Pages

Senin, 12 November 2012

0 Jalur Gaza Ajang Kampanye Petinggi Israel


Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benyamin Netanyahu di sidang kabinet rezim ilegal ini menandaskan bahwa Tel Aviv siap melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza. Menjelang pemilu parlemen di rezim ini, Jalur Gaza menjadi rebutan para elite politik Israel untuk menarik suara warga di pemilu kali ini.

Tak ingin ketinggalan dari rival-rivalnya, Netanyahu mulai melakukan persiapan untuk merealisasikan janjinya menyerang besar-besaran ke Gaza. Terbukti baru-baru ini jet-jet tempur dan artileri Rezim Zionis membombardir Gaza yang mengakibatkan 10 warga Palestina gugur syahid dan 40 lainnya mengalami cidera serius.

Jalur Gaza, sebuah wilayah Palestina yang masih selamat dari penjajahan Israel berubah menjadi medan perang antara bangsa tertindas ini melawan rezim ilegal dan penjajah. Selama beberapa tahun ini, Gaza menjadi simbol resistensi anti Israel dan kezaliman umat Islam. Wilayah yang berpenduduk sekitar 1,5 juta orang ini pernah menorehkan sejarah gemilang dengan berhasil membendung agresi Israel di perang 22 hari. Dengan segala keterbatasannya dan diblokade selama beberapa tahun, ternyata pejuang Palestina di Gaza mampu menghadapi militer yang menjadi legenda di Timur Tengah ini.

Kini pertanyaan yang muncul dari agresi terbaru Israel ke Gaza adalah apa motif sebenarnya rezim ini mendadak meningkatkan serangannya ke Jalur Gaza? Meski diketahui bahwa Gaza selama ini menjadi ajang brutalitas Israel, namun penting untuk mempelajari motif serangan terbaru rezim brutal ini ke Gaza. Apalagi menjelang pemilu legislatif di Israel.

Tak diragukan lagi bahwa serangan ke Gaza, untuk jangka pendek mampu menciptakan pijar-pijar api semangat di dalam Israel dan opini publik di dalam Palestina pendukan akan teralihkan dari kondisi tak menentu yang kini mendera Tel Aviv. Apalagi biasanya serangan Israel ke Gaza akan langsung menuai balasan dari Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).

Di kondisi seperti ini, tujuan dari menciptakan krisis di Gaza dapat dicermati sebagai upaya Israel untuk menekan para petinggi Hamas dan mengalihkan opini publik dari kondisi tak menentu rezim ini. Jelas ketahanan Hamas di Jalur Gaza di saat wilayah ini telah memasuki tahun keenam blokade tak manusiawi Israel terhadap warga kawasan ini telah memaksa Tel Aviv dan sekutunya mencari jalur alternatif. Apalagi program diplomasi yang mereka lancarkan ternyata juga gagal memaksa Hamas untuk meninggalkan perjuangannya.

Setelah selama bertahun-tahun pembantaian massal di Gaza, wilayah ini dengan penduduknya yang cukup padat diblokade Israel dan hingga saat ini masih menjadi target serangan udara Rezim Zionis. Wilayah ini menjadi arena perang sejak tahun 1990, ketika intifada pertama bangsa Palestina meletus. Para pemimpin Israel pun mulai mengemukakan ide untuk menjadikan Gaza sebagai medan tempur mereka.

Menyaksikan sejarah panjang Gaza, maka tak heran jika saat ini, Netanyahu menjadikan wilayah sebagai kampanye pemilu dengan harapan mampu mempertahankan posisinya sebagai perdana menteri yang sejak awal terancam.

Selain itu, Shaul Mofaz, ketua Partai Kadima dan wakil PM Israel sangat menekankan urgensitas eskalasi operasi militer rezim ini terhadap Jalur Gaza untuk meneror para petinggi kelompok muqawama.

Mofaz yang juga mantan kepala staf militer Israel Ahad (11/11) menandaskan, operasi militer yang digelar saat ia menjabat komandan di pasukan Israel teror para pejuang Palestina menjadi prioritas  dan saat ini agenda tersebut harus dihidupkan kembali. Ia pun menuntut kewenangan para militer Israel untuk menyerang para pejuang Palestina dan meneror komandannya.

Mofaz seraya menyatakan bahwa peluang untuk menggelar operasi darat besar-besaran di Jalur Gaza masih terbuka, menandaskan, di masa kepemimpinannya di militer Israel, sejumlah tokoh dan petinggi pejuang Palestina termasuk Sheikh Ahmad Yassin dan Abdul Aziz al-Rantissi, salah satu petinggi Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) berhasil diteror. Oleh karena itu, saat ini menurut Mofaz, para pejuang Palestina harus diteror. (IRIB Indonesia/MF)

search

YANG NYASAR DI BLOG