Pages

Sabtu, 26 Maret 2011

0 Jin dan Malaikat, Penghuni Alam Malakut


"Wahai hamba-Ku, jika engkau ingin masuk ke wilayah kesakralan-Ku (Haramil Qudsiyah), jangan engkau tergoda oleh alam Mulk, alam Malakut, dan alam Jabarut, karena alam Mulk adalah setan bagi orang alim, alam Malakut setan bagi orang arif, dan alam Jabarut setan bagi orang yang akan masuk ke alam Qudsiyah." (Hadis Qudsi).

Dalam artikel terdahulu dibahas tentang apa itu alam Syahadah Mutlak dengan tingkatan-tingkatannya: alam Mulk, Mitsal atau Hayal, dan alam Barzakh, yang keseluruhannya ternyata akrab dengan manusia. Sementara alam Malakut yang lebih dikenal dengan alamnya para malaikat dan jin, merupakan suatu alam yang tingkat kedekatannya dengan alam puncak lebih utama dari pada alam-alam sebelumnya.

Namun, alam Malakut masih lebih rendah daripada alam di atasnya, seperti Jabarut dan Al-A'yan al-Tsabitah, yang akan dibahas dalam artikel mendatang. Mulai alam Mitsal sampai alam-alam di atasnya tidak bisa ditangkap panca indera dasar atau fisik manusia karena sudah masuk wilayah alam gaib. Manusia dengan panca indera fisiknya hanya mampu mengobservasi secara fisik alam Syahadah Mutlak, seperti alam mineral, alam tumbuh-tumbuhan, alam hewan, dan sebagian dari dirinya sendiri. 

Alquran mengisyaratkan unsur kejadian manusia ada tiga, yaitu unsur badan atau jasad (jasad), unsur nyawa (nafs), dan unsur roh (ruh). Dalam Alquran, nyawa dan roh berbeda. Nyawa dimiliki tumbuh-tumbuhan dan binatang, tetapi unsur roh tidak dimiliki oleh keduanya, bahkan oleh seluruh makhluk Tuhan lainnya. Unsur roh inilah yang membuat para malaikat dan seluruh makhluk lainnya sujud kepada manusia (Adam). 

Roh yang merupakan unsur ketiga manusia ini menjadi potensi amat dahsyat baginya untuk mengakses alam puncak sekalipun. Unsur ketiga inilah yang disebut sebagai ciptaan khusus (khalqan akhar) di dalam Alquran. 

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu  Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik". (QS al-Mu'min [23]: 12-14).

Kata ansya'nahu khalqan akhar dalam ayat di atas, menurut para mufasir, maksudnya adalah unsur rohani setelah unsur jasad dan nyawa (nafs). Hal ini sesuai dengan riwayat Ibnu Abbas yang menafsirkan kata ansya'nahu dengan ja'ala insya' al-ruh fih, atau penciptaan roh ke dalam diri Adam. Unsur ketiga ini kemudian disebut unsur ruhani, atau lahut atau malakut, yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk biologis lainnya.

Unsur ketiga ini merupakan proses terakhir dan sekaligus penyempurnaan substansi manusia sebagaimana ditegaskan di dalam beberapa ayat, seperti dalam Surah al-Hijr: 28-29. Setelah penciptaan unsur ketiga ini selesai, para makhluk lain termasuk para malaikat dan jin bersujud kepada Adam dan alam raya pun ditundukkan (taskhir) untuknya. Unsur ketiga ini pulalah yang mendukung kapasitas manusia sebagai khalifah Tuhan di bumi (QS al-An'am [6]: 165) di samping sebagai hamba (QS al-Zariyat [51]: 56). 

Meskipun memiliki unsur ketiga, manusia akan tetap menjadi satu-satunya makhluk eksistensialis karena hanya makhluk ini yang bisa turun naik derajatnya di sisi Tuhan. Sekalipun manusia ciptaan terbaik (ahsan taqwim/QS al-Tin [95]: 4), ia tidak mustahil akan turun ke derajat paling rendah (asfala safilin/QS at-Tin [95]: 5), bahkan bisa lebih rendah daripada binatang (QS al-A'raf [7]: 179). 

Eksistensi kesempurnaan manusia dapat dicapai manakala ia mampu menyinergikan secara seimbang potensi berbagai kecerdasan yang dimilikinya. Seperti orang sering menyebutnya dengan kecerdasan unsur jasad (IQ), kecerdasan nafsani (EQ), dan kecerdasan ruhani (SQ). Tidak semua aspek manusia itu dapat dipahami secara ilmiah dan terukur oleh kekuatan panca indera manusia. Karena memang unsur manusia memiliki unsur berlapis-lapis. 

Dari lapis mineral tubuh kasar sampai kepada roh (unsur Lahut/Malakut) yang di-install  Allah SWT sebagaimana ditegaskan lagi di dalam Alquran, "Kemudian apabila telah Aku sempurnakan kejadiannya dan Aku tiupkan roh-Ku kepadanya, tunduklah kamu dengan bersujud kepadanya. Lalu, para malaikat itu bersujud semuanya".  (QS Shad [38]: 72-73).

Para penghuni alam Malakut terdiri atas para jin dan malaikat, termasuk iblis. Alam ini tidak bisa diakses dengan panca indera atau kekuatan-kekuatan fisik manusia. Alam ini hanya bisa diakses manusia jika mereka mampu menggunakan potensi lahut dan malakut yang dimilikinya. Hubungan interaktif antara para penghuni alam dimungkinkan, mengingat berbagai alam itu sama-sama ciptaan Allah Swt. 

