjet MJP550.
Secara internal, kapal memiliki tiga deck. Akomodasi pasukan hingga dua puluh sembilan orang, termasuk tim pasukan khusus menggunakan 1 buah RHIB x2k 11 meter mampu mencapai kecepatan 50 knot.

Buatan Indonesia
KRI Klewang-625 layak menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sebagai salah satu alutsista andalan yang berhasil diproduksi oleh industri pertahanan nasional. Pembuatan satu unit kapal X3K Trimaran Class ini menghabiskan dana sekitar Rp114 miliar yang diambil dari Anggaran Belanja Modal (ABM) Devisa tahun anggaran 2009.
Keberhasilan pembangunan kapal perang canggih pertama berbahan dasar komposit serat karbon oleh putra putri Indonesia di galangan kapal dalam negeri PT Lundin Industry Invest, Banyuwangi, tidak saja merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia, akan tetapi juga pertama kali dalam sejarah industri perkapalan dunia.
Kapal perang KCR pertama X3K Berlambung Tiga (Tiga lunas/Trimaran Class) ini diharapkan akan menjadi titik awal pembangunan kapal sejenis yang akan mampu meningkatkan kemampuan TNI AL, sehingga menjadi salah satu kekuatan yang disegani di kawasan regional.
Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri militer dalam negeri agar mendapatkan pengakuan internasional.
Terbakar Misterius
Saat kapal ini bersandar di Lanal TNI AL Banyuwangi, tiba-tiba munculah percikan api dan membakar hangus kapal ini.
Insiden ini terjadi pada tanggal 28 September 2012 di sore hari. Peristiwa ini membuat miris para anggota TNI AL karena belum ada 1 bulan kapal ini diresmikan. Kapal itu diluncurkan dari galangan kapal di PT Lundin pada 31 Agustus 2012.
Selanjutnya, pengerjaan kapal akan dituntaskan oleh TNI. Kapal Cepat Rudal Trimaran ini rencananya akan ditempatkan di Armada Kawasan Timur, Surabaya, Jawa Timur.
Mengingat prototype  kapal canggih yang baru dioperasikan, lalu tiba-tiba terbakar sangatlah disayangkan oleh banyak pihak.
Rencananya pada hari Senin 1 Oktober kapal ini baru akan diserahkan ke TNI-AL setelah lulus diuji coba pada hari sebelumnya.
Akhirnya peristiwa misteri terbakarnya kapal canggih buatan Indonesia ini melahirkan banyak spekulasi publik. Laporan tak resmi menyebutkan kapal terbakar karena adanya korsleting listrik di dalam kapal.
Alasan yang sangat klasik dan umum, apalagi belum dilakukan investigasi secara resmi. Mungkinkah ada indikasi sabotase? Karena sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari TNI AL terkait peristiwa itu. (berbagai sumber)

search

YANG NYASAR DI BLOG