Pages

Jumat, 22 April 2011

0 Benarkah Paku dari Salib Yesus Ditemukan?

Jerusalem. Seorang jurnalis Israel-Kanada percaya bahwa ia mungkin telah berhasil melacak dua paku besi yang digunakan untuk menyalibkan Yesus Kristus. Atau setidaknya, benda itu merupakan "peninggalan lama hilang".

Bersama timnya, dia tengah menyiapkan tayangan Secrets of Christianity untuk stasiun televisi  History Channel. Host dan produser Simcha Jacobovici menemukan fakta yang mengejutkannya: Pada tahun 1990, arkeolog Israel menggali sebuah gua penguburan berusia 2.000 tahun dan menemukan dua paku yang dibuat oleh orang Romawi, tetapi menyembunyikan temuan itu.
Berdasar negosiasi, akhirnya HC boleh mempublikasikan penemuan dua osuarium-kotak pemakaman batu berisi dengan tulang manusia. Dalam peti itu tertulis inskripsi "Caiaphas" dan "Joseph con of Caiaphas". Peti terakhir sekarang ditampilkan di Museum Israel di Yerusalem.
Menurut Injil, Caiaphas atau Kayafas adalah imam besar Yahudi yang menyerahkan Yesus ke Roma untuk disalibkan. "Ada konsensus ilmiah umum bahwa makam dimana paku-paku yang ditemukan kemungkinan besar milik Kayafas pada waktu itu. Sekecil apapun, tapi menemukan di dalam kubur adalah sangat langka," kata Jacobovici di luar tembok batu yang tinggi di Kota Lama, di mana Yesus menghabiskan hari terakhirnya.
Ketika Jacobovici menemukan referensi singkat soal paku dalam laporan arkeolog resmi, ia mengaku, "Rahangku serasa turun," ia mengibaratkan.
"Ini akan menjadi seolah-olah, 2.000 tahun dari sekarang, para arkeolog menemukan gua Muhammad Ali namun lupa menyebutkan sepasang sarung tangan tinju yang ditemukan di sana. Tak ada yang istimewa dari sebuah sarung tinju, tapi bila itu sarung tangan khusus yang memiliki arti penting khusus untuk petinju terkenal, akan beda artinya bukan?" katanya.
Jacobovici pernah menjadi host  program Naked Archaeologist di stasiun History International  dan bekerja sama dengan pembuat film James Cameron pada 2007 untuk membuat film dokumenter kontroversial, "The Lost Tomb of Jesus."
Dia sebelumnya pernah menanyakan pada Israel Antiquities Authority soal paku itu. "Saya diberitahu mereka telah hilang."
Kayafas, katanya, dikenal karena satu: pengadilan dan penyaliban Yesus. "Dia mungkin merasa terdorong untuk mengambil paku tersebut bersamanya ke kuburnya," kata Jacobovici.
Ada juga kepercayaan di antara beberapa orang Yahudi kuno bahwa paku dari salib yesus  memiliki kekuatan penyembuhan  dan "tiket ke alam baka".
Namun Gabriel Barkay, seorang profesor arkeologi di Bar-Ilan University, meragukan temuan itu. "Tidak ada bukti apapun bahwa mereka berasal dari makam Kayafas," katanya. "Itu dugaan semua."
Paku  digunakan untuk "berbagai tujuan," kata Barkay, "dari memperbaiki gerbang besi untuk pintu kayu dan peti mati, selain untuk penyaliban."
Ronny Reich,  arkeolog Universitas Haifa yang juga pernah meneliti Gua Kayafas, percaya gua itu "milik anggota keluarga Kayafas". Namun ia tak yakin dengan otentifikasi paku itu sebagai dari kayu penyalib Yesus. (Republika)

