Pages

Senin, 17 September 2012

0 Rusia: Hina Islam Bukan Kebebasan Berekspresi, Tapi...


Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Duma Rusia, Alexei Pushkov menilai keliru langkah Barat di balik penyebaran film anti-Islam, yang telah membangkitkan kemarahan dan kebencian Muslim terhadap Amerika Serikat.

Pushkov mengatakan bahwa menggulingkan pemerintah saat ini di Suriah berarti mempertaruhkan kemungkinan ekstrimis Islam berkuasa. Ditambahkannya, di bawah Presiden Bashar al-Assad, semua kelompok etnis dan agama hidup dalam damai dan harmonis.

Dia menyatakan bahwa Rusia telah berulang kali memperingatkan negara-negara Barat dari bahaya ini, tetapi mereka dibutakan oleh pikiran sempitnya dan rencana geopolitik.

"Selain itu, tidak ada jaminan apapun bahwa setelah oposisi berkuasa di Suriah, mereka tidak akan menyatakan perang suci terhadap AS," tambahnya seperti dikutip Mehr News pada Senin (17/9).

Pushkov mencatat militan di Libya atau Suriah dapat meminta Washington untuk memasok senjata dan dukungan keuangan. Mereka juga dapat meminta NATO untuk campur tangan dan memberlakukan zona larangan terbang dan Barat siap melakukannya demi kekuasaan. Ditambahkannya, Washington harus tahu bahwa sebagian besar jika tidak mayoritas, warga Suriah dan Libya tidak senang dengan AS.

"AS keliru jika menganggap komunikasi dengan sekelompok kecil orang-orang yang merebut kekuasaan di Libya berarti akan mendekatkan mereka dengan rakyat Libya secara keseluruhan," jelas Pushkov.

Namun kenyataannya, rakyat Libya tidak berterimakasih untuk itu, karena anggota keluarga mereka banyak yang tewas di tangan AS dan serangan udara NATO.

Di bagian lain, Pushkov menilai film anti-Islam sebagai salah satu unsur yang menyebabkan ketegangan antara Washington dan dunia Arab. Ditegaskannya, Barat keliru jika mereka mengklaim kebebasan berekspresi untuk membenarkan pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad Saw.

Dia mengatakan bahwa tindakan seperti itu tidak dimotivasi oleh kebebasan berbicara, melainkan kebebasan menyebarkan kebencian.

"Serangan terus-menerus Barat terhadap Islam tidak hanya akan membangkitkan kemarahan Muslim dari Tunisia hingga ke Afghanistan, tapi Barat juga telah memberikan senjata tajam di tangan ekstremis Islam dan memberi mereka alasan untuk menyerukan jihad," tutup Pushkov. (IRIB

search

YANG NYASAR DI BLOG