Pages

Jumat, 05 Agustus 2011

0 Cara menghapus photo Kiriman teman facebook



Kawan - kawan terkadang ada teman yang kebetulan punya photo kita, mungkin photo bersama atau photo sendiri kita, lalu teman tesebut mengupload photo tersebut di profil facebook nya. saat mengupload dia memberi tag nama pada masing - masing orang yang ada di foto tersebut termasuk photo kita. setelah itu di shared lah photo tersebut sampai tiba di profil facebook kita. 

bukan masalah kalau kita suka dengan foto tersebut, tapi bagaimana kalau foto tersebut jelek alias bisa menurunkan popularitas anda cka..kak..kak... ? bagaimana menghapus dari profil kita ? 

Jawabannya adalah anda tidak bisa menghapus photo tersebut, karena walaupun itu foto diri anda tapi anda bukanlah pemiliknya ... ! pemilik foto adalah teman anda dan hanya dia yang bisa menghapusnya ... ! 

Tapi tenang dengan tips n trik berikut anda bisa menghapusnya agar tidak muncul di profil kita, caranya : 

- Buka profil dan klik photo kiriman teman yang hendak anda hapus 
- Liat bagian bawah photo " In this photo " disitu kan ada " nama anda " ( photo, remove tag ) 
- klik tulisan " remove tag " dan selesai 

coba cek sekarang, photo tersebut tidak muncul lagi kan di profil anda ! 

0 Cara Ter Mudah Menghasilkan Uang Dari Internet

 
Jika Anda sering online untuk melakukan aktifitas seperti Facebook-an, chatting, atau hanya sekedar browsing cari-cari artikel atau download gratis, maka Anda juga bisa memanfaatkan setiap saat di internet untuk menghasilkan uang! Teruskan membaca, karena saya akan menunjukan bagaimana cara ter mudah untuk melakukannya!

Cara 1: Mudah Menghasilkan Uang Dari Blog

Blog adalah situs instant yang mudah digunakan siapa saja bahkan seorang pemula sekalipun. Tidak perlu membayar untuk bisa memiliki sebuah blog. Anda bisa menggunakan layanan gratis milik Blogger.com yang memiliki fitur blog sangat baik.

Berikut step by step mudah membuat blog yang menghasilkan uang:
  • Daftar Gratis Di www.Blogger.com
  • Ikuti petunjuknya dalam bahasa Indonesia. Saya yakin, anak SMP pun dapat melakukan ini. Jika Anda bisa membuat akun email, maka dengan mudah Anda dapat membuat akun Blogger.
  • Posting Artikel.
    Apa pun kegiatan yang Anda sukai, jadikan itu sebagai ide untuk menulis. Anda bahkan dapat berbagi cerita, informasi, foto-foto atau apa saja. Tulis posting artikel Anda semudah mengirim email. Pastikan Anda menulis untuk dibaca orang lain, bukan untuk diri sendiri.
  • Promosikan Blog Anda.
    Tidak ada keuntungan bagi pemilik blog jika tak seorang pun datang untuk membaca. Maka promosikan alamat blog Anda kepada teman-teman atau melalui media periklanan, social network (facebook) dan sebagainya.
  • Join Jaringan Periklanan
    Tampilkan sponsor iklan di blog Anda, dan dapatkan komisi jika ada orang yang meng-klik iklan di blog Anda. Berikut program yang sangat saya rekomendasikan untuk Anda ikuti secara gratis:
    • Adsensecamp.com:
      Raih komisi hingga Rp.300,- per klik iklan. Daftarkan blog Anda (gratis) dan dapatkan kode iklan untuk dipasang di blog. Perhatikan petunjuk yang diberikan pada situs tersebut. Komisi Anda akan dibayarkan setelah mencapai minimum saldo sebesar Rp.10.000,-
    • Kumpulblogger.com:
      Komisi hingga Rp.350,- per klik iklan. Ini merupakan jaringan periklanan blog cukup populer. Komisi dibayar setiap malam minggu setelah Anda memiliki minimal Rp.10.000,- pada saldo komisi.

Cara 2: Mudah Menghasilkan Uang Dari Affiliate Program

Affiliate program adalah cara mudah menghasilkan uang dari internet. Anda cukup mendaftar pada situs-situs yang menawarkan program afiliasi dan mendapat affiliate link. Promosikan link-link afiliasi Anda dan dapatkan komisi jika ada orang yang meng-klik dan membeli produk yang ditawarkan.

Anda juuga dapat dengan mudah menemukan program affiliasi dengan mencarinya di internet. Sebagai contoh, silahkan klik untuk mencari Affiliate Program Gratis!

Mempromosikan link-link affiliate bisa dengan berbagai cara. Namun yang paling bagus adalah dengan menggunakan website Anda sendiri. Atau jika Anda memiliki blog, Anda bisa memasang link-link affiliate di halaman blog agar dapat diklik oleh pengunjung. Selebihnya, Anda mempromosikan blog Anda sendiri untuk mendapat manfaat lain.

