Pages

Minggu, 12 Agustus 2012

0 Menguak Kekejaman PKC Mengambil Organ Secara Hidup-hidup



alt
Halaman depan buku
Seiring diselenggarakannya kegiatan praktisi Falun Gong di seluruh dunia sekitar tanggal 20 Juli yang menandai 13 tahun upaya para praktisi untuk mengakhiri penganiayaan oleh Partai Komunis China (PKC), sebuah buku baru, State Organs, yang mengekspos lebih lanjut kekejaman PKC mengambil organ para praktisi Falun Gong secara hidup-hidup  telah dipublikasikan  dan didistribusikan.
Ini merupakan karya besar lainnya setelah penerbitan buku Bloody Harvest (Cangkok Berdarah) yang memungkinkan masyarakat umum mengetahui kekejaman PKC.           
Buku State organs ini ditulis oleh penulis dari 4 benua, dari 7 negara, dari latar belakang profesi yang berbeda. Buku ini merupakan kumpulan esai yang menyoroti penyalahgunaan transplantasi  dan perolehan organ tubuh secara tidak wajar di China dari sudut pandang yang berbeda.
Buku ini merangkum laporan para saksi di China. Para penulis juga membahas cara untuk memerangi penyalahgunaan transplantsi di China.  
Dr. Torsten Trey: PKC mempunyai sumber organ rahasia
Dr. Torsten Trey, Direktur Eksekutif DAFOH (Doctors Against Forced Organ Harvesting/Dokter Anti-Pengambilan Organ Tubuh Paksa) mengatakan dalam esainya bahwa para pendonor organ biasanya setuju menyumbangkan organ tubuh mereka secara sukarela, namun di China, menurut laporan resmi, ada lebih dari 90% dari organ tubuh berasal dari tahanan yang dieksekusi mati.
Ini sudah merupakan pelanggaran standar kode etik medis negara barat, tetapi bahkan dengan pernyataan resmi ini, ada sekitar 2.000-8.000 eksekusi per tahun yang harus memasok organ untuk 10.000-20.000 transplantasi per tahun.
Mengingat faktor-faktor keterbatasan seperti usia, status kesehatan, penyakit menular di antara para tahanan, golongan darah, faktor jaringan dan singkatnya waktu tunggu, penjelasan resmi tampaknya tidak cukup untuk menjelaskan transplantasi yang demikian banyak. Ini menunjukkan adanya sumber organ lain. Tanpa program donasi organ publik yang efektif, itu menunjukkan bahwa ada sumber organ rahasia lainnya."
Mengingat bahwa praktisi Falun Gong ditahan dan diperiksa secara fisik (termasuk diagnosa mahal seperti sampel darah, tes urin, sinar X, suara ultra), sementara pada saat yang sama mereka menjadi sasaran penyiksaan, menimbulkan pertanyaan besar tentang tujuan prosedur diagnostik semacam itu. Dan menurut penyelidikan oleh David Matas dan David Kilgour pada buku Bloody Harvest, ini menunjukkan bahwa pengikut latihan spiritual Falun Gong adalah subyek dari sumber organ rahasia ini.
"Membunuh manusia demi organ mereka guna menyediakan transplantasi bagi orang lain ... mengarahkan medis transplantasi serta obat-obatan pada umumnya ke absurditas," ujar Dr. Trey dalam esainya.
Direktur Universitas di AS: PKC menjatuhi hukuman mati dengan tujuan mengambil organ tubuh para tahanan