0 Hamas


Pertengahan Desember, dua puluh tiga tahun lalu, Harakah al-Muqawwamah al-Islamiyah atau Hamas lahir. Sejak 14 Desember 1987, Hamas telah mendeklarasikan diri sebagai sebuah gerakan politik Islam dan perlawanan atas penjajahan Israel.
Hamas yang secara harfiah berarti Gerakan Pertahanan Islam telah mewarnai perjuangan rakyat Palestina. Terlebih lagi ketika ia melahirkan sayap militer Brigade Izzuddin al-Qassam awal 90-an. Sejak itu pula, muncul harapan baru dalam sejarah gerakan dan perlawanan bangsa Palestina.
Selama 23 tahun Hamas telah memberikan model unik dalam interaksi dengan gerakan lain, dapat mengawinkan antara konsekuensi sebagai sebuah faksi dan kepentingan nasional.
Pada 2005 Hamas mampu memaksa militer Israel mundur dari Jalur Gaza dan sebagian Tepi Barat. Ini terjadi berkat perjuangan dan pengorbanan serta syahidnya sebagian besar pemimpin dan pendirinya.
Setahun kemudian, ia memenangkan pemilu legislatif Palestina. Inilah titik kulminasi kebencian Israel, AS dan Barat terhadap Hamas. Kemenangan ini diboikot oleh kaum yang mengaku sebagai kampiun demokrasi.
Hamas dikucilkan, dikerdilkan dan dicap sebagai organisasi teror. Namun Hamas tiada peduli. Walau tanpa parlemen, perjuangannya tetap padu dan tak pernah goyah; mengenyahkan penjajahan Israel di bumi Palestina.
Puncaknya terjadi dua tahun lalu, ketika Israel secara membabi-buta menyerang Gaza. Lagi-lagi Hamas mampu melalui ujian ini dengan tegar dan konsisten. Israel kembali menarik serdadunya dari Gaza.
Bagaimanapun jua, Hamas telah menjadi fenomena dan mengakar di hati publik Palestina dan Arab. Gerakan ini memiliki visi yang jelas, langkah yang kokoh dalam mencapai tujuan membebaskan Palestina dan menegakkan pemerintahan dan kekuasaan berdasarkan Islam yang hanif.
Tak dipungkiri, saat ini Palestina terus dikepung dan dihabisi hingga tetes darah terakhir. Setiap jengkal tanahnya dirampas kaum Zionis, penduduknya diusir dan dibunuh hampir tiap hari. Namun Hamas masih dan akan terus eksis di sana. Perjuangan masih panjang.
Ada dua hal yang paling menakutkan Israel; Intifadhah dan Hamas. Keduanya memang berhubungan erat, namun yang terakhir adalah mimpi terburuk bagi Israel. Mimpi yang akan terus menghantui rezim Zionis sampai kapan pun mereka mencoba mengangkangi Palestina.
 source : sabili

Kamis, 21 April 2011

0 Iblis Ingin Bertaubat

Dalam sebuah kitab diterangkan bahawa sesungguhnya Iblis telah datang berjumpa dengan Nabi Musa a.s. dengan berkata: "Wahai Musa, engkau adalah seorang yang telah diutus oleh Allah s.w.t. dan Dia telah berkata-kata denganmu secara langsung." Kemudian Nabi Musa a.s. berkata: "Memang benar apa yang kamu kata, kamu ini siapa dan apa yang kamu mahu dariku?"

Lalu berkata Iblis: "Aku adalah Iblis! Wahai Musa aku mahu kamu tolong katakan kepada Tuhanmu bahawa seorang makhluk-Nya ingin minta taubat kepadaNya." Lalu Nabi Musa a.s. berdoa kepada Allah s.w.t. dan menyampaikan apa yang diucap oleh Iblis, kemudian Allah s.w.t. pun menurunkan wahyu yang bermaksud: "Wahai Musa, katakan padanya bahawa sesungguhnya Aku berkenan menerima permohonannya itu dengan syarat mestilah terlebih dahulu dia (Iblis) sujud di kubur Adam, kalau dia mahu sujud maka aku sedia mengampuni segala dosanya."

Setelah Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Allah s.w.t. maka Nabi Musa a.s. pun terus memberitahu Iblis tentang apa yang telah Allah perintahkan.

Sebaik sahaja selesai Nabi Musa a.s. memberitahu segala perintah Allah s.w.t. maka dengan sombong dan bongkak Iblis berkata: "Wahai Musa, aku tidak sujud pada Adam ketika ia hidup di syurga, bagaimana aku hendak sujud padanya sesudah dia mati." Begitulah sifat sombong Iblis yang tetap dengan kedegilannya, walaupun dia tahu bahawa api neraka itu akan memakannya tapi dia tetap tidak mahu beriman pada Allah s.w.t.