Manusia sebagai makhluk utama memiliki kemampuan untuk itu karena kedahsyatan unsur ketiga tadi. Jika kita merujuk kepada pendapat Syekh Abduk Qadir Jailani yang membagi roh itu dalam empat tingkatan, semakin mudah kita memahami kemungkinan itu. Menurut Syekh Abdul Qadir Jailani dalam kitabnya Sirr al-Asrar, roh itu memiliki empat tingkatan. 

Tingkatan itu adalah roh  jasadi yang berinteraksi dengan alam Mulk; roh ruhani yang berinteraksi dengan alam malakut; roh sulthani yang berinteraksi dengan alam Jabarut; dan roh al-quds yang berinteraksi dengan alam Lahut. Namun perlu diingatkan di sini bahwa kita sebagai hamba tidak boleh terkecoh oleh bayangan keindahan alam-alam di atas manusia. 

Jangan sampai kita lengah sehingga seolah-olah pencarian kita bukan lagi tertuju kepada rida Allah semata, melainkan sudah terkecoh oleh unsur-unsur kekeramatan. Semakin tinggi tingkat pencarian seseorang, semakin tinggi pula unsur pengecohnya, sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi di atas. Kerjakanlah semuanya dengan semata-mata karena Allah SWT.

 source : republika

0 PENGEMBARAAN YANG TERTUNDA


setiap orang selalu berfikir akan kehidupannya, berfikir akan masa depan, berfikir akan kehidupan anak-cucunya. Dalam perjalanannya manusia akan menghadapi hiruk pikuk kesulitan datang silih berganti. kita semua harus siap menerima apa yang mungkin terjadi, mati itu pasti tetapi semua itu akan berjalan berdasarkan waktu dan ketetapan Ilahi. Kita hidup adalah seolah seorang pengembara, yang hanya selintas melewati setiap desa, perjalanan dilalui dengan penuh derita, rasa lapar dan rasa takut yang sering menghantui menjadi langganan disetiap hari.
                Wahai manusia jangan pernah berhenti untuk sujud dan bertafakur kepada Ilahi karena ajal menanti, menanti kita dipenantian yang panjang, penantian yang terasa begitu melelahkan dan menjemukan, dulu kita pernah dipusingkan oleh teman karena tak kunjung datang, menunggu dengan kegelisahan yang hitunganya hanya berhitung jari, ingat sahabat kita akan menanti dikubur begitu lama dan tak ada batas waktu yang ditentukan, dan hanya Allah yang tahu itu semua. Rasulullah pernah Bersabda sesungguhnya Kuburan adalah tempat penantian manusia menunggu kehancuran Jagat raya, jika kita beramal soleh maka kuburan kan menjadi taman syurga, dan jika kita beramal buruk maka kuburan akan menjadi satu lubang dimana disitu adalah lubang neraka. Allahauakbar………..
                Saudaraku lanjutkanlah pengembaraan ini dengan sebaik-baiknya jangan pernah kau hancurkan karena pengembaraan ini sesungguhnya akan berhenti dimana kita akan dipanggil sang kholik, Jasad ini tak akan mampu menyangga Ruh kita yang abadi, karena itu hidup kita di dunia tak akan abadi……

Senin, 21 Maret 2011

0 Cara Membedakan Berlian Asli & Imitasi

Berlian selalu menjadi daya tarik setiap wanita. Harganya yang mahal dan langka membuatnya sangat riskan untuk membelinya di toko perhiasan yang tidak terpercaya. Batu berlian yang asli dan imitasi sangat sulit untuk dibedakan. Tetapi jika mengetahui bagaimana cara membedakannya maka akan lebih memudahkan Anda untuk mendapatkan berlian yang disukai. Bagi para wanita yang tidak bisa membedakan mana berlian asli dan imitasi, maka ikuti beberapa tips berikut ini:

1. Menguji dengan bernapas pada berlian
Jika berlian asli, maka kabut yang dihasilkan akan menghilang dengan cepat. Tetapi jika berlian imitasi, maka batu berlian akan tetap berkabut selama beberapa detik.

2. Cermati setiap sisi pada berlian
Berlian asli akan memperlihatkan kilauan yang mempesona dari berbagai sisi. Berlian imitasi seringkali didesain hanya memberikan kilauan pada bagian atasnya saja, namun kurang berkilau dari sisi lainnya.

3. Letakan berlian di atas koran dan amati
Jika asli, maka Anda tidak akan bisa melihat tulisan pada yang berbayang pada batu berlian. Sebab berlian asli memiliki sisi bagian dalam yang kompleks, sehingga cahaya tidak akan bisa membuat bayangan pada batu berlian.

4. Lihatlah batu berlian dengan kaca pembesar
Jika Anda melihat goresan pada permukaannya, bisa dikatakan berlian tersebut imitasi, karena berlian yang asli tidak mudah tergores.

5. Bandingkan berat berlian yang Anda inginkan dengan berat berlian lainnya
Jika batu berlian terasa lebih berat, bisa jadi berlian yang Anda inginkan adalah produk imitasi yang terbuat dari batu Cubic Zirconia. Batu Cubic Zirconia berasal dari Austria yang memilki kilau batu seperti berlian.

Sumber: kaskus.us

search

YANG NYASAR DI BLOG