Pages

Minggu, 26 Agustus 2012

0 Dubes Eritrea untuk PBB Sebut Israel Sebagai Penjahat


Duta Besar Eritrea untuk PBB menyebut rezim Zionis Israel sebagai penjahat dan menuntut di adilinya para pejabat Tel Aviv di pengadilan internasional.

Araya Desta di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Ke-16 Gerakan Non-Blok (GNB) di Tehran yang dimulai hari ini (Ahad, 26/8) mengatakan, GNB dibentuk 56 tahun lalu dan awalnya hanya memiliki delapan anggota, namun hingga kini telah memiliki 120 negara anggota. Hal itu menunjukkan perkembangan gerakan ini dan tak diragukan lagi masalah Palestina akan menjadi topik utama dalam event besar ini. Demikian Qodsna melaporkan.

Terkait kejahatan kemanusiaan Israel, ia menandaskan, Israel telah melakukan kejahatan dengan membantai warga Palestina yang tidak berdosa dan anggota GNB harus bertindak untuk mencegah berlanjutnya kejahatan tersebut.

Menurut Desta, pengeboman terhadap kota-kota dan desa Palestina dan pembantaian warga tak berdosa adalah kejahatan yang pelakunya harus diadili di pengadilan internasional.

"Anggota Gerakan Non-Blok mengungkapkan empatinya kepada bangsa Palestina yang mengalami perlakukan keras dan mendukung perjuangan mereka untuk meraih kemerdekaan," ujarnya.

Saat ditanya apakah menyeret para pemimpin Zionis ke pengadilan internasional  amat diperlukan, utusan Eritrea untuk PBB itu menandaskan, pengadilan terhadap penjahat tentunya harus dilakukan, namun karena Israel dilindungi oleh kekuatan besar seperti Amerika Serikat maka hal itu sulit untuk dilakukan. (IRIB Indonesia/RA)

search

YANG NYASAR DI BLOG