Dr. Arthur Caplan, direktur Pusat Bioetika di Universitas Pennsylvania, membahas dalam esainya fenomena pariwisata transplantasi dan perdagangan organ secara umum. Dia menyoroti bahwa pilihan bebas untuk menyumbangkan organ adalah "penting" dan menyimpulkan bahwa praktik di China yang mengambil organ tubuh para tahanan yang dieksekusi mati atau orang yang mereka tahan tidak sesuai dengan standar etik dunia. Situasi di China berisiko bahwa para tahanan akan dihukum mati dengan tujuan untuk mengambil organ tubuh mereka.
Dr. Caplan menyerukan bagi pengakhiran praktik pengadaan organ di China dewasa ini dan menyerukan kepada dunia untuk "mengambil sikap yang lebih tegas terhadap sumber organ yang tidak dapat diterima ini."
"Sistem dewasa ini yang mengandalkan organ dari para tahanan yang dieksekusi mati harus diubah. Tetapi, sistem ini tidak seharusnya diubah dalam tiga sampai lima tahun mendatang, melainkan harus diubah dalam tiga sampai lima menit mendatang!" ujar Dr. Caplan dalam esainya.
Ketua Departemen Nefrologi dari Malaysia: Orang bepergian ke China untuk mendapatkan organ
Ketua Departemen Nefrologi RS Kuala Lumpur, Dr. Ahmad Ghazali menjelaskan tentang pariwisata transplantasi di kawasan Asia, dan bagaimana wilayah donor bergeser dari India ke China. Dia menyajikan dokumen medis yang menunjukkan bagaimana warga negara Malaysia kembali dari China setelah menerima transplantasi.
Dia memperhatikan bahwa pasien terburu-buru dikeluarkan dari China, sehingga surat rawatan lanjutan biasanya kurang terdokumentasikan, dan setelah tahun 2006, pendokumentasian sepenuhnya ditiadakan, dan para pasien kembali ke Malaysia tanpa dokumentasi medis apa pun. Tahun 2006 adalah saat ketika pertama kali muncul dugaan perampasan organ dari para praktisi Falun Gong yang masih hidup serta laporan hasil investigasi David Matas dan David Kilgour pertama kali dipublikasikan.
Peneliti Think Tank: Penganiayaan yang terjadi di China adalah kejahatan terhadap kemanusiaan
Ethan Gutmann, penulis buku Losing the New China (Raibnya China Baru), dan mantan peneliti lembaga think tank Amerika membahas dalam esainya perubahan suhu politik terakhir di China berkaitan dengan Bo Xilai dan Wang Lijun, dan bahwa keduanya adalah pengikut PKC yang mungkin mengetahui atau ikut serta dalam pengambilan organ.
Gutmann memberikan analisa atas perkiraan jumlah praktisi Falun Gong yang telah menjadi sasaran pengambilan organ, dan termasuk petikan sekitar 40 saksi yang telah diwawancarai terkait dengan pengambilan organ. Dia juga membahas penganiayaan terhadap Falun Gong.
Dia menulis dalam esainya, "Apa yang telah terjadi di China adalah kejahatan terhadap kemanusiaan secara menyeluruh. ... Di atas semua itu, tidak ada negara Barat yang memiliki kewenangan moral untuk mengijinkan [PKC] mengubur sejarah penuh genosida dengan janji akan melakukan reformasi medis.”
