Pages

Sabtu, 25 Agustus 2012

0 Sama Seperti Rusia dan Cina, India Menolak Internvensi Militer ke Suriah


India menentang keras intervensi militer di Suriah seraya menekankan pentingnya solusi dalam untuk krisis di negara Arab itu dengan bantuan dari masyarakat internasional.

Ranjan Mathai mengungkapkannya Sabtu (25/8) dan menegaskan bahwa negaranya mendukung penuh prakarsa damai enam poin Utusan Khusus PBB-Liga Arab, Kofi Annan, sebagai sebuah solusi damai krisis di Suriah.

Dia juga menyampaikan kekhawatiran serius New Delhi terhadap instabiltias dan kerusuhan yang sedang berlangsung di Suriah.

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov telah memperingatkan Barat untuk tidak mengambil langkah unilateral terhadap Suriah seraya kembali menegaskan bahwa Rusia dan Cina setuju bahwa langkah-langkah yang melanggar ketentuan internasional dan piagam PBB tidak dapat diterima.

Rusia dan Cina melandaskan kerjasama diplomatik mereka pada pentingya pematuhan terhadap ketentuan internasional dan prinsip yang terkandung dalam piagam PBB dan tidak adanya pelanggaran," kata Lavrov dalam pertemuannya dengan Penasehat Pemerintah Cina, Dai Bingguo, 21 Agustus lalu.

Moskow dan Beijing juga menentang segala bentuk intervensi militer asing terhadap Suriah dan hingga kini Rusia dan Cina telah teiga kali memveto ratifikasi resolusi anti-Suriah prakarsa Barat dan sejumlah negara Arab.

Suriah telah menghadapi instabilitas sejak Maret 2011 yang telah merenggut nyawa ribuan orang termasuk pasukan keamanan.

Bara menuding pemerintah Suriah membunuhi para demonstran sementara pemerintah Damaskus balik menuding kelompok-kelompok bersenjata yang mendalangi instabilitas yang disetir dari luar negeri.(IRIB Indonesia/MZ/RM)

search

YANG NYASAR DI BLOG