Dalam sebuah hadis menerangkan bahawa sesungguhnya Allah s.w.t. mengeluarkan Iblis dari neraka setiap 1000 tahun sekali, dan mengeluarkan Adam a.s. dari syurga, serta memerintahkan Iblis supaya sujud kepada Adam a.s. Disebabkan sikap angkuhnya dia tetap enggan sujud, maka dikembalikan Iblis ke dalam neraka.....

0 Rahasia Kekuatan Air


Dalam pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sewaktu di Sekolah Dasar dulu, diberikan pelajaran tentang air. Air sebagai sumber kehidupan yang terbesar bagi manusia dan bagi makhluk hidup lainnya, mempunyai partikel yang sangat kecil sekali tak bisa kita lihat dengan mata telanjang. Sejauh yang kita ketahui kalau air merupakan benda cair yang berguna untuk mandi, mencuci, minum dan sebagainya, ternyata bukan hanya itu, mungkin dari sekian banyak blogger, atau semua blogger di wp ini sudah mengetahui kalau air ternyata hidup. **bagi yang udah tau ga usah sombong yeee, setidaknya buat aku ini suatu hal yang menarik**
Layaknya manusia ternyata air bisa mendengar, melihat, merasakan dan mengerti maksud perkataan kita. Di kampung-kampung banyak orang sakit meminta air yang diberi do`a kepada para kyai, ustadz, paranormal (orang pinter) atau orang yang dituakan sebagai alternative penyembuhan.
Jika sebelum diminum atau dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya dia dibacakan do`a yang baik, ada niat yang baik dari kita ternyata air mendengar doa kita dan dia akan memberikan efek yang baik kepada manusia. Kekuatan sebuah doa disimpan dalam partikel-partikel air. (Subhanallah yaa..)
Begitupun sebaliknya, kalau air yang akan kita minum dicaci maki dia juga akan marah lho **kayak aku kalo dicaci maki ga suka** misalnya, bahasa orang terminal nih sebelum minum dia bilang, anjing gue haus banget, pengen minum airnya cuma dikit, mana bisa hilang dahaganya **Masya Allah Lha kok orangnya ga punya perasaan ya, udah diminum dimaki-maki pula airnya** Dan airnya tidak akan memberikan efek yang baik buat tubuh orang itu.
Ini bukan ngeyel lho, kan ada seorang peneliti dari Jepang yang bernama Masaru Emoto berhasil membuktikan air respect terhadap tingkah manusia. Kalopun ada yang ga percaya, ya ga ada salahnya toh kita berdo`a sebelum minum, biar berkah
Di Jepang sana para tabib sudah melakukan penyembuhan alternative berbagai macam penyakit dengan air  dan itu sudah mencengangkan dunia medis. (Bu Dokter Evy dan Cakmoki udah tau kan? Gimana nih kesaingan ama para tabib, hehehe ) Menurut penelitian yang dilakukan oleh Masaru Emoto dan sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ahli observasi mikroskop) air yang didapat dari tempat ibadah atau yang sudah mengandung kekuatan doa yang baik akan membentuk kristal-kristal yang indah kalau dibandingkan dengan air yang ditemui di kran jalanan (liatnya dengan memakai mikroskop tentunya). Konon katanya selain itu juga air bisa menjadi monitor terhadap perubahan suatu wilayah yang jauh dari tempat dia berada, dan ternyata itu merupakan hasil komunikasi mereka melalui getaran yang dipancarkannya.
Ini menjadi bukti salah satu kebesaran Allah yang tiada terkira, dan jalan menemukan kebesaran-Nya itu juga bisa ditemukan melalui mikroskop dan kran tempat ibadah (hehehe OOT dikit gpp ya!!). Setelah menyibak rahasia kekuatan air, ternyata manusia bukan yang paling hebat, manusia harus lebih banyak belajar walaupun hanya dari setetes air tapi ternyata begitu dahsyat manfaatnya, (setidaknya Masaru Emoto dan Kazuya Ishibashi, jadi orang terkenal sekarang). Mulai sekarang ayo kita biasakan membaca basmalah sebelum minum… tentunya niat karena Allah.