Zhang Erping: PKC Mengambil organ para praktisi Falun Gong yang masih hidup
Zhang Erping, juru bicara Falun Gong, memberikan pandangannya atas kebudayaan China dan hukum transplantasi di China. Hukum pertama yang memperbolehkan pengambilan organ dari tahanan yang dieksekusi mati merujuk kembali ke tahun 1984. Ada kekurangan organ akut di China, karena falsafah Konfusius mengajarkan bahwa tubuh diperlukan agar tetap utuh setelah kematian, dan ini juga menjelaskan tidak adanya program donor organ publik di China.
Zhang kemudian menjelaskan berbagai bentuk penyalahgunaan transplantasi di China, termasuk pengambilan organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup.
Zhang menulis dalam esainya, "Ini menimbulkan keprihatinan serius ketika kurangnya keterbukaan terkait sumber organ serta jumlah eksekusi yang berlangsung setiap tahun di China: siapakah para tahanan ini dan karena kejahatan apa mereka dieksekusi?"
David Matas: Angka- angka terkait transplantasi yang dikeluarkan oleh PKC adalah tidak masuk akal
David Matas, pengacara HAM Kanada yang diakui secara internasional mengamati  jumlah dan pernyataan lainnya  yang diberikan oleh sumber-sumber China. Pengamatannya adalah ada banyak angka terkait transplantasi yang diberikan oleh pihak berwenang China tidak masuk akal. Dia kemudian mengurangi berapa banyak praktisi Falun Gong yang kemungkinan dijadikan sasaran pengambilan organ.
David Kilgour: Tindakan tegas harus diambil guna mengakhiri kekejaman pengambilan organ hidup-hidup
David Kilgour, mantan Sekretaris Negara Kanada untuk Asia-Pasifik dan ahli pendidikan Kanada Jan Harvey, penulis lainnya, memberikan pandangan mereka tentang  penganiayaan Falun Gong dan memberikan contoh para praktisi Falun Gong yang dianiaya dan diambil organnya.
Mereka juga menyampaikan jadwal pengambilan organ di China. Dan menyarankan agar orang-orang bereaksi.
Mereka menulis dalam esai mereka, "Tidak ada tindakan yang terlalu keras guna mencegah praktik biadab yang melanggar baik harkat dasar manusia - penghargaan terhadap tubuh manusia -- dan esensi standar etika kedokteran."
Ahli Israel: Warga Israel tidak akan lagi pergi ke China untuk transplantasi organ
Dr. Yakub Lavee, ahli bedah jantung Israel, berbicara tentang pengalamannya sendiri ketika dia mempunyai seorang pasien yang pergi ke China untuk mendapatkan transplantasi jantung dengan waktu pemberitahuan hanya dua minggu sebelumnya.
Merasa penasaran dan melakukan riset sendiri, dia mendengar tentang pengambilan organ dari para tahanan di China. Dr. Lavee kemudian menjelaskan bagaimana dia mulai berupaya mengakhiri pariwisata transplantasi ini dengan mencegah para pasiennya agar tidak  pergi dan sekaligus menerapkan hukum transplantasi baru yang meningkatkan donasi organ di Israel lebih dari 60% dalam satu tahun. Esai ini mencerminkan cara yang menakjubkan dalam memerangi praktik jahat dengan mengambil inisiatif pribadi.