Kamis, 04 Agustus 2011

0 Iran Unjuk Kekuatan, Beranikah AS dan Zionis?

Image

Baru-baru ini pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) meluncurkan lima rudal jarak menengah dan jarak jauh “Shahab” pada tahap kedua manuver keenam Nabi Besar Muhammad Saw, hari ini (Selasa, 28/6/2011).
Dua dari lima rudal itu adalah tipe Shahab 1 jarak menengah, dua lainnya adalah Shahab 2 jarak menengah, dan sebuah rudal jarak jauh Shahab 3 yang menggunakan bahan bakar likuid. Lima rudal itu diluncurkan secara bersamaan tidak lama setelah peluncuran sembilan rudal dari darat ke darat Zelzal.
Panglima Pasdaran, Brigjen Amir Ali Haji Zadeh mengkonfirmasikan kemampuan Pasdaran dalam memproduksi rudal yang memiliki daya tempuh melebihi 2.000 kilometer. Dikatakannya, “Kami juga memiliki teknologi untuk memproduksi rudal yang memiliki daya tempuh lebih jauh. Namun kami tidak merasa perlu untuk memproduksi rudal dengan daya tempuh di atas 2.000 kilometer, dan kami tidak akan memproduksinya.”
Menjawab pertanyaan wartawan soal apakah rudal-rudal yang diluncurkan oleh Pasdaran menjadi ancaman bagi negara-negara Eropa, Brigjen Haji Zadeh mengatakan, “Rudal-rudal Iran hanya memiliki daya tempuh 2.000 kilometer dan didesain untuk mengincar target milik Amerika Serikat di kawasan dan rezim Zionis Israel.”
“Rezim Zionis Israel berjarak 1.200 kilometer dari Iran dan kami mampu menarget Israel dengan menggunakan rudal dengan daya tempuh 2.000 kilometer yang ditembakkan dari Semnan dan Damghan. Musuh trans-regional kami adalah Amerika Serikat dan Israel, dan Iran tidak merasa terancam dari pihak-pihak lain, ” tegas Haji Zadeh
Di Afghanistan, Amerika mendirikan pangkalan yang hanya berjarak 120 kilometer hingga 700 kilometer dari perbatasan Afghanistan-Iran. Hajizadeh menambahkan , “Rudal Sejjil dan Shahab milik Iran termasuk di antara rudal yang memiliki daya jelajah hingga 2.000 kilometer.”
Sementara itu, media media massa Barat dan regional seperti AFP, Associated Press, New York Times, Scotsmannews, Newsmax, CNN, Aljazeera TV, Al-Entiqad.net dan al-Sharq al-Awsat, mereaksi manuver Nabi Besar Muhammad Saw keenam oleh Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) dan liputan tentang berbagai silo (penyimpanan dan peluncuran rudal balistik) bawah tanah milik Iran.
Kemarin (Senin, 27/6/2011), Pasdaran memamerkan berbagai silo bawah tanahnya. Mengenai silo-silo tersebut, jurubicara manuver Nabi Besar Muhammad Saw, Kolonel Asghar Qalichkhani mengatakan, “Teknologi pembangunan silo-silo tersebut sepenuhnya domestik dan dibangun oleh para ahli muda Iran.”
Menurutnya, teknologi pembangunan silo rudal balistik itu telah dimiliki Pasdaran 15 tahun lalu. Mengingat tingginya volume peluncuran rudal pada manuver kali ini, maka untuk pertama kalinya pengoperasian silo-silo tersebut diperlihatkan.
Belum lama ini, Zionis Israel berulangkali mengintimidasi Iran sebagai sasaran berikutnya menyusul perang 33 hari di Lebanon dan perang 22 hari di Gaza. Tak dapat dipungkiri bahwa serangan itu tak akan dilakukan Zionis tanpa bantuan AS.
Sementara itu, Washington telah mengepung Tehran dari berbagai sudut dengan membangun pangkalan militer di negara-negara tetangga Iran. Bahkan ada sebuah analisa yang menyebutkan penarikan mundur pasukan Afghanistan dalam jumlah besar sebagai persiapan untuk menyerang Iran.
Analisa lainnya menyebutkan bahwa gejolak di Timur Tengah adalah rekayasa AS dan kelinci percobaan Washington untuk membaca kekuatan militan terselebung di Timur Tengah yang tentunya diprediksikan akan bereaksi bila Iran diserang. Namun dengan unjuk giginya Iran dalam manuver militer Nabi Besar Muhammad Saw, AS dan Israel harus berpikir seribu kali untuk menyerang Iran. Meski demikian, Tehran tetap waspada.


source:konspirasi.com

0 Jermaine Jackson: Saya dan Semua Bodyguard Michael Jackson Masuk Islam


ImageMemeluk Islam akan menyelamatkan nyawa legenda pop Michael Jackson, kata Jermaine Jackson saudara kandung Michael Jackson dalam sebuah wawancara yang akan disiarkan Kamis ini (24/6).
Berbicara menjelang ulang tahun pertama wafatnya “Raja Pop” yang jatuh pada Jumat besok – Michael Jackson wafat pada usia 50 tahun yang konon wafatnya karena overdosis resep obat – Jermaine mengatakan kepada BBC bahwa saudaranya seharusnya meninggalkan Amerika Serikat.
“Saya merasa bahwa jika Michael akan masuk Islam ia masih akan berada di sini hari ini dan saya katakan hal ini karena berbagai alasan,” kata Jermaine Jackson, yang telah masuk Islam sejak lama kepada radio BBC World Service.
“Mengapa? Karena bila Anda 100per persen telah jelas dalam pikiran Anda untuk siapa Anda dan apa yang Anda lakukan dan mengapa Anda di dunia dan semua orang di sekitar Anda, maka anda akan berubah dengan cara yang lebih baik. “
Dia menambahkan: “Tuhan begitu perkasa. Michael membaca banyak buku, karena saya membawa buku dari Arab Saudi. Saya membawakannya buku dari Bahrain.
“Saya-lah yang awal membuatnya berada di Bahrain karena saya ingin dia keluar dari Amerika karena dengan hal itu saya memiliki banyak waktu dengan saudara saya Michael.”
Michael Jackson ditemukan meninggal di rumah yang disewanya di Los Angeles pada tanggal 25 Juni tahun lalu, kematian selebriti ini memicu penghormatan secara global untuk karya dan dedikasinya terhadap musik.
Pada hari Jumat besok, para penggemar “Jacko” diharapkan akan memberikan penghormatan mereka di Forest Lawn Memorial Park di pinggiran kota LA Glendale, sebuah pemakaman untuk para bintang-bintang di mana peti emas penyanyi itu dimakamkan September lalu.
Jermaine mengatakan saudaranya itu tidak menentang untuk memeluk Islam.
“Semua bodyguard Michael menjadi Muslim karena mereka percaya Islam, karena orang-orang ini yang akan mengorbankan jiwa mereka dan juga sedang mencoba menjadi manusia seutuhnya, bukan hanya untuk Michael Jackson, tapi juga untuk Allah,” katanya
“Jadi setelah orang-orang di sekitar anda Islam, Anda tahu bahwa Anda akan dilindungi karena adanya perlindungan dari Allah,” tambahnya.
Setahun sejak kematian mendadak Jacko semuanya telah menjadi “sulit,” katanya.
“Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan perasaan kami padanya. Rasanya hanya satu yang akan tahu setelah mereka mengalami hal itu. Kita hanya belajar untuk hidup dengannya. Kami tidak akan pernah melupakannya,” tambahnya.(eramuslim)