Selasa, 19 April 2011

0 KEHIDUPAN DUNIA INI SANGAT SINGKAT

Sebagian besar manusia sangat mencintai dunia ini seakan-akan mereka tidak akan pernah mati, sehingga mereka menjauhi kehidupan agama, tidak ingat mati dan akhirat. Padahal, kehidupan dunia yang sangat mereka cintai ini sesungguhnya sangatlah singkat dan sementara. Bahkan orang-orang yang umurnya sangat panjang pada suatu saat pasti akan menghadapi kematian. Di samping itu, kehidupan dunia ini sesungguhnya tidaklah sebagaimana yang tampak. Allah mengungkapkan rahasia ini kepada manusia dalam beberapa ayat al-Qur'an :

    “Allah bertanya, 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab, 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman, 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui.' Maka apakah kamu mengira bahawa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main, dan bahawa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Q.s. al-Mu'minun: 112-15).

    “Dan pada hari terjadinya Kiamat, orang-orang yang berdosa bersumpah bahawa mereka tidak berdiam melainkan sesaat, seperti itulah mereka selalu dipalingkan dari kebenaran.” (Q.s. ar-Rum: 55).

    Percakapan di atas adalah percakapan antara orang-orang yang dikumpulkan untuk dihisab. Sebagaimana yang ditunjukkan dalam percakapan tersebut, setelah mati orang-orang menyadari bahawa sesungguhnya mereka tinggal di dunia hanya sebentar. Iaitu, waktu yang tampaknya enam puluh atau tujuh puluh tahun dalam kehidupan dunia ini, sesungguhnya sama singkatnya dengan satu hari, atau bahkan lebih singkat lagi. Hal ini bagaikan kisah seseorang yang menganggap bahawa ia telah menghabiskan beberapa hari, bulan, atau bahkan beberapa tahun dalam mimpinya, tetapi setelah bangun baru menyadari bahawa mimpi tersebut hanya berlangsung selama beberapa detik.

    Dengan bertafakkur, orang akan dapat memahami betapa singkatnya dan betapa sementaranya kehidupan dunia ini. Misalnya, setiap orang membuat rencana yang jelas dan menetapkan beberapa tujuan dalam hidupnya. Rencana-rencana ini merupakan tujuan yang tidak pernah berakhir. Antara keduanya saling mengikuti. Demikian pula orang yang baru lulus dari SLTA, lalu masuk ke Perguruan Tinggi, lalu bekerja di sebuah perusahaan. Betapapun, semua ini merupakan pengalaman yang bersifat sementara. Ketika muda, orang hampir-hampir tidak dapat membayangkan ia akan berumur tiga puluh tahun. Tetapi tahu-tahu ia telah berumur empat puluh tahun.

    Singkatnya kehidupan dunia ini merupakan kepastian dari Allah yang diungkapkan dalam al-Qur'an, yang dapat difahami oleh siapa pun sebelum mati. Bagi orang yang memahaminya, betapa bodohnya jika ia mengabaikan kehidupan yang nyata dan tidak berakhir di akhirat, hanya untuk mengejar kehidupan yang singkat dan sementara ini. Sebagian di antara ayat-ayat, yang di dalamnya Allah mengingatkan manusia tentang singkatnya kehidupan dunia adalah sebagai berikut:

    “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara, dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.” (Q.s. Ghafir: 39).

    “Sesungguhnya mereka menyukai kehidupan dunia yang sementara dan mereka tidak mempedulikan hari yang berat.” (Q.s. al-Insan: 27).

0 ALLAH MENGABULKAN DOA SETIAP ORANG

Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang, telah berfirman dalam al-Qur'an bahawa Dia dekat dengan manusia dan akan mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah satu ayat yang membincangkan masalah tersebut adalah:

    “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.s. al-Baqarah: 186).

    Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, Allah itu dekat kepada setiap orang. Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, fikiran, kata-kata yang diucapkan, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam hati setiap orang. Dengan demikian, Allah Mendengar dan Mengetahui setiap orang yang berpaling kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya. Inilah kurnia Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih-sayang-Nya, rahmat-Nya, dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.

    Allah memiliki kekuasaan dan pengetahuan yang tiada batas. Dialah Pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta. Setiap makhluk, setiap benda, dari orang-orang yang tampaknya paling kuat hingga orang-orang yang sangat kaya, dari binatang-binatang yang sangat besar hingga yang sangat kecil yang mendiami bumi, semuanya milik Allah dan semuanya berada dalam kehendak-Nya dan pegaturan-Nya yang mutlak.

