Pages

Rabu, 22 Agustus 2012

0 Melacak Jejak AS dan Israel di Insiden Gaziantep


Ledakan terbaru bom mobil di kota Gaziantep yang terletak di tenggara Turki dan di dekat perbatasan dengan Suriah langsung menyita perhatian media massa an kalangan politik. Banyak kalangan yang bertanya-tanya siapa sebenarnya pelaku peledakan bom mobil ini. Para petinggi Turki termasuk Besir Atalay, Deputi Perdana Menteri Turki langsung menuding kelompok milisi bersenjata Partai Pekerja Kurdi (PKK) sebagai dalang dari insiden tersebut. Namun bukan hanya PKK yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan dan menciderai puluhan orang ini, bahkan sampai saat ini belum ada pihak yang ditangkap dengan dakwaan sebagai pelaku pemboman.

Tak hanya itu, statemen para petinggi Turki pasca insiden ini malah memicu pertanyaan dan keraguan atas motif pelaku peledakan di Gaziantep. Huseyin Celik, salah satu deputi perdana menteri Turki dalam sebuah statemennya memprediksikan keterlibatan Suriah dalam aksi peledakan tersebut. Ia menandaskan, separuh dari penduduk Gaziantep adalah warga Kurdi dan motif dari aksi peledakan ini adalah untuk merusak rasa persaudaraan di daerah ini. Menurut Celik, PKK memiliki kedekatan dengan dinas rahasia Suriah dan kemungkinan besar Damaskus terlibat dalam aksi ini.

Media-media massa Turki juga berusaha membesar-besarkan keterlibatan Suriah dalam insiden Gaziantep. Sementara di dalam negeri, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinan Recep Tayyip Erdogan tengah dibrondong kritik, khususnya terkait kebijakan keliru partai berkuasa ini dalam menyikapi transformasi di kawasan. Kubu oposisi pun memanfaatkan momen ini untuk memperhebat kritikannya terhadap partai berkuasa.

Masih terdapat analisa lain terkait insiden teror di Gaziantep. Di analisa ini disebutkan peran para petualang regional dan transregional. Demografi Gaziantep terdiri dari tiga ras, Kurdi, Arab dan Turki serta posisinya yang berdekatan dengan Suriah memunculkan kemungkinan bahwa anasir Rezim Zionis Israel dan Barat melakukan aksi teror di kawasan tenggara Turki ini. Hal ini disengaja untuk memprovokasi gerakan anti Suriah. Apalagi selama ini kebijakan Amerika dan Israel terkenal dengan asasnya menciptakan friksi antar ras dan mazhab di Suriah dengan kebijakan haus perang mereka.

Klaim pejabat Turki terkait keterlibatan Suriah di insiden Gazuatep sesuai dengan strategi menciptakan krisis hubungan Ankara dan Damaskus di situasi sensitif saat ini. Di dalam negeri Turki dan di antara petinggi negara ini juga banyak yang berpikir untuk mempertajam friksi dengan Suriah atau memutuskan berperang dengan Damaskus guna keluar dari kritik dalam negeri yang menerpa mereka. (IRIB Indonesia/MF)

search

YANG NYASAR DI BLOG