0 Umur Bumi 70 Juta Tahun Lebih Muda


Sejumlah peneliti geologi telah menemukan cara baru dalam menentukan usia bumi yang jauh lebih akurat. Dengan cara baru ini diperkirakan usia bumi sekarang 70 juta tahun lebih muda dari perkiraan sebelumnya, yang menyebutkan usia bumi 4,5 miliar tahun lebih.
Tim peneliti yang melakukan kajian ini mengatakan, untuk menentukan usia bumi mereka membandingkan sejumlah elemen yang terdapat dalam lapisan bumi dengan meteorit yang diperkirakan usianya sama dengan sistem tata surya, seperti dimuat dalam jurnal Nature Geosciences.
Hasil penting dari kesimpulan yang mereka dapatkan dari penelitian ini adalah proses pembentukan bumi dari unsur-unsurnya ternyata membutuhkan waktu lebih lama dari yang telah diduga sebelumnya.
Para ilmuwan mengkaji skala waktu ini dengan melihat pada seberapa lama Bumi tumbuh atau berkembang sebagai sebuah "embrio planet" dan kemudian melihat munculnya tabrakan dengan bagian lain untuk membentuk planet bumi seperti yang terjadi sekarang.
"Proses tabrakan yang terjadi menyebabkan bagian dari planet ini meleleh dan menyebabkan unsur logam terpisah ke dalam pusat bumi dan kemudian membentuk inti bumi pada planet bumi saat ini, " kata Dr John Rudge dari Universitas Cambridge yang mengepalai proses penelitian ini.
Proses pembentukan planet yang panjang kemudian menjadikan bumi seperti sekarang dengan ukuran dan bentuk geologisnya saat ini.
Waktu pembentukan
Untuk mengkaji bagaimana proses pembentukan ini para peneliti melihat pada dua "isotop"- elemen kimia di dalam lapisan bumi yang disebut 182-hafnium dan 182-tungsten.
Setelah melalui serangkaian periode yang berlangsung beberapa juta tahun, hafnium kemudian mengalami perubahan menjadi tungsten. Kemudian tungsten bercampur dengan logam dan kemudian ketika inti bumi mengalami proses pembentukan kesemua unsur itu menjadi satu.
Proses ini kemudian meninggalkan tanda pada lapisan bumi dan kemudian dijadikan cara untuk mengetahui berapa usia bumi.
Dr John Rudge mengatakan, jika benar, maka ini berarti proses pembentukan bumi membutuhkan waktu hingga 100 juta tahun.
"Kita memperkirakan hal itu yang membuat kisaran usia bumi saat ini adalah 4,467 miliar tahun yang berarti lebih muda jika dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya yang menyebutkan usia bumi adalah 4,537 miliar tahun," jelasnya. (bbc/sym)

Rabu, 03 Agustus 2011

0 Jadwal Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia Pertandingan Timnas Indonesia -

 Dapatkan Informasi seputar jadwal pertandingan pra piala dunia 2014 Timnas Indonesia zona asia. Jadwal Pra Piala Dunia 2014 Timnas Indonesia selanjutnya bisa anda dapatkan disini jadwal tersebut secara lengkap hari dan tanggal nya. Sementara itu, Tiga negara ASEAN berhasil lolos ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Selain Indonesia, sukses serupa didapat Singapura yang mendepak Malaysia dan Thailand yang meyingkirkan Palestina.

Untuk itu ada baiknya anda mengetahui Jadwal Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia yang akan bertanding selanjutnya di ajang Piala Dunia 2014 di Brazil. Jadwal Pertandingan Pra Piala Dunia 2014 Zona itu sendiri blogger jepara dapatkan dari berbagai sumber terpecaya yang ada. Anda penasaran dengan lawan Timnas Indonesia selanjutnya di Pra Piala Dunia 2014? Untuk itu anda harus selalu mengunjungi blogger jepara untuk mendapatkan informasi update seputar Pertandingan Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia.


Jadwal Pra Piala Dunia 2014


Jadwal Pertandingan Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia

Berikut ini adalah jadwal lengkap putaran pertandingan Pra Piala Dunia 2014 Brazil zona Asia.

