Pages

Selasa, 21 Agustus 2012

0 “Rezim-rezim Arab Tidak Berbuat Apapun untuk Palestina”


Ketua Dewan Islam Palestina di Lebanon mengatakan, rezim-rezim Arab tidak melakukan tindakan apa pun untuk al-Quds, Masjid al-Aqsha dan Palestina.

Sheikh Mohammad Nimr Zaghmout kepada televisi al-Alam, Selasa (21/8), mengatakan, rezim-rezim Arab adalah pihak yang sepakat dengan Yahudisasi al-Quds dan Palestina. Oleh karena itu, tidak mungkin bersandar pada rezim-rezim itu untuk membebaskan Quds dan Palestina dari cengkeraman rezim Zionis Israel.

Ia menambahkan, ketia Anthony Eden, Menteri Luar Negeri Inggris di masa itu membentuk Uni Ibrani (Uni Arab) pada tahun 1946, semua pemimpin Arab dikumpulkan dan kepada mereka ia mengatakan bahwa pihaknya akan mendirikan rezim Yahudi di Palestina. Siapa saja yang membantunya maka ia akan menjaga rezim itu hingga beberapa keturunan.

Lebih lanjut, Sheik Zahgmout menandaskan, militer Arab pada tahun 1948 masuk ke Palestina. Umat Arab, Islam dan dunia berfikir bahwa pasukan Arab masuk ke Palestina pendudukan untuk membebaskan tanah ini dari Yahudi dan Zionis yang baru saja mendapat kekuasaan dari Inggris. Padahal faktanya, militer Arab masuk ke Palestina pendudukan untuk merebut tanah ini dari bangsa Palestina dan menyerahkannya kepada Zionis.

Terkait pertemuan istemewa Organisasi Kerjasama Ekonomi di Mekah dan pertemuan-pertemuan para pemimpin Arab lainnya, Sheikh Zahgmout mengatakan, tujuan dari sidang-sidang tersebut supaya timbul opini di kalangan umat Islam dan Arab bahwa ada orang-orang  yang membela Palestina, Masjid al-Aqsha dan berbagai gereja di tanah ini, namun faktanya tidak demikian. Hal itu hanya untuk mengelabuhi rakyat, sebab banyak rezim Arab yang bekerjasama dengan Zionis dan Amerika untuk merusak Masjid al-Aqsha dan menduduki Palestina.

Sheikh Zahgmout seraya menyinggung tidak adanya bantuan finansial dari negara-negara Arab bagi warga Palestina di kota al-Quds, mengatakan, lima tahun lalu peserta dalam konferensi Dar al-Baida memutuskan untuk memberikan bantuan dana sebesar 500 juta dolar bagi warga Palestina karena komitmen mereka dalam menghadapi Zionis di kota al-Quds, tetapi hingga kini dana tersebut tidak diberikan. Sementara, 1,5 miliar dolar diberikan kepada seorang Zionis yang memperluas Yahudisasi dan membangun pemukiman ilegal Zionis. (IRIB Indonesia/RA)

search

YANG NYASAR DI BLOG