    Seseorang yang beriman terhadap kebenaran ini dapat berdoa kepada Allah mengenai apa saja dan dapat berharap bahawa Allah akan mengabulkan doa-doanya. Misalnya, seseorang yang mengidap penyakit yang tidak dapat disembuhkan tentu saja akan berusaha untuk melakukan berbagai macam pengobatan. Namun ketika mengetahui bahawa hanya Allah yang dapat memberikan kesihatan, lalu ia pun berdoa kepada-Nya memohon kesembuhan. Demikian pula, orang yang mengalami ketakutan atau kecemasan dapat berdoa kepada Allah agar terbebas dari ketakutan dan kecemasan. Seseorang yang menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan dapat berpaling kepada Allah untuk menghilangkan kesulitannya. Seseorang dapat berdoa kepada Allah untuk memohon berbagai hal yang tidak terhitung banyaknya seperti untuk memohon bimbingan kepada jalan yang benar, untuk dimasukkan ke dalam surga bersama-sama orang-orang beriman lainnya, agar lebih meyakini surga, neraka, Kekuasaan Allah, untuk kesihatan, dan sebagainya. Inilah yang telah ditekankan Rasulullah saw. dalam sabdanya:

    "Mahukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat melindungimu dari kejahatan musuh dan agar rezekimu bertambah?" Mereka berkata, "Tentu saja wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Serulah Tuhanmu siang dan malam, Kerana 'doa' itu merupakan senjata bagi orang yang beriman."[1]

    Namun demikian, terdapat rahasia lain di balik apa yang diungkapkan dalam al-Qur'an yang perlu kita bincangkan dalam masalah ini. Sebagaimana Allah telah menyatakan dalam ayat:

    “Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia itu tergesa-gesa.” (Q.s. al-Isra':11).

    Tidak setiap doa yang dipanjatkan oleh manusia itu bermanfaat. Misalnya seseorang memohon kepada Allah agar diberi harta dan kekayaan yang banyak untuk anak-anaknya kelak. Akan tetapi Allah tidak melihat kebaikan di dalam doanya itu. Yakni, kekayaan yang banyak itu justeru dapat memalingkan anak-anak tersebut dari Allah. Dalam hal ini, Allah mendengar doa orang tersebut, menerimanya sebagai amal ibadah, dan mengabulkannya dengan cara yang sebaik-baiknya. Sebagai contoh lainnya, seseorang berdoa agar tidak terlambat dalam memenuhi perjanjian. Namun tampaknya lebih baik baginya jika ia sampai di tujuan setelah waktu yang ditentukan, Kerana ia dapat bertemu dengan seseorang yang memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kehidupan yang abadi. Allah mengetahui masalah ini, dan Dia mengabulkan doa bukan berdasarkan apa yang difikirkan orang itu, tetapi dengan cara yang terbaik. Yakni, Allah mendengar doa orang itu, tetapi jika Dia melihat tidak ada kebaikan dalam doanya itu, Dia memberikan apa yang terbaik bagi orang itu. Tentu saja hal ini merupakan rahasia yang sangat penting.

    Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari tentang rahasia ini, mereka menyangka bahawa Allah tidak mendengar doa mereka. Sesungguhnya hal ini merupakan keyakinan orang-orang bodoh yang sesat, Kerana “Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri.” (Q.s. Qaf: 16).

    Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang diucapkan, apa saja yang difikirkan, dan peristiwa apa saja yang dialami seseorang. Bahkan ketika seseorang tertidur, Allah mengetahui apa yang ia alami dalam mimpinya. Allah adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Oleh Kerana itu, bila saja seseorang berdoa kepada Allah, ia harus menyadari bahawa Allah akan menerima doanya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa yang terbaik baginya.

    Doa, di samping sebagai bentuk amal ibadah, juga merupakan kurnia Allah yang sangat berharga bagi manusia, Kerana melalui doa, Allah akan memberikan kepada manusia sesuatu yang Dia pandang baik dan bermanfaat bagi dirinya. Allah menyatakan pentingnya doa dalam sebuah ayat:

    “Katakanlah: 'Tuhanku tidak mengindahkan kamu, andaikan tidak Kerana doamu. Tetapi kamu sungguh telah mendustakan-Nya, Kerana itu kelak azab pasti akan menimpamu'.” (Q.s. al-Furqan: 77)