Group Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia 

Grup A: China, Yordania, Irak, Singapura
Grup B: Korea Selatan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Lebanon
Grup C: Jepang, Uzbekistan, Suriah, Korea Utara
Grup D: Australia, Arab Saudi, Oman, Thailand
Grup E: Iran, Qatar, Bahrain, Indonesia

Inilah jadwal pertandingan Timnas Indonesia di ajang Pra-Piala Dunia 2014 Cekidooottzz:

Jadwal Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia 
2 September 2011
Iran vs Indonesia
Bahrain vs Qatar

Jadwal Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia 
6 September 2011
Qatar vs Iran
Indonesia vs Bahrain

Jadwal Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia 
11 Oktober 2011
Iran vs Bahrain
Indonesia vs Qatar

Jadwal Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia 
11 November 2011
Qatar vs Indonesia
Bahrain vs Iran

Jadwal Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia 
15 November 2011
Qatar vs Bahrain
Indonesia vs Iran

Jadwal Pra Piala Dunia 2014 Zona Asia 

29 Februari 2012
Iran vs Qatar
Bahrain vs Indonesia

Senin, 01 Agustus 2011

0 Riwayat Shaum dalam Peradaban Islam

Perintah berpuasa Ramadhan bagi umat Nabi Muhammad SAW mulai turun pada 10 Sya'ban, satu setengah tahun setelah umat Islam hijrah ke Madinah.

Secara bahasa, puasa berasal dari bahasa Arab, Shaum (jamaknya Shiyam) yang bermakna al-Imsak (menahan), sedangkan menurut istilah, puasa itu menahan makan dan minum serta semua yang membatalkannya dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Ulama terkemuka Syekh Wahbah az-Zuhaili mendefinisikan puasa sebagai menahan diri dari segala keinginan syahwat, perut serta faraj (kemaluan), dan dari segala sesuatu yang masuk ke kerongkongan, baik berupa makanan, minuman, obat, dan semacamnya pada waktu tertentu-mulai terbit fajar hingga terbenam matahari.

Menurut Syekh az-Zuhaili, puasa dilakukan oleh Muslim yang berakal, tidak haid, dan juga tidak nifas dengan melakukannya secara yakin. Setiap Muslim yang beriman diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan. Perintah berpuasa telah ditegaskan dalam surah al-Baqarah [2] ayat 183:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa."

Perintah berpuasa Ramadhan bagi umat Nabi Muhammad SAW mulai turun pada 10 Sya'ban, satu setengah tahun setelah umat Islam hijrah ke Madinah. "Ketika itu, Nabi Muhammad baru saja diperintahkan untuk mengalihkan arah kiblat dari Baitulmakdis (Yerusalem) ke Ka'bah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi," tulis Ensiklopedi Islam.

Puasa Ramadhan dimulai ketika melihat atau menyaksikan bulan pada awal bulan tersebut. Apabila langit dalam keadaan berawan yang mengakibatkan bulan tak dapat dilihat dan disaksikan, bulan Sya'ban disempurnakan menjadi 30 hari.

Kewajiban puasa sebulan penuh pada Ramadhan baru dimulai pada tahun kedua Hijriah. Itu artinya, umat Nabi Muhammad SAW secara turun-temurun telah melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan selama 1.430 kali. Tahun ini, Ramadhan memasuki tahun 1432 H. Lalu, apakah ada kewajiban puasa bagi umat Rasulullah sebelum puasa Ramadhan?

Sebelum turunnya ayat yang memerintahkan puasa wajib di bulan Ramadhan, menurut H Sismono dalam Puasa pada Umat-Umat Dulu dan Sekarang, pada mulanya kaum Muslimin memandang puasa Asyura (10 Muharam) sebagai hari puasa wajib mereka. Keyakinan tersebut mungkin mengacu kepada puasa yang dilaksanakan umat Yahudi pada Hari Raya Yom Kippur yang jatuh pada tanggal 10 bulan Tishri.

Hari Asyura merupakan hari raya terbesar umat Yahudi dan hingga saat ini masih dirayakan oleh orang-orang Yahudi Khaibar (dekat Madinah). Mereka yang melaksanakan puasa pada hari itu akan mengenakan pakaian yang serbaindah, berbelanja makanan, minuman, dan lain sebagainya.

Imam Syafii pernah mengutip hadis Nabi SAW yang menyatakan, "Sangat disukai berpuasa tiga hari, yakni hari kesembilan, kesepuluh, dan kesebelas Muharam." Imam Hanafi juga berkata, "Tak ada yang salah dalam urusan hari Asyura, selain berpuasa pada hari itu saja. Orang-orang Rawafidh mengada-adakan bid'ah kesedihan pada itu; orang-orang jahil Suni mengada-adakan bid'ah kesukaan.''

Menurut riwayat lain, sebelum turunnya perintah puasa Ramadhan, Rasulullah bersama sahabat-sahabatnya serta kaum Muslimin melaksanakan puasa pada setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan-bulan Qomariyah. Selain itu, mereka juga biasa berpuasa tanggal 10 Muharam, sampai datang perintah puasa wajib di bulan Ramadhan.

Berdasarkan penjelasan di atas, tampaklah bahwa puasa Asyura tak ada hubungannya dengan peringatan wafatnya Husain bin Ali bin Abi Thalib yang biasa diperingati oleh penganut Syiah. Namun demikian, sebagian umat Islam, termasuk di Indonesia, ada yang rutin melaksanakan puasa Asyura.

Rasulullah pun terbiasa berpuasa pada hari Asyura. Bahkan, Rasul SAW memerintahkan kaum Muslimin untuk juga berpuasa pada hari itu. Menurut Ibnu Umar RA, Rasulullah pernah berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh dia (Ibnu Umar) untuk berpuasa juga. Namun, saat datang perintah puasa Ramadhan, puasa Asyura itu ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.

Tentang perintah Rasulullah untuk berpuasa Asyura, menurut Bukhari, Ahmad dan Muslim adalah sesudah beliau tiba di Yatsrib (Madinah). Tepatnya, sekitar setahun setelah Rasul SAW dan sahabat-sahabatnya tinggal di Madinah. Menurut riwayat, Rasul SAW tiba di kota itu pada Rabiul Awal, sedangkan perintah puasa Asyura itu disampaikan pada awal tahun kedua.
Kemudian, pada tahun kedua hijrah saat memasuki bulan Ramadhan, turunlah wahyu yang berisi perintah kepada umat Islam akan diwajibkannya puasa pada bulan Ramadhan. Dan puasa Asyura hanya satu kali dilaksanakan sebagai puasa wajib.

