Pages

Jumat, 10 Agustus 2012

0 7 Cara Mengatasi "Morning Sickness"



alt
Mual pagi atau morning sickness, mual dan muntah yang dialami selama kehamilan merupakan hal yang biasa dialami oleh banyak wanita hamil. Meskipun disebut mual pagi, mual ini dapat terjadi setiap saat, baik siang maupun malam.
Banyak solusi yang diusulkan oleh pakar kesehatan maupun ibu-ibu berpengalaman dan berbagai sumber informasi kehamilan.
Ketika morning sickness ini terjadi terus-menerus dan menyebabkan penurunan berat badan, kondisi ini disebut sebagai hiperemesis gravidarum yang mungkin memerlukan perawatan medis dan rawat inap bahkan bedrest di rumah sakit.
Berikut 7 cara mengatasi mual bagi wanita hamil :

Makanan

Makan bukanlah hal pertama yang terlintas dalam pikiran seorang wanita ketika dia menderita morning sickness, tapi makan benar-benar dapat meningkatkan gejala keadaan ini. Membuat pilihan makanan yang tepat juga dapat membantu situasi morning sickness.

Makan makanan berbumbu kuat atau bahan-bahan berminyak dapat memperburuk gejala. Makan makanan ringan di awal pada pagi hari adalah pencegahan terbaik untuk morning sickness. Makan makanan yang merupakan sumber protein kualitas tinggi setiap dua jam dapat kadang-kadang membuat morning sickness terkendali.  Perut kosong bisa membuat kondisi mual terasa lebih buruk.

Hindari Pemicu

Sejumlah bau dan makanan dapat memicu morning sickness. Menghindari pemicu tersebut atau menghirup bau lemon atau jeruk dapat membantu meringankan gejala. Udara segar juga dapat membantu.

Bahan-Bahan Lainnya yang Dapat Dikonsumsi

Minum air atau soda dengan jahe disarankan oleh Klinik Mayo sebagai cara untuk menenangkan perut. Es serut, permen atau es pop juga dapat membantu. Beberapa permen kehamilan juga tersedia untuk membantu meringankan morning sickness bagi wanita.

Wanita yang mengalami morning sickness bisa mencoba permen asam yang meningkatkan air liur. The American Pregnancy Association mengatakan bahwa peppermint, seperti teh peppermint, bisa jadi ramuan yang dapat meringankan gejala penyakit. Ibu hamil sebaiknya hanya menggunakan obat homeopati atau herbal di bawah pengawasan seorang ahli kesehatan yang terlatih.

Obat

Wanita hamil seharusnya hanya menggunakan obat non resep di bawah pengawasan seorang ahli medis. Beberapa penyedia obat mungkin akan merekomendasikan kombinasi vitamin B6 dengan bahan yang membantu tidur untuk meredakan mual. Badan Pangan dan Obat tidak menyetujui penggunaan obat tidur untuk mengobati mual.

Sebuah resep untuk obat anti-mual, seperti yang digunakan oleh pasien yang menjalani kemoterapi, mungkin disarankan untuk kasus morning sickness menengah hingga parah. Contoh lain obat, seperti yang dianjurkan oleh American Pregnancy Association, meliputi metoclopramide, antihistamin dan obat-obatan anti-reflux.

Rawat Inap

Ketika seorang wanita kehilangan berat badan dan tidak bisa makan atau minum, dia harus dirawat di rumah sakit. Selama masa rawat inap, ia akan menerima infus yang memberikan nutrisi dan cairan untuk tubuhnya.

Perawatan rumah sakit biasanya hanya diperlukan untuk hiperemesis gravidarum, yang terjadi pada sekitar 1 persen dari semua kehamilan, menurut American Pregnancy Association. Metode Lain untuk memberikan nutrisi kepada wanita penderita termasuk pemasangan selang nasogastrik atau gastrostomy endoskopik. Selang tersebut masing-masing dimasukkan melalui hidung atau perut.


Istirahat

Beberapa wanita mungkin  diistirahatkan secara parsial atau penuh hingga morning sickness mereda. American Pregnancy Association menekankan bahwa istirahat dapat memberi efek meredakan. Namun, akan ada efek negatif juga pada otot akibat kurang gerak untuk jangka waktu yang lama.

Akupresur dan Akupunktur

Seorang ahli  akupresur atau akupunktur mungkin dapat memberikan satu atau beberapa sesi pengobatan untuk meringankan morning sickness. Metode lain yang mirip dengan metode ini adalah seabands, sebuah ban pada pergelangan tangan dengan pasak yang memberi tekanan pada titik di pergelangan tangan.[erabarunews]

search

YANG NYASAR DI BLOG