Allah Mengabulkan Doa Orang-orang yang Menderita dan Berada dalam Kesulitan

    Doa adalah saat-saat ketika kedekatan seseorang dengan Allah dapat dirasakan. Sebagai hamba Allah, seseorang sangat memerlukan Dia. Hal ini Kerana ketika seseorang berdoa, ia akan menyadari betapa lemahnya dan betapa hinanya dirinya di hadapan Allah, dan ia menyadari bahawa tidak seorang pun yang dapat menolongnya kecuali Allah. Keikhlasan dan kesungguhan seseorang dalam berdoa tergantung pada sejauh mana ia merasa memerlukan. Misalnya, setiap orang berdoa kepada Allah untuk memohon keselamatan di dunia. Namun, orang yang merasa putus asa di tengah-tengah medan perang akan berdoa lebih sungguh-sungguh dan dengan berendah diri di hadapan Allah. Demikian pula, ketika terjadi badai yang menerpa sebuah kapal atau pesawat terbang sehingga terancam bahaya, orang-orang akan memohon kepada Allah dengan berendah diri. Mereka akan ikhlas dan berserah diri dalam berdoa. Allah menceritakan keadaan ini dalam sebuah ayat:

    “Katakanlah: Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah diri dengan suara yang lembut: 'Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur'.” (Q.s. al-An'am: 63).

    Di dalam al-Qur'an, Allah memerintahkan manusia agar berdoa dengan merendahkan diri:

    “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.s. al-A'raf: 55).

    Dalam ayat lainnya, Allah menyatakan bahawa Dia mengabulkan doa orang-orang yang teraniaya dan orang-orang yang berada dalam kesusahan:

    “Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan lain selain Allah? Sedikit sekali kamu yang memperhatikannya.” (Q.s. an-Naml: 62).

    Tentu saja orang tidak harus berada dalam keadaan bahaya ketika berdoa kepada Allah. Contoh-contoh ini diberikan agar orang-orang dapat memahami maknanya sehingga mereka berdoa dengan ikhlas dan merenungkan saat kematian, ketika seseorang tidak lagi merasa lalai sehingga mereka berpaling kepada Allah dengan keikhlasan yang dalam. Dalam pada itu, orang-orang yang beriman, yang dengan sepenuh hati berbakti kepada Allah, selalu menyadari kelemahan mereka dan kekurangan mereka, mereka selalu berpaling kepada Allah dengan ikhlas, sekalipun mereka tidak berada dalam keadaan bahaya. Ini merupakan ciri penting yang membezakan mereka dengan orang-orang kafir dan orang-orang yang imannya lemah.


Tidak Ada Pembatasan Apa pun dalam Berdoa

    Seseorang dapat memohon apa saja kepada Allah asalkan halal. Hal ini Kerana sebagaimana telah disebutkan terdahulu, Allah adalah satu-satunya penguasa dan pemilik seluruh alam semesta; dan jika Dia menghendaki, Dia dapat memberikan kepada manusia apa saja yang Dia inginkan. Setiap orang yang berpaling kepada Allah dan berdoa kepada-Nya, haruslah meyakini bahawa Allah berkuasa melakukan apa saja dan bersungguh-sungguhlah dalam berdoa sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw.[2] Ia perlu mengetahui bahawa mudah saja bagi-Nya untuk memenuhi keinginan apa saja, dan Dia akan memberikan apa yang diminta oleh seseorang jika di dalamnya terdapat kebaikan bagi orang itu dalam doa tersebut. Doa-doa para nabi dan orang-orang beriman yang disebutkan dalam al-Qur'an merupakan contoh bagi orang-orang beriman tentang hal-hal yang dapat mereka mohon kepada Allah. Misalnya, Nabi Zakaria a.s. berdoa kepada Allah agar diberi keturunan yang diridhai, dan Allah pun mengabulkan doanya, meskipun istrinya mandul:

    “Iaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khuwatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi-Mu seorang putra. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia ya Tuhanku, seorang yang diridhai'.” (Q.s. Maryam: 3-6).

    Maka Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria dan memberikan kepadanya berita gembira tentang Nabi Yahya a.s.. Setelah menerima berita gembira tentang seorang anak lakilaki, Nabi Zakaria merasa hairan Kerana istrinya mandul. Jawapan Allah kepada Nabi Zakaria menjelaskan tentang sebuah rahasia yang hendaknya selalu dicamkan dalam hati orang-orang yang beriman:

    “Zakaria berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua.' Tuhan berfirman, 'Demikianlah.' Tuhan berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku, dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu belum ada sama sekali'.” (Q.s. Maryam: 8-9)

    Ada beberapa Nabi lainnya yang disebutkan dalam al-Qur'an yang doa-doa mereka dikabulkan. Misalnya, Nabi Nuh a.s. memohon kepada Allah untuk menimpakan azab kepada kaumnya yang tersesat meskipun ia telah berusaha sekuat tenaga untuk membimbing mereka kepada jalan yang lurus. Sebagai jawapan dari doanya, Allah menimpakan azab besar kepada mereka yang tercatat dalam sejarah.