Wajib puasa
Perintah untuk melaksanakan puasa Ramadhan ini diwajibkan kepada setiap Muslim, terutama yang sudah dewasa (baligh), dan tidak diwajibkan pada anak-anak, orang sakit, tua, dan lemah, serta orang yang sedang dalam perjalanan (musafir). Kewajiban itu berlaku selama sebulan dalam setahun.

Mengapa puasa itu diwajibkan pada bulan Ramadhan, tidak di bulan lainnya seperti Syawal, Muharram, Rabiul Awal, atau lainnya? Tidak ada penjelasan yang komprehensif mengenai masalah ini. Tentu saja, semua itu adalah rahasia Allah.

Namun, sejumlah pihak menduga, ada beberapa hal yang menjadi sebab diwajibkannya puasa pada bulan itu, yakni pada bulan tersebut Allah menurunkan wahyu pertama Alquran kepada Nabi Muhammad. Menurut pendapat yang muktabar, wahyu pertama diturunkan pada malam 17 Ramadhan saat Rasul SAW sedang bertafakur di Gua Hira. Dan pada malam itu pula, Rasul SAW dikukuhkan sebagai Nabi dan Rasul Allah SWT.

Selain itu, pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang kemuliaannya lebih baik daripada seribu bulan. (QS Al-Qadar [97]: 1-5). Itulah malam Lailatul Qadar. Dan keutamaan lainnya yang terdapat pada bulan Ramadhan dan tidak ditemukan di bulan lainnya adalah shalat Tarawih.

Rasulullah SAW bersabda, barang siapa yang berdiri melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan, dengan penuh keimanan dan keikhlasan (karena Allah), maka diampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari).

Macam-macam puasa
Dalam Islam, dikenal berbagai macam puasa. Pertama, puasa wajib, yang meliputi puasa Ramadhan, puasa kafarat (denda atau tebusan), dan puasa nazar. Puasa kafarat adalah puasa yang dilakukan seseorang karena sebab-sebab tertentu, seperti bersetubuh di siang hari bulan Ramadahan, sedangkan puasa nazar adalah puasa yang diwajibkan atas seseorang karena suatu nazar.

Kedua, puasa haram. Puasa bisa menjadi haram hukumnya jika dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Puasa pada hari tasyrik atau 11, 12, dan 13 Zulhijah juga hukumnya haram. Bahkan, puasa sunah seorang istri yang dilakukan tanpa izin suaminya juga hukumnya haram. Puasa yang dilakukan seorang wanita dalam keadaan haid dan nifas juga haram.

Ketiga, puasa sunah. Salah satunya, puasa Senin-Kamis, serta puasa Nabi Daud AS-sehari puasa, besoknya tidak. Keempat, puasa makruh. Puasa jenis ini terbagi menjadi tiga macam. Pertama, puasa hari Jumat, kecuali beberapa hari sebelumnya telah puasa. Kedua, puasa wisal, yakni puasa yang dilakukan secara bersambung tanpa makan dan minum pada malam harinya. Ketiga, puasa dahri atau puasa yang dilakukan secara terus-menerus.


Tujuan dan Keutamaan Puasa

Puasa merupakan salah satu ibadah yang sangat mulia dan disyariatkan dalam Islam. Dan setiap ibadah itu, tentu saja mengandung hikmah dan tujuan. Shalat misalnya, tujuannya adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. (QS al-Ankabuut ayat 45).

Demikian pula dengan puasa, tujuannya secara tegas dijelaskan dalam Alquran surah al-Baqarah [2]: 183 adalah untuk membentuk pribadi Muslim yang bertakwa kepada Allah, yakni mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang Allah.

Berkaitan dengan hal ini, Rasul SAW menegaskan bahwa sesungguhnya puasa itu ada tiga tingkatan, yakni puasanya orang awam, puasa khawas, dan puasanya khawasul khawas. Puasanya orang awam (umum) adalah sekadar menahan haus dan lapar dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Sedangkan puasanya orang khawas adalah menahan makan dan minum serta semua perbuatan yang membatalkannya. Misalnya mulutnya ikut berpuasa dengan tidak berkata kotor, mencaci, mengumpat, atau mencela orang lain. Demikian juga dengan tangan dan kakinya dipergunakan untuk perbuatan yang baik dan terpuji. Sementara telinganya hanya dipergunakan untuk mendengarkan hal-hal yang baik. Puasa khawas ini adalah puasanya orang yang alim dan fakih.

Adapun puasanya khawasul khawas adalah tidak hanya sekadar menahan makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya, termasuk menahan seluruh anggota pancaindera, tetapi hatinya juga ikut berpuasa. Menurut para ulama, inilah jenis puasanya para Nabi dan Rasul Allah. Puasa yang demikian itulah yang akan diberikan oleh Allah secara langsung.
Sesungguhnya seluruh amal anak Adam itu untuk diri mereka sendiri, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. (Hadis Qudsi).

Puasa yang mampu mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar inilah yang mampu membentuk pribadi Muslim yang bertakwa sebagaimana penjelasan QS Al-Baqarah [2] ayat 183 di atas.Ahli Tafsir terkemuka Muhammad Ali a-Sabuni mengatakan, ibadah puasa memiliki yang sangat besar. Pertama, puasa menjadi sarana pendidikan bagi manusia agar tetap bertakwa kepada Allah SWT. Kedua, puasa merupakan media pendidikan bagi jiwa untuk tetap bersabar dan tahan dari segala penderitaan dalam menempuh dan melaksanakan perintah Allah SWT.