Dr. Lavee menulis dalam esainya: "Pendekatan hukum Israel telah berhasil mengurungkan niat calon warga Israel yang ingin melakukan transplatasi organ mereka di China."
Direktur Medis: Para dokter harus mengutuk pengambilan organ secara biadab oleh PKC
Dr. Gabriel Danovitch, Profesor Kedokteran Klinik, Nefrologi dan Direktur Medis untuk Program Transplantasi Ginjal & Pankreas, menyoroti prosedur penerimaan makalah ilmiah dari China terkait  transplantasi untuk jurnal medis Barat.
Dia melihat kurangnya pemeriksaan yang teliti  ketika jurnal medis menerima makalah di mana penulis China berbicara tentang ‘metode standar' ketika yang mereka maksud adalah 'tembak di kepala'. Penelitian ilmiah demikian seharusnya tidak menjadi bagian dari pengetahuan ilmiah barat.

Dr. Danovitch mengingatkan para pembaca, bahwa, meskipun kita tidak mungkin mengontrol apa yang terjadi di China, kita mempunyai kontrol atas jurnal medis kita dan tidak seharusnya mengorbankan standar etik kita dalam riset.
Dalam esainya, Dr. Danovitch menguraikan bahwa para dokter di dunia bebas - memiliki ruang untuk menolak dan mengutuk praktik di China. Dia kemudian menyarankan bahwa jurnal medis tidak menerima makalah ilmiah terkait transplantasi dari China, dan dokter dari China tidak diizinkan untuk menyajikan data terkait transplantasi di konferensi medis, kecuali mereka secara eksplisit mengatakan bahwa temuan mereka tidak berasal dari organ narapidana yang dieksekusi mati.
Dr. Danovitch menulis dalam esainya: "Kita tidak bisa mengontrol kejadian di China, tetapi, setidaknya, kita dapat mengontrol isi dari pertemuan dan jurnal medis kita, serta bekerja terus hingga suatu hari transplantasi organ China akan mendapat tempat terhormat sebagai bagian dari komunitas transplantasi organ internasional."
Para Ahli Hak Asasi Manusia di Swiss: Transplantasi organ seharusnya dicermati  
Dr. Arne Schwarz, ahli HAM Swiss  menguraikan tentang perusahaan farmasi di China yang melakukan uji klinik dengan obat transplantasi terkait, seperti obat anti-penolakan. Para pasien yang terdaftar pada uji klinis itu, telah mendapat transplantasi organ mereka di China. Namun, menurut Wakil Menteri Kesehatan China, 90% organ itu berasal dari tahanan yang dieksekusi mati, maka ada kemungkinan bahwa pasien yang terdaftar dalam uji klinik seperti itu telah mendapat transplantasi organ yang diperoleh secara tidak etis, yang kemudian menciptakan masalah etik terkait dengan obat yang diujikan pada percobaan itu, dan kemudian dijual di seluruh dunia.
Dr. Schwarz menguraikan topik yang kompleks ini dengan mengacu pada beberapa perusahaan, dan mengingatkan para pembaca bahwa WHO pada prinsip panduannya tentang sel, jaringan dan transplantasi organ manusia menuntut untuk menelusuri organ yang ditransplantasikan dan ketransparanan agar dicermati. Dia  menyerukan agar bertanggung jawab bersama untuk memastikan standar etik.
"Dengan demikian, dalam situasi seperti ini, mendelegasikan pengadaan organ kepada suatu sistem transplantasi yang menyimpang adalah tidak bertanggung jawab," tulis Dr. Schwarz dalam esainya.
Profesor Kedokteran: Ambil tindakan untuk melindungi mereka yang terancam oleh orang lain
Dr. Maria Fiatarone Singh adalah profesor Kedokteran Geriatrik di Universitas Sydney, Australia. Dia terguncang ketika mendengar tentang pengambilan organ praktisi Falun Gong yang masih hidup di China, dan meskipun tidak berhubungan dengan bidang transplantasi, dia penasaran dan secara aktif terlibat dalam pekerjaan DAFOH.
Dr. Singh kemudian memiliki pengalaman, dimana dia pernah didekati oleh seseorang asal China yang mengaku sebagai mahasiswa dan mengatakan bahwa pengambilan organ itu tidak pernah ada di China. Mahasiswa itu kemudian juga menyatakan bahwa pembantaian di Lapangan Tiananmen pada tahun 1989 juga tidak pernah terjadi.
Masyarakat Transplantasi dari Australia dan Selandia Baru (TSANZ) memutuskan bahwa  program pelatihan  transplantasi Australia tidak akan menerima ahli bedah China kecuali mereka yang menandatangani kontrak tertulis bahwa mereka tidak akan menggunakan para tahanan sebagai sumber organ bagi transplantasi setelah mereka kembali ke China. Setelah kebijakan ini diberlakukan, maka tidak ada lagi ahli bedah transplantasi China datang ke Australia untuk mengikuti pelatihan.
Dr. Singh menulis dalam esainya, "Sebagai dokter, kami terikat pada sumpah kami untuk mencegah bahaya, dan ini termasuk tindakan untuk melindungi mereka yang terancam oleh orang lain. Sebagai manusia, kita tidak dapat mengabaikannya."
Dia menyitir seorang antropolog Amerika Margaret Mead, "Jangan pernah ragu bahwa sekelompok kecil warga yang memiliki komitmen dan penuh pertimbangan dapat mengubah dunia. Sesungguhnya, ini adalah satu-satunya yang selamanya bisa.

search

YANG NYASAR DI BLOG