    Nabi Ayub a.s. menyeru Tuhannya ketika ia sakit, ia berkata, “… Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.” (Q.s. al-Anbiya': 83). Sebagai jawapan terhadap doa Nabi Ayub, Allah berfirman sebagai berikut:

    “Maka Kami pun mengabulkan doanya itu, lalu Kami hilangkan penyakit yang menimpanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (Q.s. al-Anbiya': 84).

    Allah mengabulkan Nabi Sulaiman a.s. yang berdoa, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Q.s. Shad: 35). Maka Allah mengaruniakan kekuasaan yang besar dan kekayaan yang banyak kepadanya.

    Oleh Kerana itu, orang-orang yang berdoa hendaknya mencamkan dalam hati ayat ini, “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah.' Maka terjadilah ia.” (Q.s. Yasin: 82)

    Sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, segala sesuatu itu mudah bagi Allah dan Dia Mendengar dan Mengetahui setiap doa.


Allah Memberi Kurnia di Dunia ini bagi Orang-orang yang Menginginkannya, Tetapi di Akhirat Mereka akan Menderita Kerugian

    Orang-orang yang tidak memiliki ketakwaan kepada Allah dalam hatinya, dan imannya sangat lemah terhadap kehidupan akhirat, hanyalah menginginkan keduniaan. Mereka meminta kekayaan, harta benda, dan kedudukan hanyalah untuk kehidupan di dunia ini. Allah memberi tahu kita bahawa orang-orang yang hanya menginginkan keduniaan tidak akan memperoleh pahala di akhirat. Tetapi bagi orang-orang yang beriman, mereka berdoa memohon dunia dan akhirat Kerana mereka percaya bahawa kehidupan di akhirat sama pastinya dan sama dekatnya dengan kehidupan dunia ini. Tentang masalah ini, Allah menyatakan sebagai berikut:

    “Di antara manusia ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia,' dan tidak ada baginya bagian di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka.' Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (Q.s. al-Baqarah: 200-2).

    Orang-orang yang beriman juga berdoa memohon kesihatan, kekayaan, ilmu, dan kebahagiaan. Akan tetapi, semua doa mereka adalah untuk mencari keridhaan Allah dan untuk memperoleh kebaikan bagi agamanya. Mereka memohon kekayaan misalnya, adalah untuk digunakan di jalan Allah. Berkenaan dengan masalah ini, Allah memberikan contoh tentang Nabi Sulaiman di dalam al-Qur'an. Jauh dari keinginan untuk memperoleh dunia, doa Nabi Sulaiman untuk meminta kekayaan adalah demi tujuan mulia untuk digunakan di jalan Allah, untuk menyeru manusia kepada agama Allah, dan agar dirinya sibuk berdzikir kepada Allah. Kata-kata Nabi Sulaiman sebagaimana yang diceritakan dalam al-Qur'an menunjukkan niatnya yang ikhlas:

    “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik Kerana ingat kepada Tuhanku.” (Q.s. Shad: 32).

    Maka Allah mengabulkan doa Nabi Sulaiman a.s. tersebut dengan mengaruniakan kepadanya kekayaan yang sangat banyak di dunia dan ia akan memperoleh pahala di akhirat. Dalam pada itu, Allah juga mengabulkan keinginan orang-orang yang hanya menghendaki kehidupan dunia, namun azab yang pedih menunggu mereka di akhirat. Keuntungan yang telah mereka peroleh di dunia ini tidak akan mereka peroleh lagi di akhirat kelak.

    Kenyataan yang sangat penting ini diceritakan dalam al-Qur'an sebagai berikut:

    “Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia, Kami akan memberikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia, dan tidak ada baginya bagian sedikit pun di akhirat.” (Q.s. asy-Syura: 20).

    “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang, maka Kami segerakan baginya di dunia apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.” (Q.s. al-Isra': 18).

source: harun yahya

search

YANG NYASAR DI BLOG