Ketiga, puasa menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dan persaudaraan terhadap orang lain sehingga tumbuh rasa empati untuk menolong sesama yang membutuhkan. Keempat menanamkan rasa takwa kepada Allah SWT.Selain memiliki tujuan spiritual, juga mengandung manfaat dan hikmah bagi kehidupan. Misalnya, puasa itu menyehatkan baik secara fisik maupun psikis (kejiwaan). Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar kesehatan yang meliputi empat dimensi, yaitu sehat fisik, psikis, sosial, dan spiritual.

Ibadah puasa dapat memenuhi semua dimensi standar kesehatan yang ditetapkan oleh WHO itu. Bahkan, Dokter Alexis Carrel (1873-1944) yang pernah meraih hadiah Nobel dua kali menyatakan, Apabila pengabdian, shalat, puasa, dan doa yang tulus kepada Sang Maha Pencipta disingkirkan dari tengah kehidupan bermasyarakat, itu artinya kita telah menandatangani kontrak bagi kehancuran masyarakat tersebut.

Ahmad Syarifuddin dalam Puasa Menuju Sehat Fisik dan Psikis, mengungkapkan, rumusan kesehatan psikis yang ditetapkan WHO ini bisa dipenuhi dengan puasa yang dilakukan secara baik. Dalam beberapa hal, puasa bahkan memiliki keunggulan dan nilai lebih. Secara kejiwaan, sikap takwa sebagai buah puasa, mendorong manusia mampu berkarakter ketuhanan (rabbani).

