Pages

Kamis, 30 Agustus 2012

0 Semenanjung Korea Kian Membara


Sikap Amerika Serikat dan Korea Selatan yang tetap melanjutkan manuver gabungan militernya di Semenanjung Korea kian membuat Korea Utara khawatir. Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara mengancam Seoul dan Washington dengan peperangan menyusul berlanjutnya manuver gabungan ini.

Kim Jong-un menandaskan bahwa kesabaran Korut ada batasnya. Ia menytakan bahwa kedaulatan Pyongyang telah diinjak-injak selama manuver ini berlangsung dan mengancam akan mengerahkan seluruh kekuatan militernya untuk melawan para agresor yang melecehkan kedaulatan negaranya.

Manuver militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang terus berlanjut hingg akhir Agustus ini melibatkan 30 ribu tentara Amerika dan 56 ribu serdadu Korsel. Manuver ini juga memperagakan simulasi komputer perang di Semenanjung Korea Selatan. Sebagian manuver ini dilakukan melalui latihan di dunia maya dan digelar di sekitar pangkalan militer Amerika.

Kim Jong-un menilai manuver gabungan AS-Korsel yang berlansung 12 hari sebagai ancaman besar bagi negaranya dan menyebutnya sebagai persiapan kedua negara itu untuk menyerang Pyongyang. Kim Jong-un yang berkuasa menggantikan ayahnya yang meninggal di akhir tahun 2011 telah melakukan berbagai inspksi ke militernya dan menekankan kebijakan pertahanan nuklir nasional. Ia pun berulang kali mengecam agitasi dan pengobaran ketegangan oleh Amerika dan sekutunya terhadap Korut dan menilainya sebagai faktor instabilitas dan perang di kawasan.

Tak hanya kali ini, Kim Jong-un mengancam akan menggelar perang melawan Korsel atau menyebut tindakan Seoul dan Washington sebagai pengumuman perang. Sebelum ini pun pemimpin muda Korea Utara ini juga gencar merilis statemen serupa.

Kekhawatiran Korea Utara ini kian menghebat ketika Departemen Pertahanan AS (Pentagon) pekan lalu mengkonfirmasikan sistem pertahanan udara yang luas di Asia. Dan Pentagon menyebut penempatan sistem radar canggih di kawasan Asia ditujukan untuk menghadapi kemungkinan ancaman di kawasan termasuk untuk menghadapi Korea Utara.

Petinggi Pentagon pekan lalu menkonfirmasikan kesiapan Jepang untuk menjadi tuan rumah bagi sebuah sistem peringatan cepat (X-Band) di salah satu pulau negara ini di bagian selatan. Pentagon menyebut sistem ini sepenuhnya untuk pertahanan dan  menghadapi ancaman rudal balistik Korea Utara yang akan membahayakan kawasan Asia-Pasifik. Hal ini dimaksudkan AS untuk menjustifikasi penempatan sistem anti rudalnya di Jepang.

Sementara itu, Korea Utara berulang kali menyatakan bahwa peningkatan kemampuan militer serta nuklirnya dimaksudkan untuk mempertahankan diri dan mencegah serangan Amerika dan sekutunya ke Pyongyang. Apalagi mengingat kian gencarnya latihan gabungan yang digelar Washington di kawasan kian membuat Pyongyang waspada. (IRIB Indonesia/MF)

search

YANG NYASAR DI BLOG