source:republika
Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam di daerah di Indonesia sudah terbiasa melaksanakan tradisi punggahan, ziarah maqam. Dan menjelang detik-detik datangnya hilal Ramadhan, dilengkapi dengan mandi pangir sebagai ungkapan kegembiraan atas datangnya bulan suci Ramadhan.
Tidak jelas dari mana referensi dari semua kegiatan-kegiatan yang sudah menyatu dengan ritual penyambutan Ramadhan tersebut, apakah berasal dari Islam atau Hindu, ataukah murni dari proses interaksi sosial yang pada gilirannya menjadi tradisi dan diadopsi menjadi ritual keagamaan?
Punggahan secara etimologi berasal dari kata unggah (bahasa Sunda), yang berarti “naik ke tempat yang tinggi atau pindah dari satu tempat ke tempat yang lain”. Jadi, punggahan dimaknai sebagai penyambutan bulan yang dihormati, yang mana bulan tersebut merupakan wadah untuk meningkatkan kerohanian dan berpindah dari sebelas bulan yang telah dijalani kepada bulan Ramadhan sebagai ungkapan kegembiraan karena dapat kembali bergabung dengan bulan yang amat dinantikan oleh umat Islam.
Ungkapan kegembiraan tersebut diisi dengan berbagai kegiatan sesuai dengan tradisi yang berlaku di daerah tertentu, biasanya dilakukan 1 minggu sebelum masuk bulan Ramadhan. Bahkan ada yang melakukannya 1 bulan sebelum datangnya bulan Ramadhan, seperti kegiatan pesta Tapai dan Lamang (yang akhir-akhir ini diartikan sebagai Tradisi Anak Pantai (TAPAI) yang biasa dilakukan oleh masyarakat desa pesisir Kecamatan Dahai Selebar Kabupaten Batubara sejak ratusan tahun yang lalu hingga sekarang.
Biasanya kegiatan punggahan dilakukan dengan kegiatan makan bersama sama dengan keluarga, sanak saudara, kaum kerabat jiran tetangga, dan dilakukan di mesjid, mushalla atau di rumah dan lain-lain.
Dan kerap kali acara tersebut diisi dengan ceramah agama, menjamu anak yatim dan ditutup dengan do’a dan saling memaafkan antara sesama saudara, kaum kerabat, dan jiran tetangga. Biasanya bagi keluarga yang berjauhan, tinggal di kota akan pulang ke kampung untuk bertemu sanak keluarga, dan terhadap keluarga yang sudah meninggal dunia disempatkan untuk menziarahinya.
Bagi masyarakat pedesaan, tidak ketinggalan pula masyarakat yang tinggal di kota-kota besar, 1 atau 2 hari menjelang Ramadhan, mereka disibukkan dengan menyembelih kerbau atau lembu untuk menjamu sanak keluarga sekaligus persiapan makanan dan lauk pauk untuk makan sahur hari pertama bulan Ramadhan. Puncak dari kegiatan punggahan tersebut barangkali ditutup dengan mandi pangir atau mandi “Balimau” menurut orang Padang.
Semua kegiatan di atas tidak lebih dari ungkapan rasa kegembiraan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, terlepas dari mana referensi atau dalil-dalil syara’ yang menganjurkannya. Sebagian dari muballigh kita selalu mengutip hadis yang berbunyi :Siapa-siapa yang bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah mengharamkan jasadnya dari api neraka.
Sulit menemukan hadis ini di dalam kitab-kitab induk, apalagi menjadikannya sebagai dalil untuk dijadikan landasan kegiatan tradisi punggahan yang secara kebetulan memang ada hubungan dengan makna hadis yang telah dipopulerkan oleh para muballigh.
Akan tetapi perlu dicermati, bahwa kegiatan punggahan yang telah menjadi tradisi umat Islam di negeri ini, substansinya adalah ungkapan kegembiraan dan kesyukuran atas datangnya bulan yang penuh rahmat dan berkah, yang sama sekali tidak pernah dilarang untuk bergembira menyambutnya selama kegembiraan tersebut tidak bercampur aduk dengan kemaksiatan, khurafat, dan berlebihan dalam memaknai kegembiraan dan kesyukuran tersebut.
Kegembiraan atas datangnya rahmat Allah SWT, karunia-Nya, dianjurkan oleh Allah SWT, sebagaimana firman-Nya : Katakanlah: “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan". (QS. Yunus : 58)
Dapat dipastikan, bahwa datangnya bulan Ramadhan merupakan rahmat bagi orang-orang beriman, dan dengan tradisi punggahan itu sendiri dapat menumbuhkan rahmat dan kasih sayang dari dalam diri sesama muslim.
Dengan demikian bertemulah dua rahmat yang ada di dalam diri pribadi seorang muslim dan rahmat yang diturunkan oleh Allah pada bulan Ramadhan, maka semakin kokohlah kasih sayang antara sesama muslim. Rasul SAW bersabda : Orang-orang yang mempunyai rasa kasih sayang, akan dirahmati, disayangi oleh Allah Tuhan yang Maha Rahman. Sebab itulah sayangilah apa yang ada di muka bumi supaya kamu disayangi pula oleh yang di langit. (al-hadis)
Selanjutnya, ziarah makam menjelang datangnya bulan Ramadhan adalah bagian dari kegiatan punggahan, yang mana landasan hukumnya sulit ditemukan baik di dalam Alquran maupun di dalam hadis. Dengan kata lain, bahwa ziarah ke kuburan pada waktu kapan saja, ada anjuran dari Alquran seperti dalam surat at-Takasur ayat 1-2 :Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.Dan demikian juga hdis Nabi SAW : Dahulu aku larang kamu berziarah kubur, adapun sekarang ziarahilah.
Akan tetapi, ziarah kubur sebagai rangkaian kegiatan punggahan atau menentukan ziarah hanya menjelang datang bulan Ramadhan saja, tidak ditemukan di dalam Alquran dan hadis Nabi SAW. Oleh sebab itu, berziarah kubur pada prinsipnya sangat dianjurkan dimana dan kapan saja, yang tidak dibolehkan adalah berziarah kubur menjelang Ramadhan mengatasnamakan perintah Nabi Muhammad SAW.
Setiap penyambutan bulan Ramadhan siapa-siapa yang mengatakan, menganjurkan, berziarah ke kuburan menjelang Ramadhan mengatasnamakan perintah nabi atau ada hadis khusus menerangkan demikian berarti dia telah berbohong, itulah yang dikatakan mengada-ngada dan telah berbuat bid’ah.
Akan tetapi, berziarah menjelang Ramadhan disebabkan karena tidak ada kesempatan melainkan beberapa hari sebelum datang Ramadhan lalu menjadi tradisi, tentu dibolehkan di dalam syariat Islam.
Terakhir mandi pangir atau balimau menurut istilah orang-orang dari Sumatera Barat, kegiatan ini dilakukan oleh sebagian umat Islam, terutama yang tinggal di pedesaan. Mandi pangir adalah bertujuan untuk membersihkan diri, sudah dimaklumi di dalam Islam ada mandi wajib, seperti mandi janabah, mandi haid, mandi wiladah (karena melahirkan) mandi jenazah.
Selain dari mandi wajib ada mandi sunat, seperti mandi ihram, mandi hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, mandi sunat hari Jum’at, mandi karena masuk Islam, mandi karena sadar dari gila.
Adapun mandi pangir adalah mandi dengan air yang diramu dengan unsur-unsur wewangian, seperti akar rusa, bunga pinang, daun pandan, buah dan daun jeruk purut, daun nilam, dengan tujuan mensucikan diri dari najis dan kotoran karena bersiap-siap untuk melaksanakan tarawih pada malam pertama bulan Ramadhan.
Tidak lebih dari itu, jika ada niat selain dari membersihkan badan dan wangi-wangian, seperti niat penghormatan pada leluhur, meminta rezeki atau mandi ritual atau karena air pangir mengandung kekuatan, maka mandi pangir tidak boleh dilakukan.
Dengan kata lain, mandi dengan tujuan untuk membersihkan diri adalah ibadah, jika tidak berniat sama sekali adalah sebagai adat. Dengan demikian mandi pangir dapat dikelompokkan sebagai mandi tradisi sebagian dari kegiatan punggahan menyambut Ramadhan.
Pendek kata, kegiatan punggahan, ziarah kubur, mandi pangir dapat dibenarkan dalam Islam, selama tidak salah niat. Karena Nabi Muhammad Saw bersabda : Orang-orang beriman akan dibangkitkan di akhirat sesuai dengan niat mereka. (al-hadis).Wallahua’lam bil ash-shawab 

source : waspadamedan.com

0 Pidato Nabi Muhammad SAW Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Wahai umat manusia Bulan Ramadhan telah mengunjungi kamu, bulan penuh keberkahan suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih berharga dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa suatu kewajiban sedangkan mengisi malam-malamnya dengan kebajikan-kebajikan dan pengabdian merupakan thathawwu’ (amalan-amalan sunat) yang amat bernilai. (HR. Ibnu Khuzaimah).
Pidato ringkas di atas diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci ramadhan yang dinanti-nantikan, tidak hanya umat Islam, umat-umat lainpun barangkali ikut serta menantikan kedatangannya. Oleh sebab itu setiap kali datangnya bulan yang penuh berkah itu, Nabi Muhammad kembali berpidato mengingatkan dengan mengawali seruannya : Wahai manusia.
Ada hal yang menarik dari kandungan pidato yang diucapkan Nabi Muhammad SAW 14 abad silam, antara lain :
Seruan datangnya bulan suci Ramadhan tidak hanya tertuju kepada umat Islam, akan tetapi kepada semua manusia, meskipun kewajiban puasa hanya berlaku untuk umat Islam. Lihatlah perintah wajib puasa yang akrab terdengar pada awal ayat 183 surat al-Baqarah: Wahai orang-orang beriman, diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa.
Kuat dugaan bahwa seruan itu mengindikasikan suatu pesan yang mendalam, bahwa manfaat bulan Ramadhan tidak terbatas hanya untuk umat Islam belaka.
Dengan kata lain, bulan suci Ramadhan memiliki dua fungsi penting, pertama fungsi ibadah dan yang kedua fungsi sosial. Fungsi ibadah Ramadhan, jelas dengan masuknya bulan suci Ramadhan kerohanian dan ketaatan melaksanakan perintah Allah semakin meningkat, minimal bagi yang tidak pernah atau jarang ke Masjid akan terpanggil nuraninya untuk datang ke Masjid, karena bulan Ramadhan daya tarik untuk meramaikan Masjid sangat dirasakan.
Adapun fungsi sosial, silaturrahim antara sesama umat Islam, hablumminannas(interaksi antar sesama umat beragama) dapat terjalin melalui kegiatan ekonomi. Hal itu dapat dilihat dengan semakin meningkatknya kebutuhan sandang pangan dan transportasi pada bulan Ramadhan dan menjelang lebaran, dan menuntut sirkulasi keuangan yang meningkat, pada gilirannya ekonomi masyarakat kecil, para pedagang, dan bisnisman pada semua level akan merasakan manfaat datangnya bulan suci Ramadhan.
Lebih jauh dari itu, pesan yang diambil dari pidato singkat Nabi Muhammad SAW adalah persiapan batin, meliputi ilmu pengetahuan tentang puasa, filosofis dan hikmah puasa terlebih-lebih kesiapan dan ketetapan hati menerima perintah Allah SWT, karena berlapang dada menerima perintah Allah SWT merupakan pintu hidayah untuk memutar “jamuan hati” mengarah kepada perbaikan diri.
Allah SWT berfirman : Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503], niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al-an’am : 125)
Berlapang dada menerima dan melaksanakan ibadah puasa dapat diwujudkan dalam bentuk kesiapan mengurangi aktivitas duniawi yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa, meskipun dengan mengurangi aktivitasnya akan berdampak mengurangi penghasilan usahanya.
Katakanlah seorang pengusaha rumah makan muslim, yang biasanya melayani makan siang hari, berlapang dada untuk menggeser jam kerjanya di malam hari, demi menghormati orang berpuasa, demikian pula warung kopi, apalagi tempat-tempat diskotik, jika berlapang dada menerima kedatangan bulan suci Ramadhan, dapat dipastikan secara sukarela mereka akan legowo menggeser atau menutup usahanya tanpa memerlukan surat perintah dari pemerintah setempat.
Karena salah satu kiat untuk mendapat keberkahan adalah berlapang dada menerima apa adanya dan mengoptimalkannya semaksimal mungkin. Contohnya seseorang diberikan ilmu pengetahuan agama yang cukup untuk dirinya sendiri belum bisa mengajarkan dan mengembangkannya kepada orang lain, akan tetapi dioptimalkan pengamalannya, maka keberkahan ilmu pengetahuan yang sedikit itu akan dirasakan manfaatnya. Demikianlah yang dimaksud dengan “keberkahan”, yaitu banyak kebaikan, meskipun sedikit materinya.
Dalam kaitannya dengan pidato Nabi Muhammad SAW, mengingatkan kepada semua umat manusia bahwa Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah. Keberkahannya dirasakan oleh semua umat manusia tanpa kecuali, meskipun dalam waktu yang singkat (1 bulan) namun kebaikannya akan dirasakan seperti satu tahun, seperti sabda Nabi SAW yang dicantumkan di dalam kitab Shaih Ibnu Khuzaimah : Seandainya umatku mengetahui pada ibadah bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar satu tahun menjadi Ramadhan semua. Terlepas dari kritikan-kritikan pakar hadis terhadap kesahihan hadis ini.
Pesan lain yang diambil dari pidato Nabi Muhammad SAW adalah mengisi peluang yang amat berharga, sebab dari semenjak terbit fajar hingga terbenam matahari sepanjang tahun, hanya 30 atau 29 hari Ramadhan, pahala amal ibadah dilipatgandakan Allah SWT.
Waktu yang amat berharga tersebut jangan sampai berlalu tanpa menorehkan amal ibadah yang bermanfaat untuk menjadi perbekalan di akhirat. Perbekalan yang paling baik adalah ketaqwaan sesuai target yang akan dicapai di dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Apatah lagi kesempatan hidup bagi umatnya tidak seperti umat-umat terdahulu bisa mencapai 1000 tahun atau ratusan tahun.
Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW senantiasa mengingatkan umatnya akan pentingnya arti waktu terutama bulan suci Ramadhan, karena waktu menurut pandangan Islam merupakan “ruh” dari manusia itu sendiri. Sejalan dengan itu, Allah SWT berulang kali bersumpah atas nama waktu di dalam Alquran “Demi waktu Duha”, “Demi waktu Fajar”, “Demi waktu Asar”, “Demi waktu siang dan malam”, dan seterusnya.
Kesimpulannya, pesan dari pidato ringkas Nabi Muhammas SAW menyambut detik-detik datangnya bulan suci Ramadhan, agar umat Islam mempersiapkan diri secara lahir dan batin, dan berlapang dada menerima perintah puasa dan mengoptimalkan kemampuan beramal serta menggunakan peluang yang amat berharga, karena kesempatan itu tidak datang dua kali. Wallahua’lam bil ash-shawab ***** (H.M. Nasir, Lc., MA : Penulis :Pimp. Pondok Pesantren Tahfiz Alquran Al Mukhlisin Batu Bara,Direktur PT. Gadika, Umroh dan Haji Plus,Ketua Majelis Ta’lim & Zikir Ulul Albab Sumut )

search

YANG NYASAR DI BLOG